<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573</id><updated>2012-01-15T21:45:24.551+07:00</updated><category term='Bung Karno'/><category term='Bakso Sukowati'/><category term='a380'/><category term='Jajanan Seoul'/><category term='Hachiko'/><category term='Seribu Rasa'/><category term='Lucia di Lammermoor'/><category term='Musim Semi'/><category term='Kit Kat Green Tea'/><category term='Kit Kat Jepang'/><category term='Pecel Wader'/><category term='http://junantoherdiawan.com'/><category term='Opera'/><category term='Galbi'/><category term='Sakura 2010'/><category term='Hotteok'/><category term='Beras Shinmai'/><category term='Nasi Pecel'/><category term='Teh Gopek'/><category term='Galbi Party'/><category term='Camilan Jepang'/><category term='Panda Ri Ri'/><category term='Sheijin Shiki'/><category term='Seoul Cuisine'/><category term='Korean BBQ'/><category term='Kuil Meiji'/><category term='Pecel Malang'/><category term='Tokyo Game Show 2011'/><category term='Junanto Herdiawan'/><category term='Maguro Sushi'/><category term='Sushi terenak sedunia'/><category term='Panda Ueno Zoo'/><category term='Bakso SBY'/><category term='Teh Oplosan'/><category term='Tahun Baru di Jepang'/><category term='Kesetiaan'/><category term='Hanami di Tokyo'/><category term='Pecel Ndeso'/><category term='Galbi Restaurant'/><category term='Dua Nyonya Cikini'/><category term='Hari Dewasa di Jepang'/><category term='Bengkulu'/><title type='text'>Travel &amp; Living</title><subtitle type='html'>Informasi: Tulisan2 di blog ini sudah dipindahkan ke blog baru kami di : "http://junantoherdiawan.com" .. Terima kasih atas perhatiannya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-3245268606942495295</id><published>2012-01-04T08:29:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T08:32:42.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://junantoherdiawan.com'/><title type='text'>Blog Baru Junanto Herdiawan</title><content type='html'>Yth teman-teman sekalian, untuk mempermudah pembaca dan guna menyatukan seluruh tulisan saya yang terserak di banyak blog, beberapa bulan lalu saya membuat satu blog baru yang beralamat di : &lt;a href="http://junantoherdiawan.com"&gt;http://junantoherdiawan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian, terima kasih atas perhatiannya. Maaf atas informasi ini. Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-3245268606942495295?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://junantoherdiawan.com' title='Blog Baru Junanto Herdiawan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/3245268606942495295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=3245268606942495295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3245268606942495295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3245268606942495295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2012/01/blog-baru-junanto-herdiawan.html' title='Blog Baru Junanto Herdiawan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-8000263330319333952</id><published>2011-09-18T11:57:00.002+07:00</published><updated>2011-09-18T12:02:30.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokyo Game Show 2011'/><title type='text'>Berjuta Kejutan di Tokyo Game Show</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-9A3qfGvmZSk/TnV7XMvNZ9I/AAAAAAAAAlk/Zqq8eWAbph8/s1600/312572_10150321818292348_661707347_7842455_364903764_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9A3qfGvmZSk/TnV7XMvNZ9I/AAAAAAAAAlk/Zqq8eWAbph8/s400/312572_10150321818292348_661707347_7842455_364903764_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653560545719969746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi para gamers, Tokyo Game Show (TGS)  ibarat festival hari raya yang wajib didatangi. Lebih dari 140 stand perusahaan game di Jepang turut tampil dan aneka ragam judul permainan baru diluncurkan. Berjuta kejutan menanti para gamers di ajang permainan elektronik terbesar Jepang, yang diadakan di Makuhari Messe, Tokyo, pada tanggal 15-18 September 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persinggungan saya dengan “game industry” telah dimulai sejak sekolah dasar. Saat itu saya dibelikan ayah permainan game watch dari Nintendo. Dan sejak itu, saya menjadi seorang  “game addict”. Tiada hari tanpa main game. Konsol permainan juga terus berubah sesuai dengan zaman. Baru setelah bekerja dan memiliki anak, waktu saya bermain game banyak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu tidak mengurangi minat saya pada berbagai game atau permainan elektronik yang terus berkembang, mulai dari permainan individu hingga ke tipe permainan “social gaming” saat ini. Dan saat Tokyo Game Show 2011 diselenggarakan di Tokyo, semangat gamer sayapun bangkit kembali. Bersama anak (yang sekarang menjadi gamer) kamipun menuju arena TGS 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya agak pesimis TGS akan diselenggarakan pada tahun ini. Hal itu mengingat bahwa pascagempa dan tsunami, banyak event internasional yang dibatalkan di Jepang. Namun ternyata TGS tahun ini tetap diselenggarakan, meski dengan berbagai keterbatasan. Beberapa lift dan escalator nampak dimatikan dan penggunaan listrik dikurangi sekitar 25% sehingga di beberapa sudut terlihat gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri game Jepang saat ini memang mengalami pukulan yang berat sejak krisis global, terutama setelah bencana alam  Maret 2011 lalu. Banyak pengamat memperkirakan bahwa industri game Jepang akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun realitanya tidak demikian. Setidaknya apa yang saya saksikan di TGS 2011 kemarin. Di ajang itu, industri game Jepang masih mengeliat dan menunjukkan giginya. Pihak Sony misalnya, kemarin terlihat mendominasi ajang pameran dengan produk terbarunya Play Station Vita. Ini adalah versi terbaru dari Play Station Portable, yang akan diluncurkan secara resmi pada 17 Desember 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony memang mendominasi TGS kali ini. Mereka menggelar lebih dari 80 kios demo untuk PS Vita. Para pengunjung begitu antusias ramai mengantri di kios tersebut guna mencoba PS Vita pertama kalinya. Antrian mencoba PS Vita bisa sampai 90 menit, dengan jatah main hanya selama 10 menit per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan penampilan PS Vita, saya menyempatkan diri mengantri untuk melihat konsol PS Vita tersebut. Secara umum PS Vita menarik dan menyenangkan, walau ukuran konsolnya masih besar dan relatif tebal. PS Vita memiliki kelebihan berupa layar touch screen, baik di depan maupun di bagian belakang konsolnya. Hal itu memudahkan kita dalam menjalankan permainan yang membutuhkan ketrampilan memanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS Vita juga telah menyediakan sekitar 40 game baru yang siap dijual bersama dengan konsolnya. Mereka tidak mau mengulangi kesalahan Nintendo 3DS yang pada tahun ini meluncurkan konsol baru, namun tanpa banyak pilihan game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pihak Nintendo sendiri tidak mau ketinggalan. Saya melihat stand Nintendo yang tidak kalah luasnya untuk mempromosikan Nintendo 3DS yang berkemampuan layar tiga dimensi. Sementara itu, di belakang Sony dan Nintendo, Xbox 360 keluaran Microsoft, mencoba untuk bertahan di pasar Jepang. Meski Microsoft nampak kesulitan dalam bersaing di pasar Jepang, penggemar fanatiknya masih cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi industri game, banyak perusahaan game Jepang yang saat ini sedang berupaya keras untuk bangkit pascakrisis. Nintendo, perusahaan game terbesar Jepang, yang berbasis di Kyoto, untuk pertama kalinya mencatat kerugian pada tahun ini. Pangsa pasar Nintendo menyusut seperlima dari biasanya. Lesunya ekonomi Jepang, terus menguatnya mata uang Yen, dan krisis global, menjadi beberapa faktor yang menyebabkan kerugian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, selama ini Nintendo adalah perusahaan game paling menguntungkan di Jepang dengan rata-rata keuntungan sekitar 2,5-6,5 miliar dolar AS pertahunnya. Namun di triwulan pertama 2011 ini, mereka telah merugi 377 juta dolar AS dan pangsa pasarnya terus menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perusahaan software game Jepang seperti Konami, Gree, Dena, berupaya bangkit dari kerugian mereka tahun ini. Selain karena krisis, kerugian berbagai perusahaan tersebut juga disebabkan ketatnya persaingan dengan industri game dari barat seperti Activision dan EA .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TGS 2011 menjadi tantangan terbuka pada industri gaming di dunia barat. Selain di Tokyo, ada dua ajang pameran game (game expo) internasional utama di dunia. Mereka adalah America’s Electronic Entertainment Expo (atau E3), yang biasanya diadakan sekitar bulan Mei/Juni. Dan satu lagi adalah Gamescom, yang diadakan di Cologne, Jerman, pada bulan Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lainnya di ajang TGS kali ini adalah penampilan cosplay (costume player) di berbagai sudut pameran. Cosplay adalah penampilan artistik dari anak-anak muda Jepang dengan mengenakan kostum ataupun aksesoris dari berbagai figur di film maupun game-game animasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penampilan cosplay yang keren-keren tampak bermunculan di ajang TGS kemarin. Ada yang tampil model Naruto, Dynasty Warrior, Zelda, Mario Bros, dan banyak lagi tokoh animasi lainnya. Para pengunjung dan wartawan dari berbagai negara bergiliran mengabadikan penampilan para artis cosplay tersebut. Saya jadi berpikir, mungkin kalau saya membawa seragam sarung dan peci bisa disangka pemeran cosplay juga karena keunikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, penampilan cosplay di TGS ini semakin besar dan menarik perhatian para pengunjung. Inilah kelebihan dari ajang pameran game, ketimbang pameran dagang. Di pameran game, kreativitas dan kegilaan menjadi prasyarat utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan TGS 2011 ini, Jepang berusaha menyampaikan pesan pada dunia, bahwa industri game mereka masih eksis. Memang, selain terkenal dengan berbagai kecanggihan tekhnologinya, Jepang menjadikan industri musik, hiburan, game, animasi, kartun manga, dan cosplay, sebagai bagian dari “soft diplomacy” dan kekayaan ekspornya ke mancanegara. Kelebihan itulah yang menjadikan Jepang tetap bertahan sebagai negara maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-8000263330319333952?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/09/18/berjuta-kejutan-di-tokyo-game-show/' title='Berjuta Kejutan di Tokyo Game Show'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/8000263330319333952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=8000263330319333952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8000263330319333952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8000263330319333952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2011/09/berjuta-kejutan-di-tokyo-game-show.html' title='Berjuta Kejutan di Tokyo Game Show'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9A3qfGvmZSk/TnV7XMvNZ9I/AAAAAAAAAlk/Zqq8eWAbph8/s72-c/312572_10150321818292348_661707347_7842455_364903764_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-8969251954347311747</id><published>2011-04-06T04:29:00.002+07:00</published><updated>2011-04-06T04:33:07.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panda Ueno Zoo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panda Ri Ri'/><title type='text'>Kala Panda Gairahkan Tokyo</title><content type='html'>Kota Tokyo kembali menemukan gairahnya. Kali ini, gairah tersebut berasal dari dua ekor Panda asal Cina,  yang diberi nama Ri Ri dan Shin Shin. Kedua  panda  tersebut,  sejak Jum’at (1/4), lalu untuk pertama kalinya dipertontonkan ke publik Jepang, di Kebun Binatang Ueno, Tokyo. Kota Tokyo pun dilanda oleh “Demam Panda”. Rencananya, kedua panda tersebut akan ditampilkan untuk umum pada tanggal 11 Maret 2011 lalu. Namun, karena terjadi bencana gempa dan tsunami di Jepang, penampilannya diundur hingga hari Jumat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kehadiran dua panda ini, Tokyo pernah memiliki seekor Panda bernama Ling- Ling. Namun pada tahun 2008, Ling Ling meninggal karena penyakit jantung. Sejak itulah, Tokyo tidak lagi memiliki Panda. Pemerintah Cina pun “meminjamkan” kembali dua ekor Pandanya kepada Jepang, sebagai bagian dari apa yang dinamakan dengan “Diplomasi Satwa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri ikut-ikutan terkena demam panda. Meski sejak kecil sering melihat gambar dan film panda, saya belum pernah sekalipun menyaksikan Panda hidup secara langsung.  Bayangan Panda di kepala saya yang paling lekat adalah tokoh Poo yang bermain di film “Kung Fu Panda”. Kalau mengingat film itu, saya selalu berpikir bahwa Panda adalah binatang yang gemuk, lucu, dan mungkin bisa main Kung Fu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya tidak mau melewatkan kehadiran dua “selebritas” Tokyo yang baru itu. Sayapun mengajak keluarga untuk pergi ke Kebon Binatang Ueno guna menyaksikan Panda. Di Stasiun Kereta Ueno, tak jauh dari Kebon Binatang Ueno, demam panda sudah terasa. Berbagai ornamen Panda terlihat di setiap sudut. Mulai dari souvenir, hingga makanan-makanan yang dibuat dengan tema Panda. Ada manju (kue Jepang) yang dibuat berbentuk panda, ada juga taiyaki yang dicetak berbentuk panda, dan ada coklat pisang yang dicetak wajah panda. Segalanya adalah tentang panda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme warga Tokyo terhadap Panda ini sungguh luar biasa. Sekitar 3000 orang lebih sudah mengantri panjang di depan kebon binatang sejak pagi hari, sebelum kebon binatang dibuka. Dua hari sebelumnya, pengunjung kebon binatang Ueno mencapai 8000 orang per hari, atau dua kali lipat dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya saya sempat ragu dan malas melihat ramainya orang mengantri untuk melihat panda. Saya paling malas ikut antrian yang sudah panjang mengular. Namun saya selalu kagum dengan kelebihan warga Tokyo, dan orang Jepang pada umumnya. Mereka selalu tertib mengantri. Kebiasaan mengantri memang bagian dari naluri bawah sadar orang Jepang. Kalau mengantri, dijamin kita tidak akan diserobot. Dan kalau nanti mereka dapat giliran melihat panda, pasti juga tidak akan berlama-lama, karena memikirkan orang lain yang mengantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan ini yang selalu membuat saya menikmati antrian di Tokyo. Efisiensi antrian yang sangat baik, didukung oleh moral orang Jepang, membuat mengantri di Jepang bukan sebuah kerepotan. Akhirnya saya mengikuti ujung antrian untuk melihat Panda. Dan memang betul, kekhawatiran saya tidak beralasan. Hanya dalam waktu 20 menit, saya sudah berada di depan kandang Ri Ri dan Shin Shin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ri Ri, sang panda jantan, nampak sedang santai terlentang sembari asyik memakan bambu. Sementara Shin Shin, sang betina, tampil malu-malu membelakangi pengunjung.  Kedua panda tampil begitu rileks dan santai. Hal ini rupanya menghibur warga Jepang yang sedang galau karena bencana. Melihat kedua panda tampil santai, saya mendengar seorang warga Jepang berkata, “Lihatlah Panda itu santai, sangat membangkitkan spirit kita di Jepang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang memang berbeda dengan manusia. Mereka tampil tanpa taktik dan pretensi. Kepolosan mereka menjadikannya tulus dan memberi getar lain. Saat warga Jepang melihat Panda, mereka seperti mendapatkan aliran energi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak gempa dan tsunami tentu masih dirasakan oleh warga Tokyo. Krisis nuklir di Fukushima juga masih belum berakhir. Namun, kehadiran Panda di Tokyo telah membangkitkan semangat warga Tokyo. Mereka beramai-ramai keluar rumah dan menyaksikan Panda. Hal ini juga menunjukkan pada dunia, bahwa warga Tokyo tetap beraktivitas seperti biasa dan kondisi kota Tokyo relatif aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Panda dari Tokyo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-8969251954347311747?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/8969251954347311747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=8969251954347311747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8969251954347311747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8969251954347311747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2011/04/kala-panda-gairahkan-tokyo.html' title='Kala Panda Gairahkan Tokyo'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1458112441999624744</id><published>2011-01-09T19:04:00.003+07:00</published><updated>2011-01-09T19:10:06.752+07:00</updated><title type='text'>Gowes di Jepang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TSmk9zRJZEI/AAAAAAAAAbc/KOFmNr-wFyo/s1600/Gowes%2Bdi%2BJepang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TSmk9zRJZEI/AAAAAAAAAbc/KOFmNr-wFyo/s320/Gowes%2Bdi%2BJepang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560156596606690370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mas Daniel Suharta, rekan Kompasianer yang juga aktivis gowes, pernah meminta saya bercerita tentang kegiatan bersepeda di Jepang. Guna memenuhi janji itu, berikut saya bagi cerita tentang bersepeda di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang tak akan lengkap tanpa kehadiran sepeda. Cobalah berkeliling ke berbagai penjuru kota, baik di Tokyo, Kyoto, atau Osaka, sepeda ada di mana-mana. Masyarakat Jepang memang memiliki kebiasaan bersepeda. Mereka menggunakan sepeda untuk ke warung (convenience store), sekolah, stasiun kereta, bekerja, ataupun sekedar bersosialisasi. Sepeda adalah bagian dari denyut kehidupan orang Jepang. Tengok juga rumah-rumah orang Jepang, hampir semuanya menyimpan sepeda di halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda menjadi asyik di Jepang karena iklimnya yang menunjang, jalan-jalannya yang kecil dan sempit, serta lanskap kota yang cenderung rata.  Tak heran, sepeda ada di mana-mana. PM Hatoyama di tahun 2009 lalu pernah mencanangkan gerakan bersepeda untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Saat itu muncul jargon "Jitensha ga Atsui!” (Naik Sepeda itu Hot/ Happening!), yang mengajak masyarakat Jepang untuk semakin mencintai sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda, atau “jitensha” dalam bahasa Jepang, memang sudah menjadi budaya di masyarakat Jepang. Model sepeda juga beraneka ragam, baik yang manual digowes maupun yang menggunakan motor baterai untuk kenyamanan saat jalan menanjak. Beberapa model yang sering terlihat adalah model lipat, model sport, atau sepeda gunung. Namun yang paling populer di Jepang adalah model “Mama Chari”.  Sepeda “Mama Chari” adalah jenis yang paling hip dan happening di kalangan masyarakat Jepang. Sekitar 70%-90% model sepeda di Jepang adalah “Mama Chari”. Bentuknya seperti sepeda mini biasa, namun dilengkapi dengan keranjang di depan, dan rak tempat duduk bayi di belakangnya. Sepeda ini biasa digunakan ibu rumah tangga untuk berbelanja sambil mengurus anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TSmlclfyYQI/AAAAAAAAAbk/Im317ykoNq8/s1600/gowes%2Bmama%2Bchari.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TSmlclfyYQI/AAAAAAAAAbk/Im317ykoNq8/s320/gowes%2Bmama%2Bchari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560157125485945090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Dinamakan Mama Chari, karena diambil dari kata Mama dan Chariot. Inilah sepeda kerja dan ikon dari dunia persepedaan di Jepang. Mama Chari dibentuk untuk memenuhi kebutuhan dan menggambarkan dinamika masyarakat Jepang yang berkeluarga. Harganya mulai dari 10 ribu Yen (sekitar satu juta rupiah), hingga lebih dari 100 ribu Yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok gowes di Jepang juga banyak. Mereka biasa berkumpul untuk bersepeda keliling kota atau mendaki gunung. Kalau kita naik ke Gunung Fuji misalnya, akan banyak menjumpai kelompok gowes yang berkelompok menanjak gunung. Tak hanya anak muda, banyak juga orang tua di Jepang yang gemar naik gunung dengan sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jepang juga menggemari rekreasi sepeda sambil olah raga di akhir pekan. Kalau kita pergi ke sekitar Istana Imperial Tokyo di hari Sabtu atau Minggu, banyak orang yang bersepeda, baik sendiri, keluarga, maupun kelompok. Persis seperti di jalan Thamrin Jakarta, saat “Car Free Day”, jalan utama di depan Istana Imperial Tokyo juga ditutup untuk memberi kesempatan masyarakat bersepeda maupun olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keamanan, sepeda di Jepang menggunakan sistem registrasi. Mereka menyebutnya Bicycle (Crime-prevention) Registration. Setiap membeli sepeda, kita wajib membayar 500 Yen untuk pendaftaran nomor lisensi. Jadi, sepeda diatasnamakan si pembeli. Jangan sembarangan menggunakan sepeda orang di Jepang. Kalau tiba-tiba dirazia, kita bisa dipenjara atau denda, karena bukan menggunakan sepeda atas nama kita. Hal inilah yang menjadikan pencurian sepeda di Jepang sangat langka. Maling sepeda nyaris tak ada, walaupun sesekali terjadi. Sistem registrasi menjadikan pencuri sulit untuk menggunakan atau menjual sepeda hasil curiannya. Oleh karenanya, banyak kita lihat sepeda di Jepang yang diparkir tanpa dikunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bersepeda kelihatan sepele, di Jepang ada etiket-etiket yang harus diperhatikan. Beberapa etiket yang harus ditaati adalah, selalu jalan di sebelah kiri, wajib berhenti apabila ada tanda “tomare” atau STOP, jangan bersepeda menggunakan payung atau sambil sms-an (teman saya pernah ditegur polisi karena menelepon saat bersepeda), tidak boleh berboncengan (kecuali anak di bawah 6 tahun), dan gunakan lampu sepeda di kala malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiket lain adalah hati-hati kalau memarkir sepeda. Ada tempat-tempat tertentu yang dibuat khusus untuk memarkir sepeda. Namun beberapa stasiun kereta atau tempat tertentu ada yang secara tegas melarang sepeda parkir. Kalau anda nekat, risikonya adalah sepeda anda akan kena razia. Ini artinya, sepeda kita diangkut ke kantor otoritas yang berwenang, dan kita diwajibkan membayar denda. Siapa yang mau repot kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda di Jepang pastinya sangat menyenangkan karena lingkungannya yang mendukung. Namun pengguna sepeda yang ugal-ugalan juga mulai banyak di kota Tokyo. Mereka kerap melarikan sepedanya di jalan raya, dan tidak memerhatikan pejalan kaki. Permasalahan bersepeda di Tokyo adalah menyatunya jalan sepeda dengan pejalan kaki. Hal ini yang kadang menyulitkan para pesepeda atau pejalan kaki. Oleh karenanya, berhati-hatilah saat berjalan kaki di kota Tokyo karena sepeda kerap berseliweran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda, selain sehat, ramah lingkungan, juga menyenangkan. Mari bersepeda !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1458112441999624744?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1458112441999624744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1458112441999624744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1458112441999624744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1458112441999624744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2011/01/gowes-di-jepang.html' title='Gowes di Jepang'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TSmk9zRJZEI/AAAAAAAAAbc/KOFmNr-wFyo/s72-c/Gowes%2Bdi%2BJepang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1171559232395422155</id><published>2010-12-18T09:13:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T09:14:49.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beras Shinmai'/><title type='text'>Tak Semua Nasi itu Sama</title><content type='html'>Rambut boleh sama hitam, tapi pikiran bisa berbeda. Pun demikian dengan beras. Warna beras boleh sama putihnya, tapi soal rasa, nanti dulu. Dari beraneka ragam beras putih di dunia ini, beras Jepang adalah salah satu yang terbaik. Rasanya pulen, plump, moist, dan teksturnya pas. Sebagaimana di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok masyarakat Jepang. Sebagai makanan pokok, orang Jepang tentu sangat memerhatikan kualitas dan kelezatan dari berasnya. Jangankan untuk makanan pokok, untuk hal-hal kecil saja orang Jepang sangat memerhatikan kualitas kan? Apalagi untuk berasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak semua beras Jepang itu juga sama. Dari semua beras Jepang yang enak, masih bisa dibeda-bedakan lagi tergantung pada daerah penanaman, maupun musim panennya. Dan, musim gugur kemarin adalah saat yang tepat untuk mencicipi beras Jepang. Musim gugur adalah musim panen beras di Jepang. Beras Jepang yang diproduksi pada musim itu, adalah beras terbaik yang ada di Jepang. Beras itu juga terasa lebih lezat dibanding beras pada bulan-bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang menyebut beras yang baru dipanen tersebut dengan nama shinmai. Shin merujuk pada bahasa Jepang yang berarti baru. Shin digunakan juga untuk menyebut sesuatu yang baru atau beginner.  Menurut Kementrian Pertanian Jepang, hanya beras yang dipanen dan dijual pada tahun yang sama bisa disebut shinmai. Kalau ia sudah melewati tahunnya, ia disebut dengan beras lama (komai). Meski lama, beras komai masih boleh dijual dan dipasarkan dengan standar tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras shinmai ini muncul di supermarket sejak awal musim gugur hingga akhir tahun. Masa-masa 3 bulan itu adalah masa “the best” dari beras Jepang baru panen. Oleh karenanya, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi beras shinmai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai jenis yang ada, favorit saya adalah beras koshihikari yang dipanen di daerah Niigata. Karena daerah Niigata merupakan daerah pertanian, maka rasa berasnya tentu jagoan. Kalau anda sensitif terhadap beras, tentu dapat merasakan beda antara nasi yang diproduksi dari beras shinmai atau nasi yang diproduksi dari beras komai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski keduanya bisa sama-sama pulen, kelembutan teksturnya berbeda. Perbedaannya memang tipis, namun kalau sudah mencicipi shinmai, anda akan merasakan efek “aha” dari kelembutannya. Shinmai memiliki tekstur kepulenan yang lebih terasa dibanding beras biasa. Kesegarannya melekat di langit-langit mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik menguji kelezatan nasi dari beras shinmai adalah memakannya “as it is”. Satu piring atau bowl nasi, cukup taburi dengan sedikit nori atau ikan teri. Tak perlu lauk pauk. Cobalah. Saat saya memakannya, hhmmmmppphhh, inilah nasi terenak yang pernah saya rasakan. Begitu lembut dan nikmat. Lupakan dulu lauk pauk, tetaplah pada keminimalan rasa nasi. Anda akan menemukan kelezatan yang tak tepermanai. Ingin coba model lainnya, cobalah dalam bentuk onigiri atau nasi sekepal yang dibungkus nori (rumput laut). Nasinya terasa lezat karena bercampur dengan nori dan tentu saja topping yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya tidak percaya legenda Dewi Sri sebagai Dewi Padi. Tapi setelah mencicipi beras shinmai, saya merasakan seolah Dewi Sri itu benar-benar ada. Dan di beras shinmai inilah, Dewi Sri mengejawantah.  Hmmmmpph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam beras shinmai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1171559232395422155?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1171559232395422155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1171559232395422155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1171559232395422155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1171559232395422155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/12/tak-semua-nasi-itu-sama.html' title='Tak Semua Nasi itu Sama'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-4168410946070611250</id><published>2010-12-01T18:44:00.007+07:00</published><updated>2010-12-01T18:52:45.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Camilan Jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kit Kat Green Tea'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kit Kat Jepang'/><title type='text'>Aneka Kit Kat Rasa Jepang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY19molijI/AAAAAAAAAaI/7ga3c2C3yd8/s1600/kitkat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY19molijI/AAAAAAAAAaI/7ga3c2C3yd8/s320/kitkat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545679323612416562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jepang memang tak pernah habis dengan ide kreatif.  Bukan hanya di bidang tekhnologi hingga kartun manga, di bidang penganan kecil, inovasi juga dilakukan oleh Jepang. Salah satu yang menarik dan menjadi "fenomena nasional" di Jepang adalah inovasi rasa dari coklat wafer “Kit Kat”. Hampir setiap teman yang mampir Jepang pasti memburu Kit Kat sebagai oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa istimewanya Kit Kat Jepang? Kalau di Indonesia hanya ada satu rasa Kit Kat, di Jepang ada lebih dari 20 rasa. Bahkan kalau dirunut secara sejarah, ada sekitar 80 rasa Kit Kat yang pernah diciptakan di Jepang. Kit Kat pun kemudian menjadi oleh-oleh paling eksotis dari Jepang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja rasa Kit Kat yang ada di Jepang? Mulai dari strawberry, green tea, almond, jeruk, kentang, jagung bakar, miso sup, shoyu atau kecap asin, hingga wasabi dan melon. Eksotis bukan? Tapi, tahukah anda rasa kit kat apa yang paling populer di Jepang? Menurut info dari Nestle, ternyata bukan rasa strawberry atau green tea, melainkan shoyu.  Penjualan tertinggi Kit Kat di Jepang adalah rasa kecap asin. Aneh bukan hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2GbTdrLI/AAAAAAAAAaQ/dZ4sYpxHj0A/s1600/kitkat2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2GbTdrLI/AAAAAAAAAaQ/dZ4sYpxHj0A/s320/kitkat2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545679475189853362" /&gt;&lt;/a&gt; Hal menarik dari aneka ragam Kit Kat itu adalah perkara lokalitas rasa. Anda tak bisa mendapatkan dengan mudah berbagai rasa Kit Kat tersebut, karena kerap hanya diproduksi di satu wilayah tertentu dan satu musim tertentu.  Di daerah Hokkaido, diciptakan Kit Kat rasa melon dan jagung bakar. Di Tohoku, ada Kit Kat rasa kacang polong dan cherries. Di Pulau Kyushu, ada Kit Kat rasa buah yuzu dan kentang merah. Di Tokyo, ada Kit Kat rasa ubi manis, cheese blueberry, soybean, jeruk, lemon cola, wasabi, dan tentu kesukaan saya, yaitu ... green tea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasia sukses Kit Kat di Jepang? Menurut cerita teman-teman, kalimat Kit Kat kalau dibaca dalam bahasa Jepang menjadi “Kitto Katsu”, artinya semacam “Semoga Sukses”, atau secara harfiah “Kamu pasti Bisa!!”. Inilah yang menyebabkan Kit Kat jadi semacam jimat yang sering dibawa anak-anak di Jepang kalau mau ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau anda main ke Jepang, tak perlu bingung mencari oleh-oleh. Cukup berhenti sebentar di airport dan temukanlah aneka rasa Kit Kat yang kebetulan sedang musim saat itu. Kitto Katsu, Ayo Kamu Bisa !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aneka kit kat yang sedang saya cicipi. Ada Break, Ada Kit Kat … :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2V7_6ZPI/AAAAAAAAAaY/sfuLQbJrUkg/s1600/kitkat3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2V7_6ZPI/AAAAAAAAAaY/sfuLQbJrUkg/s320/kitkat3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545679741664257266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2lpgRLfI/AAAAAAAAAag/GoAcnRVcyfk/s1600/kitkat4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2lpgRLfI/AAAAAAAAAag/GoAcnRVcyfk/s320/kitkat4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545680011577601522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2xEeHe0I/AAAAAAAAAao/wAYdBHEmAaY/s1600/kitkat5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY2xEeHe0I/AAAAAAAAAao/wAYdBHEmAaY/s320/kitkat5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545680207794895682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY29yFZ6_I/AAAAAAAAAaw/YGuM57xqs5g/s1600/kitkat6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY29yFZ6_I/AAAAAAAAAaw/YGuM57xqs5g/s320/kitkat6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545680426197707762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-4168410946070611250?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/home.php?sk=lf#!/note.php?note_id=459310981462' title='Aneka Kit Kat Rasa Jepang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/4168410946070611250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=4168410946070611250' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4168410946070611250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4168410946070611250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/12/aneka-kit-kat-rasa-jepang.html' title='Aneka Kit Kat Rasa Jepang'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY19molijI/AAAAAAAAAaI/7ga3c2C3yd8/s72-c/kitkat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-453909736606551580</id><published>2010-12-01T18:37:00.004+07:00</published><updated>2010-12-01T18:42:41.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jajanan Seoul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotteok'/><title type='text'>Jajan Hotteok di Seoul</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY0AMdrrxI/AAAAAAAAAZ4/80LbWFZw4qo/s1600/hotteok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY0AMdrrxI/AAAAAAAAAZ4/80LbWFZw4qo/s320/hotteok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545677169103712018" /&gt;&lt;/a&gt; Seoul terkenal dengan aneka jajanan kaki lima yang unik dan lezat. Salah satu yang jadi favorit saya adalah Hot Teok. Ini adalah jajanan minimalis, namun rasanya tak terlupakan. Hot Teok umumnya hanya muncul di musim-musim tertentu, biasanya menjelang musim dingin atau musim semi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot teok banyak dijual di seantero Seoul. Mas Kelik, mantan diplomat kita di KBRI Seoul, dulu pernah merekomendasikan daerah Insadong kalau mau cari hot teok yang enak. Sejak itu, kalau mampir ke Seoul, saya selalu mencoba untuk melipir ke Insadong dan mencicipi hot teok. Memang tak salah. Lokasi Insadong yang ramai dengan turis menjadikan hot teok semacam ikon jajanan di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sidang puncak G-20 di Seoul pekan lalu, saya mencoba kembali untuk melipir ke daerah ke Insadong. Sesampai di Insadong, terlihat antrian para pembeli hot teok telah memanjang hingga ke ujung jalan. Memang jajanan ini cukup hip dan happening buat masyarakat Seoul maupun para turis. Kita bisa mengantri sekitar 15 hingga 30 menit untuk mendapatkan hot teok. Harganya juga murah, sekitar 1000 Won atau 8000 Rupiah untuk sepotong hot teok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY0YyG9L3I/AAAAAAAAAaA/aIgJ9V8OBW4/s1600/hotteok2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY0YyG9L3I/AAAAAAAAAaA/aIgJ9V8OBW4/s320/hotteok2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545677591525797746" /&gt;&lt;/a&gt; Sebagai penganan, sebenarnya hot teok ini tidak terlalu istimewa. Ia lebih mirip kue serabi atau pancake kalau di Indonesia. Hotteok dibuat dari adonan tepung, telur, dan campuran lainnya yang kemudian diisi oleh gula merah atau caramel. Adonan ini dibuat bulat-bulat dengan tangan, kemudian diletakkan di panggangan yang panas mendidih. Penjual hot teok kemudian menekan adonan dengan alat untuk meratakannya hingga menjadi semacam pancake. Setelah berwarna kuning keemasan, hot teok siap disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rasa, hot teok sungguh enak dicicip sebagai camilan di tengah udara yang dingin menggigit. Tekstur hot teok adalah perpaduan kekenyalan antara roti dengan mochi. Rasanya lembut tapi mengandung unsur chewy yang kenyal-kenyal hangat. Apalagi saat kita menyentuh kelembutan gula dan caramel yang meleleh di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah udara dingin, hot teok enak dimakan panas-panas. Itulah makanya dinamakan HOT teok. Ho adalah tiruan ungkapan dari orang yang meniup makanan panas.. ho ho ho &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencicipi Hot Teok kalau anda mampir ke Seoul. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-453909736606551580?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/home.php?sk=lf#!/note.php?note_id=461193821462' title='Jajan Hotteok di Seoul'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/453909736606551580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=453909736606551580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/453909736606551580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/453909736606551580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/12/jajan-hotteok-di-seoul.html' title='Jajan Hotteok di Seoul'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/TPY0AMdrrxI/AAAAAAAAAZ4/80LbWFZw4qo/s72-c/hotteok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-5577675234148780375</id><published>2010-04-18T10:15:00.010+07:00</published><updated>2010-04-18T10:32:37.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musim Semi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakura 2010'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hanami di Tokyo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Junanto Herdiawan'/><title type='text'>Sakura, Love is In The Air</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p6zx3e6nI/AAAAAAAAATs/uGq43MWJh3g/s1600/sakura+hanami.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p6zx3e6nI/AAAAAAAAATs/uGq43MWJh3g/s320/sakura+hanami.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461312528118114930" /&gt;&lt;/a&gt; Musim semi tiba lebih cepat di Jepang. Sejak pekan lalu, kuntum bunga sakura mulai menyembul dan tampak di sudut-sudut kota Tokyo. Bersemi memberi keindahan. Burung, lebah, dan kumbang, beterbangan di taman, melakukan proses penyerbukan. Aura cinta semerbak di penjuru kota. Seperti lagu Tom Jones, “&lt;em&gt;Love is in the air…In the whisper of the trees…..” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga sakura adalah bunga kebanggaan masyarakat Jepang. Bunga ini hanya tumbuh selama dua minggu dalam setahun. Dan puncak mekarnya, mungkin hanya beberapa hari. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan puncak mekar Sakura tahun ini jatuh pada 1 April 2010. Karena waktunya singkat, maka penduduk Jepang tidak pernah melewatkan keindahan sakura setiap tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau dilihat secara individual, bunga sakura tidak terlampau istimewa. Bunga ini sangat kecil, rapuh, dan memiliki lima kelopak yang berwarna pink muda, sulit untuk dinikmati keindahannya. Namun kalau kita melihat sakura tumbuh berjama’ah dalam kanopi pohon, keindahannya baru terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8pJj4VrI/AAAAAAAAAUc/lebazv3WdzQ/s1600/sakura+shinjuku+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8pJj4VrI/AAAAAAAAAUc/lebazv3WdzQ/s320/sakura+shinjuku+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461314544523040434" /&gt;&lt;/a&gt; Di Tokyo, banyak tempat untuk melihat bunga sakura. Tempat yang paling populer bagi warga Tokyo adalah Ueno Park. Ini adalah sebuah taman yang luas dan ditumbuhi lebih dari 1000 pohon sakura. Namun tempat ini padatnya luar biasa saat musim sakura tiba. Pilihan lainnya yang menarik juga adalah Shinjuku Gyoen Park di daerah Shinjuku. Taman ini adalah perpaduan taman Eropa dan Jepang. Selain bisa melihat Sakura, berbagai bunga lainnya juga tumbuh di sana. Kepadatannya agak terkurangi, karena taman ini tidak gratis, alias harus membayar sekitar 300 yen per orang kalau mau masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat melihat Sakura yang menjadi favorit juga adalah di sepanjang bantaran Meguro River. Di bantaran kali Meguro itu, kita dapat melihat deretan bunga Sakura nan indah berjejer dan menjuntai ke arah sungai, menampilkan bayang yang indah terpantul di permukaan air. Kelopak sakura yang berguguran mengalir dibawa hanyut aliran sungai. Sungguh indah dipandang. Tempat lain yang bisa dijadikan alternatif adalah Asakasa Sacas di Asakasa, Roppongi Hills, Senzokuike Park, dan Asukayama Park. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jepang tidak pernah melewatkan kesempatan setahun sekali untuk berpiknik di bawah pohon sakura. Tradisi ini dinamakan hanami. Setiap keluarga, bahkan kantor-kantor mengadakan tradisi hanami di taman pada masing-masing kota. Tradisi Hanami konon dimulai pada periode Nara (710-794) untuk meniru kebiasaan masyarakat Cina yang menyaksikan pohon plum berbuah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p69FwWzhI/AAAAAAAAAT0/D6wD1jjIC0k/s1600/sakura+KBRI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p69FwWzhI/AAAAAAAAAT0/D6wD1jjIC0k/s320/sakura+KBRI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461312688075755026" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Dubes RI di Jepang, Prof. Dr. Yusuf Anwar, setiap tahun juga selalu mengundang keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia di Tokyo untuk ikut melakukan tradisi hanami di Wisma Duta KBRI Tokyo. Di sana banyak tumbuh pohon sakura yang sudah tua umurnya dan kalau berbunga sangat indah. Rupanya beliau ingin kita semua juga bersilaturahmi dan merayakan keagungan Tuhan di Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jepang memang percaya bahwa Sakura adalah gerbang antara manusia dan Tuhan. Oleh karena itu mereka akan memprotes apabila ada orang yang merusak, apalagi menebang pohon sakura. Sambil mengamati keindahan sakura, tak mungkin kita melupakan keagungan Tuhan. Tradisi tafakur inilah yang menjadikan masyarakat Jepang begitu mencintai Sakura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Jepang, sakura juga tumbuh di Washington DC. Pada tahun 1912, walikota Tokyo menghadiahkan 3000 bibit pohon sakura kepada Walikota Washington DC untuk ditanam sebagai lambang persahabatan. Orang Amerika menyebut sakura dengan &lt;em&gt;cherry blossom.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan sakura di berbagai tempat tersebut menjadi pengingat akan makna kata nikmat. Sakura menjadi indah karena ia tumbuh hanya sebentar saja. Sementara manusia kadang take for granted dengan apa yang ia miliki setiap hari. Hal yang ada dan dimiliki setiap hari, dianggap biasa dan sudah merasa haknya. Sikap itu mengurangi syukur akan nikmat, seperti nikmat kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan lainnya. Dalam kalimat Al Ghazali yang optimis,”tak ada, dalam deretan apa yang mungkin, sesuatu yang lebih bagus dan menakjubkan dari ciptaan dan pemberian Tuhan”. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan mensyukuri keindahan Sakura, beberapa hari lalu saya berjumpa dengan sekumpulan gadis-gadis muda Tokyo. Mereka berkeliling kota, menikmati sakura, dan bernyanyi kecil. Anda pasti tahu lagu itu. Judulnya, Sakura. Masih ingat liriknya? Begini lagunya: &lt;em&gt;sakura/sakura/noyamamo satomo/miwatasu kagiri/kasumi-ka kumo-ka/asahi-ni ni ou/sakura-sakura/hanazakari. &lt;/em&gt;Kalau diterjemahkan ke Indonesia kira-kira artinya: sakura/sakura/di gunung dan di desa/sejauh mata memandang/tampak bagai kabut atau gumpalan awan/semerbak harum di pagi hari/sakura/sakura/merekah penuh pesona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati musim semi dan mensyukuri nikmat Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8PeCyhAI/AAAAAAAAAUU/hvsAEMURJd0/s1600/sakura+ladies.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8PeCyhAI/AAAAAAAAAUU/hvsAEMURJd0/s320/sakura+ladies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461314103344792578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p9K0QXpPI/AAAAAAAAAU0/53CZ7koxV_A/s1600/sakura+roppongi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p9K0QXpPI/AAAAAAAAAU0/53CZ7koxV_A/s320/sakura+roppongi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461315122919613682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8-sL3WdI/AAAAAAAAAUs/Wxp9aAIZKrk/s1600/sakura+shinjuku+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p8-sL3WdI/AAAAAAAAAUs/Wxp9aAIZKrk/s320/sakura+shinjuku+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461314914594806226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p821w5TSI/AAAAAAAAAUk/JXVSX5CYjnY/s1600/sakura+shinjuku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p821w5TSI/AAAAAAAAAUk/JXVSX5CYjnY/s320/sakura+shinjuku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461314779727088930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-5577675234148780375?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/5577675234148780375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=5577675234148780375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5577675234148780375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5577675234148780375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/04/sakura-love-is-in-air.html' title='Sakura, Love is In The Air'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S8p6zx3e6nI/AAAAAAAAATs/uGq43MWJh3g/s72-c/sakura+hanami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-4681987947641173918</id><published>2010-03-16T07:24:00.006+07:00</published><updated>2010-03-16T07:31:30.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maguro Sushi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sushi terenak sedunia'/><title type='text'>Maguro Sushi Terenak Sedunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57QrIjoYGI/AAAAAAAAAR8/ucqja4AdfSw/s1600-h/sushi+setto+maguro.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57QrIjoYGI/AAAAAAAAAR8/ucqja4AdfSw/s320/sushi+setto+maguro.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449022038614761570" /&gt;&lt;/a&gt; Makanan Jepang yang paling populer adalah sushi dan sashimi. Tapi tak semua orang suka karena elemen utamanya adalah ikan mentah. Orang Jepang memang suka sekali makan ikan mentah. Dulu, saya paling tidak suka makan ikan mentah. Gimana gitu rasanya, mentah kok dimakan. Tapi rupanya itu hanya soal paradigma. Sejak kecil kita terbiasa makan masakan yang diproses hingga matang. Jadi, hambatan terbesar adalah pada pikiran kita yang melihat bahwa ikan mentah itu amis dan geli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masalahnya di pikiran, dan bukan di lidah, maka membenahi pikiran adalah jalan utama untuk bisa mencicipi ikan mentah. Dan ketika hal itu diatasi, saya jamin, anda akan tergila-gila mencicipi sushi dan sashimi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Q7tR7yBI/AAAAAAAAASU/2jsBS7yBGz0/s1600-h/sushi+chirashi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Q7tR7yBI/AAAAAAAAASU/2jsBS7yBGz0/s320/sushi+chirashi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449022323350554642" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang kita kerap rancu antara istilah sashimi dan ragam sushi. Sashimi adalah irisan ikan mentah. Sementara sushi adalah nasi sekepal yang diberi seiris ikan mentah di atasnya. Sushi jenis ini dikenal dengan nama Nigiri-Zushi. Jenis sushi Nigiri inilah yang populer di Jepang. Sementara, jenis sushi lain yang sering kita lihat adalah Maki-Zushi, atau sushi roll, yang disajikan berbentuk roll atau silinder. Jenis sushi lainnya adalah Temaki-zushi, yaitu sushi yang dibuat berbentuk cone. Ada satu lagi jenis sushi lain yang baru saya cicipi akhir-akhir ini. Namanya Chirashi-Zushi. Ini adalah irisan ikan mentah (biasanya tuna), telur ikan salmon, irisan telur dadar, nori dan wasabi, yang disebar dan dijadikan topping di atas nasi hangat dalam sebuah bowl. Bisa juga disebut sushi bowl. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar ikan Tsukiji Tokyo, ada banyak warung sushi yang ramai dikunjungi penggila sushi. Salah satu yang menjadi favorit banyak orang adalah Sushi Zanmai. Warung ini memang terkenal menyajikan sushi ikan tuna atau Maguro yang terenak sedunia. Soal rasa memang selera, tapi soal maguro sushi ini nampaknya anda akan sependapat. Di warung ini, anda akan dibawa melayang tinggi menikmati ekstase dari sajian maguro sushinya. Semakin segar daging ikan tuna, semakin tinggi harganya, dan semakin nikmat rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maguro atau ikan tuna, adalah ikan yang paling pupuler untuk dijadikan sushi di Jepang. Maguro berasal dari jenis ikan bluefin tuna yang mulai langka dan dibatasi penangkapannya. Tak heran harganya bisa sangat mahal. Kalau di restoran top kota Tokyo, satu biji maguro sushi bisa dihargai 2000 yen atau sekitar Rp200.000. Tapi di Sushi Zanmai Tsukiji, harganya jauh lebih murah dan kadang sering di-Sale dengan discount yang lumayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Q2yN_vJI/AAAAAAAAASM/d8yPOLgWCoE/s1600-h/sushi+toro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Q2yN_vJI/AAAAAAAAASM/d8yPOLgWCoE/s320/sushi+toro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449022238776867986" /&gt;&lt;/a&gt; Daging di bagian perut tuna, disebut dengan toro. Ini adalah bagian dari tuna yang paling lezat dan berlemak. Kalau kita memesan set maguro, maka akan disajikan urutan maguro toro berdasarkan kasta-kastanya, mulai dari yang uenak, sangat uenaaak, dan mak nyoosss. Bagian pertama yang disajikan adalah Akami. Akami adalah daging dari tuna. Kalau kita memesan maguro di restoran sushi, hampir dipastikan kita mendapatkan akami. Rasa akami ini sungguh enak dan lembut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah akami, beranjaklah mencicipi Toro. Nah, inilah bagian yang berlemak dari ikan tuna, diperoleh dari bagian perutnya. Toro dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah, chutoro, yang merupakan bagian perut antara daging dan sisi terdalam perut (otoro). Rasa chutoro ini begitu ueendang gulindang, lembut, dan berlemak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari chutoro, sekarang cicipi otoro atau O-toro. Inilah bagian yang paling berlemak dan lembut dari tuna, yang terdapat di sisi paling bawah dari ikan tuna. Cicipi O-toro, anda akan merasakan puncak kenikmatan. Rasanya begitu lembut tak tepermanai, meleleh di atap langit-langit mulut anda. Mencicipi toro ini, anda seolah dibawa melayang bersama ikan tuna menyelami debur lautan samudra atlantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang ikan menjadi sangat penting dalam menikmati sushi. Selain Maguro, yang populer juga adalah salmon (sake), selain itu ada saba (mackerel) yang agak berlemak dan amis. Udang (ebi), kerang (hotategai), scalop (hotate), kepiting (kani), cumi (ika), octopus (tako), juga biasa disajikan sebagai sashimi atau sushi. Oh ya, ada lagi anago (belut laut) dan unagi (belut air tawar) yang lezat. Yang menarik juga untuk dicoba adalah uni (bulu babi). Rasanya segar dan lezat. Bulu babi? yup, cobalah. Mungkin inilah babi yang halal untuk dimakan hehehe… Selamat mencicipi Sushi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sushi.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57QxldAriI/AAAAAAAAASE/-nNfl57-MqE/s1600-h/sushi+zanmai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57QxldAriI/AAAAAAAAASE/-nNfl57-MqE/s320/sushi+zanmai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449022149450837538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-4681987947641173918?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/4681987947641173918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=4681987947641173918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4681987947641173918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4681987947641173918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/maguro-sushi-terenak-sedunia.html' title='Maguro Sushi Terenak Sedunia'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57QrIjoYGI/AAAAAAAAAR8/ucqja4AdfSw/s72-c/sushi+setto+maguro.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-6964269186786562602</id><published>2010-03-16T07:19:00.005+07:00</published><updated>2010-03-16T07:22:53.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesetiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hachiko'/><title type='text'>Kesetiaan Hachiko</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57O4Air85I/AAAAAAAAARs/nqpfcemmDgs/s1600-h/hachiko.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57O4Air85I/AAAAAAAAARs/nqpfcemmDgs/s320/hachiko.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449020060778361746" /&gt;&lt;/a&gt; Masih adakah kesetiaan di kota besar seperti Jakarta dan Tokyo? Di abad modern ini, makna kata setia seolah memudar terhempas godaan. Sebagaimana sajak Chairil Anwar dulu, Cinta adalah bahaya yang lekas pudar….. &lt;em&gt;Aku seperti juga kamu, semua lekas berlalu. Aku dan Tuti + Greet + Amoi… hati terlantar…. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang lekas pudar. Oleh karenanya, kesetiaan menjadi kata keramat. Di stasiun kereta Shibuya, Tokyo, makna kesetiaan diabadikan pada sebuah patung anjing yang bernama Hachiko. Menurut cerita, di tahun 1924, Hachiko adalah seekor anjing yang dimiliki oleh Professor Huidesaburo Ueno, seorang professor pertanian di Universitas Tokyo. Semasa hidupnya, Hachiko selalu mengantar Profesor Ueno ke kantor dan menyambutnya setiap sore di Stasiun Shibuya. Hal ini berlangsung beberapa lama. Sampai dengan suatu hari di bulan Mei 1925, Profesor Ueno tidak kembali dengan kereta di sore hari. Siang itu, di Universitas Tokyo, ia terkena serangan stroke dan meninggal pada hari itu juga. Ia tak pernah kembali ke stasiun Shibuya, tempat di mana Hachiko menantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sore itu, Hachiko menanti di stasiun Shibuya hingga orang terakhir keluar dari kereta api. Ia tak pernah menemukan tuannya lagi. Tak putus asa, keesokan harinya, Hachiko kembali lagi ke stasiun dan menunggu sang tuan. Hari demi hari berlalu, Hachiko kembali dan kembali menunggu sang tuan di pintu stasiun Shibuya. Beberapa penumpang kereta memperhatikannya. Hachikopun mulai menarik perhatian mereka. Hachiko diajak bermain serta diberikan makanan selama ia menunggu sang tuan. Masa penantian itu berlangsung terus hingga 10 tahun, sampai Hachiko menjemput kematiannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57O9vOhCbI/AAAAAAAAAR0/Y5g_k4hPDJI/s1600-h/hachiko+2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57O9vOhCbI/AAAAAAAAAR0/Y5g_k4hPDJI/s320/hachiko+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449020159209572786" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mengenang kesetiaan Hachiko, masyarakat Jepang membangun patung perunggu Hachiko pada bulan April 1934. Kalau kita naik kereta dan turun di stasiun Shibuya, salah satu pintu keluarnya dinamakan Hachiko Exit, atau Hachiko-guchi dalam bahasa Jepang. Menurut cerita seorang kawan, setiap tahun, pada tanggal 8 April selalu diadakan upacara mengenang kesetiaan Hachiko di patung tersebut. Kisah kesetiaan anjing memang banyak dikenang dalam berbagai cerita. Bahkan di Kitab Suci pun dikenal kisah Shahibul Kahfi, tentang para pemuda dan seekor anjing yang setia. Kalau ada binatang yang masuk surga, binatang itu adalah anjing karena kesetiaannya yang melebihi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, patung Hachiko juga menjadi tempat kumpul anak muda Jepang. Katanya, kalau kita melihat seorang wanita sedang sendirian di bawah patung Hachiko, berarti dia sedang mencari pasangan. Mungkin ia berharap dapat menemukan pasangan yang setia di sana karena aura dari spirit Hachiko. Sore itu, saya melihat beberapa gadis Jepang sedang duduk sendiri-sendiri di bawah patung Hachiko. Mereka muda dan cantik-cantik. Sungguh menggoda memang. Tapi, cukuplah bagi saya sekedar memandang anak-anak muda itu di sana hehehe….. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-6964269186786562602?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/6964269186786562602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=6964269186786562602' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/6964269186786562602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/6964269186786562602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/kesetiaan-hachiko.html' title='Kesetiaan Hachiko'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57O4Air85I/AAAAAAAAARs/nqpfcemmDgs/s72-c/hachiko.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-3060347804628425465</id><published>2010-03-16T07:13:00.004+07:00</published><updated>2010-03-16T07:17:59.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Dewasa di Jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sheijin Shiki'/><title type='text'>Makna Menjadi Dewasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57NzlGmujI/AAAAAAAAARc/lnR7ITpwZJI/s1600-h/seijin+shiki.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57NzlGmujI/AAAAAAAAARc/lnR7ITpwZJI/s320/seijin+shiki.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449018885181717042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut iklan rokok, “Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa itu pilihan”. Dan nampaknya, iklan itu menjadi valid saat kita melihat kehidupan politik di Indonesia beberapa hari terakhir. Bahwa usia tua ternyata bukan penanda kedewasaan. Banyak juga kita melihat seseorang yang usianya sudah tua namun perilakunya masih manja dan kekanak-kanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kedewasaan seseorang bisa menjadi tolok ukur kedewasaan suatu bangsa. Di Jepang, makna kedewasaan mendapat perhatian yang serius. Setiap hari Senin minggu kedua bulan Januari, diadakan upacara yang bernama Seijin Shiki atau Hari Menjadi Dewasa. Ini adalah upacara tahunan yang diadakan pemerintah lokal di setiap wilayah dengan mengundang semua anak yang telah mencapai 20 tahun. Tahun ini, hari Sheijin Shiki jatuh pada tanggal 11 Januari 2010, yang juga dijadikan hari libur nasional di Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57N5baXn-I/AAAAAAAAARk/3MEDeaWLgAI/s1600-h/seijin+shiki+2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57N5baXn-I/AAAAAAAAARk/3MEDeaWLgAI/s320/seijin+shiki+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449018985659473890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Acara menjadi dewasa ini dipusatkan di setiap balai kota pada masing-masing wilayah atau kotamadya. Salah satunya adalah di Meguro Parsimony Hall, atau balai rakyat Meguro. Acara dimulai pada pukul 13.00 dan selesai menjelang 14.30. Di acara tersebut, para remaja berkumpul bersama mengenakan busana kimono aneka warna dan berbagai variasi. Setelah kumpul, para sesepuh dan tetua kota memberi wejangan kepada mereka tentang makna menjadi dewasa. Menurut teman warga Jepang yang dulu pernah ikut upacara sejenis, menjadi dewasa berarti bertanggung jawab akan kebebasan yang diberikan. Boleh melakukan apa saja, tapi akibatnya ditanggung sendiri, dan ia harus berani mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Para orang tua juga menyadari hal itu dengan tidak memanjakan dan memberi kesempatan anaknya untuk mandiri. Inilah makna kedewasaan yang ditanamkan pada upacara Seijin Shiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar remaja yang ikut dalam upacara Sheijin Shiki datang diantar oleh orang tuanya. Wajah mereka sumringah dan segar penuh tawa. Dengan mengenakan kimono, mereka melanjutkan hari dengan mengunjungi kuil yang ada di seantero Tokyo atau sekedar berjalan-jalan di kota. Cobalah berkeliling ke wilayah Asakusa, Shibuya, atau Ginza. Maka anda akan menemukan banyak rombongan anak muda Tokyo yang menggunakan kimono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu mereka telah “dilantik” menjadi orang dewasa. Mereka boleh bebas melakukan apa saja, mau merokok, minum alkohol, ataupun - maaf-maaf - berhubungan seks. Tapi esensinya bukan itu. Esensi menjadi dewasa adalah bertanggung jawab akan keputusan yang diambilnya. Menjadi dewasa berarti menghargai kebebasan yang dimiliki dan menyadari manfaat dan kerugian suatu tindakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-3060347804628425465?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/3060347804628425465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=3060347804628425465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3060347804628425465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3060347804628425465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/makna-menjadi-dewasa.html' title='Makna Menjadi Dewasa'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57NzlGmujI/AAAAAAAAARc/lnR7ITpwZJI/s72-c/seijin+shiki.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1114589903865744751</id><published>2010-03-16T06:55:00.007+07:00</published><updated>2010-03-16T07:12:47.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Baru di Jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuil Meiji'/><title type='text'>Tahun Baru di Kuil Meiji</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57KFPpndKI/AAAAAAAAAQ8/6ADRHNoC64Q/s1600-h/Kuil+Meiji+Pintu.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57KFPpndKI/AAAAAAAAAQ8/6ADRHNoC64Q/s320/Kuil+Meiji+Pintu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449014790614119586" /&gt;&lt;/a&gt; Bagi masyarakat Jepang, tahun baru bukanlah momen pesta pora. Tahun baru justru dilalui dengan nafas syahdu. Berkumpul bersama keluarga dan berdoa, adalah kegiatan pokok masyarakat Jepang di tahun baru. Tak heran kalau perayaan tahun baru di Tokyo jarang sekali masuk dalam deretan kota-kota dunia yang diliput TV. Kalau New York, Paris, dan Sydney, merayakan pesta kembang api dengan gemerlap, Tokyo merayakannya zonder terompet dan mercon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun baru, masyarakat Jepang yang mayoritas beragama Shinto, memadati kuil (shrine) yang banyak terdapat di setiap kota. Shinto adalah agama mayoritas dan tertua masyarakat Jepang yang juga dikenal dengan sebutan Kami-No-Michi atau Jalan Dewa (Ruh). Ajaran Shinto menyeimbangkan antara pikiran, perbuatan, serta kebersihan jiwa dan fisik. Selain kuil Shinto, kuil Buddha juga menjadi tujuan hampir seluruh penduduk, baik tua maupun muda. Mereka berkumpul bersama, dan saat detik tahun baru tiba, beramai-ramai melepas balon ke udara. Ribuan balon terbang ke angkasa membawa doa dan harapan, agar sang Dewa membaca dan mengabulkan permintaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57MVnMyh8I/AAAAAAAAARE/dMYR9GrW4TE/s1600-h/Kuil+Meiji+Pintu+2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57MVnMyh8I/AAAAAAAAARE/dMYR9GrW4TE/s320/Kuil+Meiji+Pintu+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449017270836824002" /&gt;&lt;/a&gt; Salah satu kuil Shinto yang terkenal di kota Tokyo adalah Meiji Shrine yang terletak di daerah Harajuku. Di tahun baru, hampir 3 juta orang memadati kuil Meiji untuk mencari ketenangan jiwa. Saking padatnya para peziarah, untuk sampai ke kuil Meiji kita harus rela antri berjam-jam lamanya. Dan pada kerumunan berjuta orang itulah, saya merayakan tahun baru 2010 di kota Tokyo. Dalam gigitan angin musim dingin yang menusuk tulang, saya lebur dan hanyut mengikuti arus para peziarah di kuil Meiji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuil Meiji dibangun pada masa Kaisar Meiji (1868-1912) dan merupakan kuil Shinto tertua di Tokyo. Salah satu ciri khas dari kuil Shinto adalah pintu gerbang besarnya yang disebut Otorii. Pintu gerbang ini dibuat dari kayu Cypress (sejenis pohon cemara) yang dibawa dari Taiwan dan usianya lebih dari 1500 tahun. Sebelum memasuki Kuil ini, para peziarah umumnya membawa persembahan-persembahan yang diperuntukkan bagi para Dewa. Ada anak panah kayu, ada kertas uang dan berbagai simbol lain yang diserahkan pada sebuah gubug kecil sebelum memasuki gerbang kuil. Mereka percaya bahwa Dewa akan menerima persembahan itu dan memberi balasan yang setimpal. Tak jauh dari kuil itu, terdapat Naien Garden, sebuah taman yang konon merupakan replika surga firdaus di muka bumi. Taman itu dibangun oleh kaisar Meiji sebagai bukti cinta kepada sang permaisuri. Tamannya begitu indah karena berisikan segala jenis tanaman dari penjuru Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Mb8CUkEI/AAAAAAAAARM/mrasDpBTBrI/s1600-h/kuil+air+suci.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Mb8CUkEI/AAAAAAAAARM/mrasDpBTBrI/s320/kuil+air+suci.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449017379509276738" /&gt;&lt;/a&gt; Masuk ke kuil Shinto harus mengikuti etika kuil. Pertama, para peziarah harus melalui otorii (pintu gerbang). Pintu gerbang itu menyimbolkan hijrahnya jiwa pada tingkatan yang lebih baik. Selanjutnya kita diharapkan menyucikan diri dengan air suci. Kita mencuci tangan, muka, dan meneguk sedikit air suci sebelum memasuki kuil. Dalam perjalanan masuk ke kuil, lemparkanlah koin pada beberapa gentong yang ada disana. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus melepaskan diri dari ikatan kekayaan dan harta benda duniawi. Setelah itu, di dalam kuil kita diminta menundukkan badan sebanyak dua kali, dan menepuk tangan sebanyak dua kali, atau membunyikan bel. Setelah itu menunduklah sekali lagi sebelum keluar. Etika ini perlu diikuti oleh para peziarah sebagai prasyarat menuju ketenangan jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jepang yang tingkat kehidupan dan ekonominya jauh di atas kita, begitu “tahu diri” dalam menyambut pergantian tahun. Bukan dengan pesta pora, namun dengan takzim memadati kuil. Merenungkan kehidupan yang sudah berlalu, dan berharap mampu menapaki jalan ke depan dalam lindungan para Dewa. Tak hanya yang tua, namun kebanyakan justru generasi muda, keluarga dengan anak-anaknya, pasangan muda, bahkan para kekasih yang sedang memadu asmara. Mereka rela mengantri berjam-jam untuk merayakan tahun baru dengan syahdu. Kultur spiritual yang kuat memang menjadi kekuatan masyarakat Jepang. Saat dunia berubah dengan pesta pora, kultur ini tak luntur diterpa godaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita, awal tahun 2010 ditandai oleh banyak cobaan, baik secara sosial, ekonomi, maupun politik. Kitapun masih berduka karena berpulangnya Gus Dur, yang kita cintai. Negeri kita sedang dirundung duka dan masalah yang belum usai. Oleh karenanya, kita bersedih melihat pesta pora perayaan tahun baru dengan mercon di mana-mana. Sungguh ironis.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57MiR61wjI/AAAAAAAAARU/TZVUOA8YirI/s1600-h/kuil+antrian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57MiR61wjI/AAAAAAAAARU/TZVUOA8YirI/s320/kuil+antrian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449017488462692914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1114589903865744751?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1114589903865744751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1114589903865744751' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1114589903865744751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1114589903865744751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/tahun-baru-di-kuil-meiji.html' title='Tahun Baru di Kuil Meiji'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57KFPpndKI/AAAAAAAAAQ8/6ADRHNoC64Q/s72-c/Kuil+Meiji+Pintu.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-5017789614212827817</id><published>2010-03-16T06:46:00.008+07:00</published><updated>2010-03-16T06:54:56.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Oplosan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Gopek'/><title type='text'>Mabuk Teh Oplosan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57HaFP37mI/AAAAAAAAAQM/iP3pACoFIew/s1600-h/teh+oplos+komunitas.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57HaFP37mI/AAAAAAAAAQM/iP3pACoFIew/s320/teh+oplos+komunitas.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449011850064162402" /&gt;&lt;/a&gt; Bagi orang Jawa, ritual minum teh tak serumit orang Jepang, China, atau Inggris yang penuh ritus, mengakar, dan kaya makna. Merek-merek teh ternama, seperti Twinning dan Dilmah, menyajikan “provenance” (daerah asal) teh jenis Assam, Darjeeling, Lady Grey, Earl Grey, dan aneka ragam varian lainnya yang mendunia dan melambangkan aristokrasi budaya minum teh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi orang Jawa, minum teh ..ya minum teh. They simply just drink tea. Waktu saya kecil, almarhum mbah buyut di Solo kerap membuat teh nasgitel di rumahnya. Nasgitel adalah akronim dari “panas legi kenthel”. Cara membuat tehnyapun non standar, alias menerabas rambu-rambu para pecinta teh. Kita tahu bahwa teh sangat volatil. Untuk itu, menyeduhnya perlu kehati-hatian. Biasanya, teh diseduh agar senyawa katekin, kafein, serta asam amino keluar secara maksimal sehingga cita rasa dan aroma teh lebih terasa. Menuangnya juga harus hati-hati, perlu ritual sendiri agar tidak merusak rasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat si mbah, ia tak peduli aturan itu. Si mbah menggodok atau merebus air di atas kayu bakar. Menjerangnya dan menggodok teh secara langsung, bukan diseduh secara lembut. Dan menuangnyapun begitu saja seolah tanpa perasaaan, tak beda dengan menuang gayung di kamar mandi. Meski demikian, soal rasa teh si mbah, hmmm jangan tanya. Selain harum dan kental, aroma kayu bakar membuat bau sangit pada teh yang membuatnya lezaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57H3Ljd8_I/AAAAAAAAAQU/UyZXp8-_ZAg/s1600-h/teh+oplos+muji+rahayu.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57H3Ljd8_I/AAAAAAAAAQU/UyZXp8-_ZAg/s200/teh+oplos+muji+rahayu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449012349973165042" /&gt;&lt;/a&gt; Untuk merek teh favorit di Jawa, bermacam-macam. Ada teh Gardoe, teh 999, teh sepeda balap, teh Gopek, teh cap Nyapu, teh Sintren, dan aneka ragam merek lain yang sulit ditemukan di Jakarta, apalagi di luar negeri. Dan malam itu, di wedhangan Muji Rahayu, sang bartender teh membawa kembali kenangan teh kreasi mbah buyut. Sang bartender tampil menunjukkan kepiawaiannya menggodok dan meracik teh. Rasanya, kampung banget. Panas, Legi, dan Kenthel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cecap secara lebih dalam lagi, cita rasa teh di berbagai warung di Solo tak pernah sama. Bahkan di setiap rumah juga demikian. Mengapa? Karena ternyata mereka melakukan oplosan atau blending dari berbagai merek teh yang ada. Bagi yang suka sepat, atau manis, atau warna merah, campurannya berbeda-beda sesuai selera. Di wedhangan Muji Rahayu, kombinasi yang dipakai adalah Teh Gardoe dan Teh Sintren. Keduanya di-blended dengan takaran tertentu sehingga menghasilkan cita rasa yang sepat, sangit, namun mantab. Oplosan lain yang terkenal adalah Teh Sintren dicampur Teh 999 atau Teh Nyapu dicampur Teh 999 dgn perbandingan 2:1. Ada juga campuran teh Gopek dengan Teh Nyapu, ataupun eksperimen lain sesuai dengan selera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57H-8B7hUI/AAAAAAAAAQc/iYyLWguG2oM/s1600-h/teh+sintren.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57H-8B7hUI/AAAAAAAAAQc/iYyLWguG2oM/s200/teh+sintren.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449012483244918082" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi beberapa orang yang tidak terbiasa dengan teh oplosan, bablas ora enak tenan rasane, alias bakal terkaget-kaget dengan rasanya. Memang, teh seperti ini tak laku di Eropa dan dunia Global. Teh dari Indonesia tidak satupun yang dikenal memiliki “provenance” top. Jenis teh yang ada tersebut memang teh kualitas rendah. Teh tersebut dibuat bukan dari pucuk pilihan terbaik, bahkan ada yang dari batang-batang teh sisa. Sementara pucuk terbaik, diekspor atau bahkan diproduksi di luar negeri. Hal ini mengakibatkan harganya selalu menjadi sangat murah karena hanya dipakai sebagai oplosan atau pencampur teh. Proses meracik teh ala Indonesia juga tidak ada yang terkenal mendunia, meski Indonesia adalah produsen teh nomer 6 didunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski teh oplosan Jawa adalah teh yang terpinggirkan dari dunia teh global, bagi saya mereka tetap jagoan. Mereka terpinggirkan bukan karena kesalahannya. Itu soal selera. Oleh karenanya, di hari terakhir kami di Solo, kami mampir ke toko “Sami Luwes” yang menyediakan aneka teh Jawa. Kami memborong aneka merek teh kampung yang sulit diperoleh di Jakarta. Kita bertekad untuk meng-oplos teh, dan Mabuk Teh Oplosan. Selamat meng-oplos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IXaxWc5I/AAAAAAAAAQ0/dnzw4AT0jCc/s1600-h/teh+nyapu.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IXaxWc5I/AAAAAAAAAQ0/dnzw4AT0jCc/s200/teh+nyapu.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449012903813739410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IPUengfI/AAAAAAAAAQs/Ie6sd7PwE9A/s1600-h/teh+gardoe.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IPUengfI/AAAAAAAAAQs/Ie6sd7PwE9A/s200/teh+gardoe.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449012764685599218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IHj2S2aI/AAAAAAAAAQk/mN_59yNq2ks/s1600-h/teh+gopek.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57IHj2S2aI/AAAAAAAAAQk/mN_59yNq2ks/s200/teh+gopek.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449012631372487074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-5017789614212827817?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/5017789614212827817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=5017789614212827817' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5017789614212827817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5017789614212827817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/mabuk-teh-oplosan.html' title='Mabuk Teh Oplosan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57HaFP37mI/AAAAAAAAAQM/iP3pACoFIew/s72-c/teh+oplos+komunitas.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1026070247794977278</id><published>2010-03-16T06:22:00.006+07:00</published><updated>2010-03-16T06:43:05.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecel Wader'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecel Malang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecel Ndeso'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasi Pecel'/><title type='text'>Geef Mij Maar Nasi Pecel</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57CfTM52-I/AAAAAAAAAPs/7c_GDevVNqw/s1600-h/pecel+batu+malang.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57CfTM52-I/AAAAAAAAAPs/7c_GDevVNqw/s200/pecel+batu+malang.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449006442151009250" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau &lt;em&gt;Wieteke Van Dort &lt;/em&gt;dulu punya extended version dari lagu “&lt;em&gt;Geef Mij Maar Nasi Goreng&lt;/em&gt;”, mungkin ia akan menambahkan menu nasi pecel dalam lagunya. Karena nasi pecel adalah cerminan bangsa Indonesia yang agraris dan beragam. Menjadi bangsa Indonesia adalah juga menjadi bangsa yang sederhana namun menyimpan banyak makna. Nasi Pecel adalah abstraksi filosofi tersebut. Dalam sepiring nasi pecel, kita menemukan kesederhanaan, keragaman, dan makna jati diri kita. Mulai dari masyarakat pinggiran, tengah, hingga atas, semua makan nasi pecel. Mulai dari warung kaki lima, hingga restoran bintang lima, semua menyajikan nasi pecel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pecinta pecel, saya selalu mencoba menelusuri berbagai tempat untuk mencicipi nasi pecel lokal. Mengapa demikian? Karena “Not All Nasi Pecel Are Created Equal”. Nasi pecel tak pernah disajikan sama. Meski pilar dasar dari pecel, yaitu sayur dan bumbu kacang, selalu ada, namun jenis sayur yang dipilih, sambal yang ditaburkan, hingga kondimen dan kerupuknya, tak pernah sama. Setiap orang punya favorit pecelnya masing-masing. Dan perbedaan itu tidak jadi masalah. Esensi filosofi dari nasi pecel adalah “keserbabolehan”. Tak ada campuran yang salah, semua bisa ditafsirkan. Dan kita masih bisa menyebutnya, Nasi Pecel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Fif7uQcI/AAAAAAAAAQE/hrHtHa_37ro/s1600-h/pecel+wader+jogja+piring.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57Fif7uQcI/AAAAAAAAAQE/hrHtHa_37ro/s200/pecel+wader+jogja+piring.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449009795643097538" /&gt;&lt;/a&gt; Di Yogya, ada pecel wader yang terkenal. Warung milik Bu Amat ini lokasinya di jalan menuju Bandara Internasional Adi Sucipto. Kalau kita menuju Bandara pasti tidak akan melewatkan plang nama warung bu Amat. Berbeda dengan pecel yang biasanya hanya menyajikan sayur dengan bumbu pecel, di sini, pecel diperkaya dengan ikan wader. Ini adalah ikan goreng kecil-kecil yang rasanya sangat renyah dan gurih. Wader menjadi ciri khas pecel bu Amat. Kelembutan sayur, segarnya bumbu pecel, ditambah dengan crunchiness dari wader. Hmmm... sungguh mantab dan lezat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57EiYb3RmI/AAAAAAAAAP8/KjZ4oPbDdIQ/s1600-h/pecel+madiun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57EiYb3RmI/AAAAAAAAAP8/KjZ4oPbDdIQ/s200/pecel+madiun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449008694118794850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Blitar, Madiun, dan Kediri, nasi pecel disajikan berbeda lagi. Pecel versi daerah ini menggunakan bunga honje merah, bunga turi putih, bersama dengan sayur mayur. Rasa bunganya meninggalkan aroma nan menusuk indah di langit-langit mulut kita. Masih ditemani lagi dengan rempeyek kacang, lalapan khas pecel seperti biji lamtoro (petai cina), kemangi, plus irisan dadu ketimun segar…hmmm…..segarnya. Cita rasanya juga berbeda. Pecel Madiun terkenal lezat dan pedas, pecel Blitar terkenal manis, dan pecel Kediri terkenal akan sambal Tumpangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Solo, ada Pecel Ndeso (yang juga membuka cabang di Yogya – sebelah Hyatt). Variasinya lain lagi. Sayuran pecelnya komplet, disajikan dengan tiga macam dressing, yaitu: sambal kacang yang umum, sambal tumpang yang khas, atau sambal wijen yang istimewa. Nasinya pun bisa pilih: boleh nasi putih atau nasi dari beras merah. Kalau ke Warung Pecel Ndeso, kita akan melihat lauk-pauk tambahan untuk nasi pecel "ditebar" di atas meja lebar. Ada tempe dan tahu bacem, tempe kemul (tempe yang digoreng dengan salut tepung), wader goreng, empal dan jeroan goreng, dan banyak lagi lainnya. Godaan untuk memilih lauk yang menggairahkan ini sulit ditolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57EdDLf_wI/AAAAAAAAAP0/HIEF1v2-L9o/s1600-h/pecel+batu+malang+serundeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57EdDLf_wI/AAAAAAAAAP0/HIEF1v2-L9o/s200/pecel+batu+malang+serundeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449008602513669890" /&gt;&lt;/a&gt; Tak jauh di depan hotel Orchid Batu, Malang, saya menemukan lagi satu warung pecel yang lezat. Warung kecil ini milik bu Anna, yang membuka warung sejak tahun 2000. Kelebihan nasi pecel bu Anna adalah pada kesegaran bumbu pecelnya. Kalau biasanya bumbu pecel menggunakan asam jawa, bu Anna justru menggunakan tomat. Rasa asamnya khas, dan segar. Bumbu ini tak tahan lama, oleh karena itu ia selalu membuat bumbu pecel baru di setiap piringnya. Di situlah letak rahasia kesegaran rasa pecel bu Anna. Rasa asamnya diperoleh dari tomat segar. Soal sayur, pilihannya juga beda. Nasi Pecel bu Anna menggunakan daun sawi bungkuk dan sawi asin. Rasanya pahit dan segar. Hmmm lezat. Untuk lauk, taburan srundeng, tahu, dan ayam goreng menambah lezat nasi pecel bu Anna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di Jawa. Di Bukittinggi, kita mengenal Pecel dengan sebutan Pical. Warung yang terkenal adalah Pical Sikai di daerah Ngarai Sianok. Pical Sikai mulai berjualan sejak tahun 1950-an dan tetap memiliki cita rasa yang sama hingga sekarang. Apa yang khas dari Pical ini adalah daun pakis yang digunakannya. Rasanya segar dan nikmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sajian nasi pecel nusantara tersebut menunjukkan betapa keragaman telah menjadi kekayaan bangsa ini. Keragaman tampilan, kesederhanaan, keserbabolehan, dan kemauan untuk menerima perbedaan, adalah filsofi dari sepiring nasi pecel. &lt;br /&gt;Dari sepiring nasi pecel, kita belajar kehidupan. Dari sepiring nasi pecel, kita menyadari hakikat diri kita sebagai bangsa. Bahwa bangsa ini adalah bangsa agraris yang sederhana, namun kaya makna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat makan nasi pecel....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1026070247794977278?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1026070247794977278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1026070247794977278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1026070247794977278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1026070247794977278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/geef-mij-maar-nasi-pecel.html' title='Geef Mij Maar Nasi Pecel'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S57CfTM52-I/AAAAAAAAAPs/7c_GDevVNqw/s72-c/pecel+batu+malang.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-7047018836472347706</id><published>2010-03-16T06:06:00.011+07:00</published><updated>2010-03-16T06:19:49.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seoul Cuisine'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galbi Restaurant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korean BBQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galbi Party'/><title type='text'>The Galbi Party</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56-kl1BVbI/AAAAAAAAAOk/XGzxOdyO64g/s1600-h/galbi.bmp"&gt; &lt;img style = "float: left; margin: 0 10px 10px 0; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 214px; "src =" http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56-kl1BVbI/AAAAAAAAAOk/XGzxOdyO64g/s320/galbi.bmp " border = "0" alt = "" id = "BLOGGER_PHOTO_ID_5449002135003944370" /&gt;&lt;/a&gt; It was late at night and we were completely starving. Joanne, a Singaporean foodie, insisted to try Galbi. We were in Insa Dong, a historic culture area in Seoul, South Korea. In Insa-dong, you have to experience traditional aspects of Korea, including the cuisine. And there was one Korean Restaurant that serves Galbi as their favorite menu. The night before, with friends from Thailand and Philippines , I tried another Galbi in Gangbeyon. It was Natoch, who become the "food searching" leader that night. Strolling around Techno Mart and found one Galbi Restaurant. Then, there was a Galby Party. For me, its two days in a row . Full of Galbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galbi is one of the famous Korean cuisine that is made with overnight marinated beef short ribs in a ganjang-based sauce (Korean soy sauce). Galbi is grilled over charcoal or a gas build into the center of the table and served with varieties of vegetables .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_B9Q-SPI/AAAAAAAAAO0/irKWPRoNf8Y/s1600-h/full+menu.jpg"&gt; &lt;img style = "float: left; margin: 0 10px 10px 0; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 214px; "src =" http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_B9Q-SPI/AAAAAAAAAO0/irKWPRoNf8Y/s320/full+ menu . jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449002639511406834 "/&gt; &lt;/a&gt; Well, I'd been nibbling around Korean Restaurant in Jakarta, eating kind of Galbi. My fellow foodie, Harry Baskoro, had invited me once to try Galbi at Koreana Restaurant in Jakarta. But I'd never been to Korea, to the source. I'd been, to be honest, astonished by the sensuality of Galbi. Uncooked ribs served on the plate with aromatic scent. It gets stronger as it grilled. Plates of kimchi, seaweed soup, samjang sauce (a sauce made of fermented bean curd and red pepper paste), lettuce, perilla leaf (mint leaf), and other vegetables, enriched the taste of Galbi. Each will find a way in increments into the mixture of Galbi before disappearing down to our stomach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm, it was a very wonderful party. Just show up there with an open mind and an empty stomach, try anything that served on the table, and enthusiasm is indeed enough. We started to grill slices of beef over a small gas plate at the center of the table, turning the meat with chopstick, small plumes of smoke issuing from the plate as juice from the meat strikes out. Whoooa ... it really numb the mouth, engorge the lips, thicken the saliva, and quicken the pulse. The smell coming from the grilled meat maddeningly good. We were just sat impatience, wait till its ready.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56-vKhc7oI/AAAAAAAAAOs/k4u_EMG0Weo/s1600-h/wrap+meat+with+leaf.jpg"&gt; &lt;img style = "float: right ; margin: 0 0 10px 10px; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 240px; "src =" http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56-vKhc7oI/AAAAAAAAAOs/k4u_EMG0Weo/ s320/wrap + meat + with + leaf.jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449002316652670594 "/&gt; &lt;/a&gt; When its ready, dipped the meat into the samjang sauce.Then grab the vegetables, take a slice of lettuce and perilla leaf. Put the meat into the leaf, add with garlic, mushroom, chilies. Then, you wrap the meat in the leaves, slowly, you dunk and chew. Hmmmm, you will find a mixture of experience in your mouth. Sweet, sour, hot, spicy, meaty, crunchy, forceful taste from the perilla, with just the right amount of caramelization and flavor from the grilling. Not until an hour, we finished the Galbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joanne said that it wouldn't be a party without traditional Korean liquor. Well, I dont drink, but I can watch them drink. Korean liquors are made chiefly from grains, rice, or sweet potatoes with kneaded wheat malt. The famous is yakju . One bowl of yakju is enough. I believe that good drinks (beer or wine) and fancy food should be kept separate. Too much of good things haaa ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, time goes by, stomach is full, and the party is over. I think I'll come back some day.For the Galbi Party&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You should try it, brother, you should try it ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_n9KadrI/AAAAAAAAAPk/JtLFXWy0qTA/s1600-h/the+galbi+ganks...jpg"&gt; &lt;img style = "display: block; margin : 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 240px; "src =" http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_n9KadrI/AAAAAAAAAPk/JtLFXWy0qTA / s320/the + galbi + ganks ... jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449003292318922418 "/&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_jr2ZwJI/AAAAAAAAAPc/9PWy2_JWWJA/s1600-h/cut+and+grilled.bmp"&gt; &lt;img style = "display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; cursor: hand; width: 214px; height: 320px; "src =" http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_jr2ZwJI/AAAAAAAAAPc/9PWy2_JWWJA/s320 / cut + and + grilled.bmp "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449003218952110226 "/&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_emLbE7I/AAAAAAAAAPU/2_AaWvnqoMU/s1600-h/serving+the+galbi.jpg"&gt; &lt;img style = "display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 214px; "src =" http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_emLbE7I/AAAAAAAAAPU/2_AaWvnqoMU/s320 / serving + the + galbi.jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449003131530318770 "/&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_Zyb7OZI/AAAAAAAAAPM/xiTKsljngUI/s1600-h/full+set+menu.jpg"&gt; &lt;img style = "display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 214px; "src =" http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_Zyb7OZI/AAAAAAAAAPM/xiTKsljngUI/s320 / full + set + menu.jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449003048921414034 "/&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_VZ1cQ8I/AAAAAAAAAPE/U3PvifyQO-I/s1600-h/after+the+party.jpg"&gt; &lt;img style = "display: block; margin : 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; cursor: hand; width: 320px; height: 240px; "src =" http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/S56_VZ1cQ8I/AAAAAAAAAPE/U3PvifyQO -I/s320/after + the + party.jpg "border =" 0 "alt =" "id =" BLOGGER_PHOTO_ID_5449002973598073794 "/&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-7047018836472347706?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/7047018836472347706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=7047018836472347706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/7047018836472347706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/7047018836472347706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2010/03/galbi-party.html' title='The Galbi Party'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1387945035762991373</id><published>2009-12-17T08:12:00.001+07:00</published><updated>2009-12-17T08:16:17.546+07:00</updated><title type='text'>Menikmati "Gairah" Samgyetang</title><content type='html'>Makanan adalah salah satu elemen dasar kehidupan bangsa Korea. Selain rumah tradisional (Hanok), dan pakaian tradisional (Hanbok), Korea juga memiliki kekayaan makanan tradisional. Susurilah jalan-jalan panjang di kota Seoul, Korea Selatan. Maka anda akan menemukan kekayaan kuliner Korea yang siap untuk dicicipi. Dari aneka ragam pilihan itu, salah satu yang wajib coba adalah Samgyetang. Ini adalah sejenis sup ayam hangat. Bedanya, adalah pada tampilan dan elemen bumbu-bumbunya yang khas Korea banget. Kedai yang menyajikan Samgyetang banyak terdapat di kota Seoul. Anda bisa pilih sesuai selera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymGLFsr5_I/AAAAAAAAAOY/wmrjELsuHhQ/s1600-h/samgyetang.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymGLFsr5_I/AAAAAAAAAOY/wmrjELsuHhQ/s320/samgyetang.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416007551956019186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Samgyetang, ayam disajikan utuh di dalam kuah sup yang hangat dan harum. Ada dua jenis ayam yang digunakan, ayam putih atau ayam hitam (yang dagingnya memang hitam). Ayam tersebut dikukus terlebih dahulu dengan olahan bumbu khas Korea. Di dalam rongga tubuh ayam, dimasukkan nasi, kacang-kacangan, rempah, dan ginseng. Anda akan menemukan ginseng utuh di dalam sup ini. Aroma ginsengnya tercium hangat dan harum membaluri tubuh ayam rebus. Kebanyakan turis dan pendatang menyebut Samgyetang ini dengan nama Chicken Ginseng Soup, atau Sup Ayam Ginseng. Cicipilah sesendok kuahnya, anda akan dibawa pada kehangatan dan kelembutan yang mendayu-dayu. Ambil daging ayamnya sesuwir demi sesuwir, cocolkan pada bumbu merica dan garam yang disediakan, kemudian cicipi bersama nasi yang menyatu dengan akar-akar ginseng. Hmmmmm, top markotob deh rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sup ayam ginseng ini juga diyakini memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Paduan bumbu-bumbu herbalnya menjadi elemen penting untuk meningkatkan daya tahan dan vitalitas tubuh. Ginseng juga terkenal sebagai makanan kesehatan bangsa Korea sejak berabad lampau. Tapi, berhati-hatilah anda bila masih harus menjalani malam-malam panjang sendiri di kota Seoul. Usai makan sup ginseng ini, bisa jadi gairah malam langsung membara. Yaah, namanya juga khasiat. Siapa bisa duga kan? Hehehe. Demikian laporan singkat saya dari wilayah Myeong Dong, Seoul, Korea Selatan. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1387945035762991373?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1387945035762991373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1387945035762991373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1387945035762991373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1387945035762991373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/12/menikmati-gairah-samgyetang.html' title='Menikmati &quot;Gairah&quot; Samgyetang'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymGLFsr5_I/AAAAAAAAAOY/wmrjELsuHhQ/s72-c/samgyetang.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-3078234088577470031</id><published>2009-12-17T08:03:00.007+07:00</published><updated>2009-12-17T08:11:39.475+07:00</updated><title type='text'>Jajanan Kaki Lima Seoul</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymEcCmfaEI/AAAAAAAAAOA/Y_t8d2TdQcc/s1600-h/jajan+odheng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymEcCmfaEI/AAAAAAAAAOA/Y_t8d2TdQcc/s320/jajan+odheng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416005644159248450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri khas kekayaan kuliner sebuah kota adalah jajanan kaki limanya. Setiap kota di dunia memiliki berbagai cara untuk menyajikan kreativitas dan kenikmatan kulinernya masing-masing, tak terkecuali di Seoul, Ibu Kota Korea Selatan. Telusurilah jalan-jalan di Seoul, seperti di sekitar pasar Namdaemon atau kawasan kota tua Insa Dong, maka kita akan menemukan banyak jajanan kaki lima yang mengasyikkan. Jajanan tersebut ada yang dijual di atas lapak, menggunakan mobil toko, ataupun menggunakan gerobak. Sembari menghabiskan sore di musim panas, tak ada salahnya kalau saya menjadwalkan waktu untuk mencicipi berbagai jajanan kaki lima yang ada.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymD7IQ4JtI/AAAAAAAAAN4/tE4GpOE4ccY/s1600-h/jajan+topoki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymD7IQ4JtI/AAAAAAAAAN4/tE4GpOE4ccY/s320/jajan+topoki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416005078743525074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah Topoki, ini adalah salah satu jajanan yang ramai dibeli hingga harus mengantri. Topoki adalah rice cake yang direbus dalam kuah kental yang panas dan pedas. Rasanya sungguh menyentak lidah, walau tidak sepedas makanan Indonesia. Segar dan hangat. Campuran kol dan sayuran menambah kaya rasa sup ini. Sup disajikan di atas mangkok styrofoam dan dimakan sambil berdiri. Cicipi bersama dengan berbagai "tigim" atau sajian gorengan yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymEnKYtBQI/AAAAAAAAAOI/rYBxg98JPsw/s1600-h/jajan+kamcha+tigim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymEnKYtBQI/AAAAAAAAAOI/rYBxg98JPsw/s320/jajan+kamcha+tigim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416005835227464962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada juga penjaja beragam camilan dari gurita (octopus). Kita akan melihat tentacle gurita yang panjang disajikan begitu menggoda, sungguh garing dan crispy. Gurita atau "muno" dalam bahasa Korea adalah makanan kegemaran bangsa Korea yang mudah ditemukan di mana saja . Selain "muno", bisa juga dicoba "uchingo" (squid) atau cumi-cumi yang dipotong kecil-kecil. Rasanya crispy, gurih, dan lezaaat. Makan bersama dengan "Kamcha" (atau potongan kentang goreng). Cocok buat dibawa jalan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymE3HN8qhI/AAAAAAAAAOQ/7wN7CLRSmz8/s1600-h/jajan+ponteghi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymE3HN8qhI/AAAAAAAAAOQ/7wN7CLRSmz8/s320/jajan+ponteghi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416006109254953490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga pedagang "odheng" yang juga ramai diantri pengunjung. Ini adalah semacam rice cake yang direbus dan ditusuk dengan tusukan sate. Makan dengan celupan sausnya, hmm lezat. Yang agak extreme food adalah keong, atau siput gong gong, yang besar dan direbus. Rasanya kenyal dan slummy. Untuk uji nyali juga, cobalah juga ulat sutra rebus. Di pasar-pasar, ulat sutra ini dijajakan secara eksotis. Orang Korea menyebut ulat sutra rebus ini dengan nama "ponteghi". Rasanya kenyel-kenyel dan agak menegangkan kalau belum pernah mencoba. Tapi katanya, ini bagus untuk kesehatan. Jadi saya coba dua !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi jajanan yang harus coba di Seoul. Jajanan ini adalah kegemaran sahabat saya, mas Kelik, yang juga mantan diplomat kita di KBRI Seoul. Nama jajananya hot tok. Penjaja hot tok yang enak dan terkenal ada di daerah Insa Dong. Di sana, penjual Hot tok kesukaan mas Kelik ramai diantri banyak orang. Hot tok ini adalah semacam pancake manis yang dibuat seperti kue serabi. Di dalamnya ditaburi gula. Sembari memandang para remaja dan gadis-gadis kota Seoul yang tampil menyegarkan di musim panas, Hot Tok memang layak dicoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-3078234088577470031?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/3078234088577470031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=3078234088577470031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3078234088577470031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3078234088577470031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/12/salah-satu-ciri-khas-kekayaan-kuliner.html' title='Jajanan Kaki Lima Seoul'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymEcCmfaEI/AAAAAAAAAOA/Y_t8d2TdQcc/s72-c/jajan+odheng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1993388865205504859</id><published>2009-12-17T07:55:00.002+07:00</published><updated>2009-12-17T08:02:20.812+07:00</updated><title type='text'>Soto Triwindu, Monggo Pinarak</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymCHA3GDDI/AAAAAAAAANo/Nt-EZImkKfs/s1600-h/soto+triwindu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymCHA3GDDI/AAAAAAAAANo/Nt-EZImkKfs/s320/soto+triwindu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416003083891510322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monggo Pinarak” artinya “Silakan Mampir”. Dalam kultur Jawa, kata ini bisa berarti benar-benar mengajak mampir, atau cuma sekedar basa basi untuk menunjukkan keramahan. Tapi di Soto Triwindu, tagline “Monggo Pinarak” artinya “Wajib Mampir”. Nyesel deh kalau tidak mampir. Inilah Soto legendaris di Kota Solo, selain soto Gading di daerah Gading yang juga terkenal. Dapat dipastikan, tidak ada satupun orang Solo yang tidak tahu di mana letak Soto Triwindu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyoto atau Makan Soto adalah budaya “hang out” masyarakat Jawa sejak dulu kala. Soto Triwindu di Pasar Barang Antik Triwindu, Solo, Jawa Tengah, mempunyai sejarah panjang. Warung soto itu didirikan oleh Karyorejo sejak tahun 1924. Jadi kalau punya orang tua, atau si mbah, yang orang Solo atau sering ke Solo, hampir dipastikan pernah mencicipi kenikmatan Soto ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymC0XcB2vI/AAAAAAAAANw/4AOR2qSGumM/s1600-h/soto+triwindu+mangkok.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymC0XcB2vI/AAAAAAAAANw/4AOR2qSGumM/s320/soto+triwindu+mangkok.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416003863046118130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan ke Solo juga rasanya belum sah kalau belum mampir ke Soto Triwindu. Pesanlah semangkuk Sotonya. Ini soto kuah bening yang tampilannya minimalis tapi rasanya sungguh maksimalis. Isinya nasi, taoge, irisan seledri, dan tentu daging sapi yang sungguh empuk. Kenikmatan soto Triwindu juga terletak pada varian lauk pauk yang dahsyat. Para pecinta Soto tentu tak akan melewatkan “Lentho” untuk mendampingi makan. Lentho adalah semacam perkedel yang terbuat dari singkong dan ditaburi kacang tholo. Pilih juga lidah gorengnya yang sangat lembut dan berbumbu. Rasanya dahsyat. Kesegaran semangkuk soto ini sungguh luar biasa lezat dan mengenangkan keindahan di langit-langit mulut kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk minumnya, jangan lupa pesan teh nasghitelnya. Inilah teh oplosan yang nikmat tak tepermanai. Rasanya bersaing dengan teh nasghitel yang ada di Soto Gading. Panas, Manis, Kental, dan yang utama, meninggalkan “sepat after taste” yang sungguh luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencicipi Soto Triwindu bukan sekedar mencicipi Soto. Ia adalah juga sebuah perjalanan panjang menelusuri kekayaan rasa dan kuliner kota Solo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat makan Soto. Sarapan dulu aaah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1993388865205504859?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1993388865205504859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1993388865205504859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1993388865205504859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1993388865205504859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/12/soto-triwindu-monggo-pinarak.html' title='Soto Triwindu, Monggo Pinarak'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymCHA3GDDI/AAAAAAAAANo/Nt-EZImkKfs/s72-c/soto+triwindu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-2378645782843923017</id><published>2009-12-17T07:49:00.003+07:00</published><updated>2009-12-17T07:55:32.788+07:00</updated><title type='text'>Mencicipi Kopi Termahal Sedunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymBG0FuayI/AAAAAAAAANg/lrpTu_LI-y4/s1600-h/kopi+luwak.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymBG0FuayI/AAAAAAAAANg/lrpTu_LI-y4/s320/kopi+luwak.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416001980951587618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secangkir kopi adalah sebuah filosofi. Dalam sesapan seteguk kopi, tersimpan makna kehidupan. Mencicipi secangkir kopi bukan sekedar minum, tapi juga menyelami keindahan dan misteri di balik kepekatannya. Secangkir kopi bisa harum, menyegarkan, dan nikmat. Pahit, tapi sekaligus mengandung manis. Seperti hidup yang kita jalani ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saat beberapa waktu lalu saya diajak (baca : ditraktir) seorang teman untuk mencicipi kopi termahal sedunia. Dan kopi mahal itu adalah Kopi Luwak. Di warung Kopi Luwak, secangkir kopi luwak dihargai Rp. 82.500. Kalau mau yang blended, harganya lebih murah. Tapi kandungan kopi luwaknya hanya 3%. Di Amerika Serikat, secangkir kopi Luwak dihargai 50 dollar AS atau sekitar Rp 500 ribu. Di Inggris, secangkirnya dihargai 45 poundsterling, atau sekitar Rp 700 ribu. Itu hanya untuk satu cangkir loh. Kalau beli satu kilo, di beberapa tempat bahkan harganya bisa mencapai Rp 13 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena unik dan mahal, tak heran bila kopi luwak sering diangkat di film-film Hollywood. Di film “Bucket List” yang dibintangi oleh Jack Nicholson”, maupun dalam serial “Sex and the City” misalnya, kopi luwak diangkat sebagai minuman eksotis kaum berpunya. Saking populernya Kopi Luwak, Oprah Winfrey, dalam acara reality show-nya, memeragakan cara menyeduh dan membuat kopi Luwak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyeduh Kopi Luwak memang harus berhati-hati, agar tidak merusak rasa. Di warung Kopi Luwak, satu sachet Kopi Luwak original dibuka di hadapan kita. Kopi itu kemudian diseduh dengan air mendidih. Setelah itu, gelas ditutup selama dua menit. Kemudian, siap diminum. Jangan langsung minum, tapi hiruplah baunya, dan sesaplah rasanya. Keharuman kopi luwak ini sungguh eksotis, seperti membaui tanah usai tersiram air hujan. Alami, dan sungguh naturally sexy. Bagaimana rasanya? Hmmmmm, rasanya memang mahal. Lembut, asam, dan harum. Kental bercampur rasa seperti campuran coklat, vanilla, dan hutan liar. Sungguh nikmat. Bukan “pahit after taste” yang kita dapatkan sebagaimana pada secangkir kopi, tapi “masam after taste”. Rasa kopi luwak ini mengenang lama di langit-langit mulut dan kerongkongan kita. Mantab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kopi Luwak begitu eksotis dan mahal? Hal itu tak terlepas dari cara pembuatannya yang unik. Banyak orang yang menikmati kopi luwak tapi tidak mengetahui bagaimana kopi luwak dibuat. Dan setelah mengetahui cara pembuatannya, jadi mikir-mikir untuk meminumnya kembali. Yup, kopi ini memang berasal dari kotoran (baca: e’ek) binatang bernama Luwak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luwak adalah hewan sejenis musang yang gemar memakan buah kopi. Secara naluri, luwak hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang dan punya aroma khusus. Oleh karenanya, buah kopi yang dimakan luwak adalah buah pilihan. Nah, setelah buah kopi dimakan oleh luwak, biji-biji itu diproses melalui sistem pencernaan di perutnya dan kemudian dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Bentuknya seperti kotoran pada umumnya, yaitu gumpalan panjang-panjang biji kopi yang bercampur lendir. Nah, kotoran tersebut kemudian diambil biji kopinya, dibersihkan dengan dengan cara mencuci sehingga tersisa biji kopi yang masih utuh. Proses selanjutnya adalah dikeringkan dengan sinar matahari sehingga menjadi biji kopi luwak yang siap untuk diproses menjadi bubuk kopi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setahun, kopi luwak hanya diproduksi secara terbatas. Selain karena pemrosesannya yang rumit, juga karena habitat luwak yang semakin sedikit. Inilah yang menjadikan kopi luwak unik dan mahal. Dari e'ek saja bisa begitu nikmat yaaa. Hmmmm...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, anda masih mau mencicipi kopi termahal sedunia? Saya mau coba lagi aaahhh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-2378645782843923017?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/2378645782843923017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=2378645782843923017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/2378645782843923017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/2378645782843923017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/12/mencicipi-kopi-termahal-sedunia.html' title='Mencicipi Kopi Termahal Sedunia'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SymBG0FuayI/AAAAAAAAANg/lrpTu_LI-y4/s72-c/kopi+luwak.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-9067390019018961198</id><published>2009-05-25T22:09:00.008+07:00</published><updated>2009-05-25T22:20:53.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dua Nyonya Cikini'/><title type='text'>Suatu Senja Bersama Dua Nyonya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq1MWWvvcI/AAAAAAAAAK0/sf3fUIEeyOU/s1600-h/2+nyonya+irish.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339779531965185474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 244px; CURSOR: hand; HEIGHT: 176px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq1MWWvvcI/AAAAAAAAAK0/sf3fUIEeyOU/s320/2+nyonya+irish.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu lagi tempat nongkrong baru bagi penggemar ngupi-ngupi Ibu Kota. Namanya “Dua Nyonya”, letaknya di jalan Cikini Raya. Dua Nyonya, yang bertempat di kawasan konservasi kuno Cikini, menggunakan bangunan bersejarah yang cantik. Suasana kafe dan restoran bernuansa Indische sungguh apik dan unik. Nama Dua Nyonya diambil dari dua nyonya pemilik kedai ini, yaitu Nyonya Chatib Basri (Dana Iswara) dan Nyonya Rizal Mallarangeng (Dewi Mallarangeng). &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena kedai ini dimiliki oleh dua nyonya, maka sangatlah tepat kalau memilih nyonya-nyonya, ataupun mereka yang segera menjadi nyonya, untuk mendampingi kita mencecap secangkir kopi. Mengajak nyonya-nyonya memang sangat tepat, mungkin karena nuansa restorannya yang klasik.&lt;br /&gt;Bagi para penggemar kopi, temukan sajian kopi yang sungguh lengkap di sini. Mulai dari kopi tubruk, Toraja, Aceh, Lampung, hingga kopi luwak bagi para “die harder” peminum kopi. Coba juga deretan specialty-nya, seperti expresso, macchiato, cafe latte, cappuccino, hingga ice blended frappe macchiatto. Cicipi “iced irish cream coffee frappe”. Rasanya sungguh segar. Kopi, susu, dan sirup irish, diblend dan diblender jadi satu. Kemudian diberi whipped cream, dan disajikan dingin. Hmmmm sungguh segar.Untuk makannya, deretan menu tersedia dan bakal membuat anda kewalahan dalam memilih. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq2XbMPYSI/AAAAAAAAALM/_M-K1BfBkv0/s1600-h/2+nyonya+iga+bakar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339780821753487650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 276px; CURSOR: hand; HEIGHT: 181px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq2XbMPYSI/AAAAAAAAALM/_M-K1BfBkv0/s320/2+nyonya+iga+bakar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;Menu jagoan yang ditawarkan di sini adalah Iga Bakar 2 Nyonya. Iga-nya cukup besar dan lembut, disajikan bersama sayuran dan kentang goreng. Mantap rasanya. Anda bisa pilih juga deretan nasi bakar, dendeng batakok, dan menu jagoan lainnya, yaitu nasi asam padeh. Menu ini menyajikan nasi dan gulai asam padeh yang dibuat sedikit fusion.&lt;br /&gt;Kalau kita tidak mau makan berat, deretan appetizer, cake, hingga dim sum tersedia di sini. Untuk beberapa nyonya, mungkin tertarik mencicipi Tempe Mendoan sebagai teman menghirup secangkir kopi. Sembari bercengkerama, tempe mendoan ini adalah kawan yang serasi. Tempe disajikan “blenyek” (khas mendoan) dengan cabe rawit yang pedas. Namun, kalau anda tidak mau cemilan yang gurih, bisa pilih "brownies with ice cream" yang tampil cukup “sinfull”, ataupun sajian manis lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua Nyonya mengusung tema “Vintage Batik, Clothing, and Many More”. Rupanya kafe ini juga menyatu dengan butik batik milik kedua nyonya tadi. Batiknya berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Aneka pilihan kain juga tersedia, bagi para Nyonya, dan tentu, para Toean-toean sekalian. Usai makan, sempatkan menengok butik batik milik Dua Nyonya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ingin ngopi bersama Dua Nyonya? Datanglah ke Dua Nyonya......&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339780262295156002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq123C-tSI/AAAAAAAAALE/toc31ofNKTE/s320/2+nyonya.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-9067390019018961198?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/9067390019018961198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=9067390019018961198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/9067390019018961198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/9067390019018961198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/05/suatu-senja-bersama-dua-nyonya.html' title='Suatu Senja Bersama Dua Nyonya'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shq1MWWvvcI/AAAAAAAAAK0/sf3fUIEeyOU/s72-c/2+nyonya+irish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-7357148951103799280</id><published>2009-05-25T22:00:00.005+07:00</published><updated>2009-05-25T22:08:48.703+07:00</updated><title type='text'>Eksotisme Tengkleng Solo</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqy3Ni1hwI/AAAAAAAAAKc/ONrz9z7fsHQ/s1600-h/tengkleng+solo+otak.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339776969799468802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqy3Ni1hwI/AAAAAAAAAKc/ONrz9z7fsHQ/s200/tengkleng+solo+otak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buat para pemula di ranah kuliner, makanan ini terkesan sungguh barbaric. Tapi bagi para penikmat, inilah eksotisme kuliner yang sangat sensasional. Pergilah ke Solo dan cicipi “Tengkleng Solo”. Tengkleng adalah sajian dahsyat yang “die die must try” kalau anda pergi ke Solo. Inilah makanan para Dewa. Saat pergi ke Solo beberapa waktu lalu, tengkleng menjadi tujuan utama saya. Cobalah tengkleng di pasar Klewer, persis di bawah gapura masuknya. Tengkleng ini terkenal sejak tahun 1971 dan menyajikan tengkleng di atas pincuk daun pisang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, tengkleng jagoan lainnya di kota Solo adalah Tengkleng Cemani. Rasanya sungguh lezat, mendegut ludah, dan tob markotob. Tengkleng ini dibuat khusus untuk penggemar. Artinya, hanya dibikin sesuai pesanan. Nah, kalau kita ingin makan ramai-ramai, rekomendasi saya adalah Tengkleng Cemani ini. Dalam nomenklatur kuliner, Tengkleng adalah sejenis gule encer yang berisi jeroan dan tulang-tulang kambing dari seluruh bagian tubuhnya, khususnya bagian kepala. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/ShqzNxDKDaI/AAAAAAAAAKk/sZNVC3NNkVA/s1600-h/tengkleng+solo+mata.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339777357287394722" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 178px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/ShqzNxDKDaI/AAAAAAAAAKk/sZNVC3NNkVA/s200/tengkleng+solo+mata.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alkisah, Tengkleng adalah “Soup for the Poor”. Pada jaman dulu, hanya toean dan noni Belanda yang bisa makan gulai daging dengan kuah kental. Sementara kaum kuli dan rakyat jelata hanya bisa melihat mereka makan. Sisa-sisa bagian kambing selain daging, yaitu tulang-belulang dan jeroan, dibuang oleh para orang kaya. Dan para kuli mengambil sisa-sisa tulang tersebut lalu merebusnya dengan kuah encer yang minimalis. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bertahun-tahun kemudian, tengkleng menjadi khas dan makanan kaum berpunya. Tengkleng juga mulai disajikan di berbagai hotel bintang lima. Meski demikian, tengkleng asli adalah tengkleng yang disajikan dengan tulang belulang. Hal tersebut karena saat ini mulai banyak warung tengkleng fusion yang justru menyajikan tengkleng berisikan daging iga, bahkan daging tanpa tulang. Tentu saja penyajian itu sudah meleset dari pakem "keimanan" tengkleng sejati.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1728977&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=89859061462&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=89859061462&amp;amp;id=661707347"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqz0nqMCCI/AAAAAAAAAKs/RXbtQZ8zX4o/s1600-h/tengkleng+solo+lidah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339778024781645858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqz0nqMCCI/AAAAAAAAAKs/RXbtQZ8zX4o/s320/tengkleng+solo+lidah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berhati-hatilah sebelum mencicipi tengkleng ini karena anda akan menemukan pemandangan yang "mengerikan". Tengkleng cemani menyajikan mata kambing, lidah yang masih menempel di rahang kambing plus giginya, otak kambing, pipi kambing, jeroan, dan berbagai bagian tubuh kambing lainnya. Tapi bagi penggemar, inilah puncak orgasmus kuliner. Seruput pula kuahnya pelan-pelan. Meski minimalis, kuah Tengkleng sungguh lezat. Rasa kuahnya gurih asam dan manis yang terdiri dari campuran dari kemiri, kunyit, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan. Bumbu-bumbu tersebut direndam bersama tulang belulang kambing dan dimasak hingga 4 jam, sehingga bumbu lebih meresap dan daging lebih empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hmmm, tertarik? Berkunjunglah ke Solo dan cicipi Tengkleng... mbeeeek... mbeeekkk....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-7357148951103799280?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/7357148951103799280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=7357148951103799280' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/7357148951103799280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/7357148951103799280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/05/eksotisme-tengkleng-solo.html' title='Eksotisme Tengkleng Solo'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqy3Ni1hwI/AAAAAAAAAKc/ONrz9z7fsHQ/s72-c/tengkleng+solo+otak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-5688589286000463130</id><published>2009-05-25T21:33:00.003+07:00</published><updated>2009-05-25T21:58:33.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakso Sukowati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakso SBY'/><title type='text'>Mencicipi Bakso-nya SBY</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqxua2Z5qI/AAAAAAAAAKU/wb6XZRrWg-Y/s1600-h/bakso+sukowati+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339775719240754850" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 176px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqxua2Z5qI/AAAAAAAAAKU/wb6XZRrWg-Y/s200/bakso+sukowati+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Buat pemerhati kuliner, sekaligus pemerhati politik, tentu sering mendengar nama Bakso Sukowati Cikeas. Inilah bakso kegemaran pak SBY. Sejak pak SBY belum jadi Presiden, hingga mau jadi Presiden lagi, nama Bakso Sukowati lekat pada dirinya. Menurut info mas Inu Kompas, setiap ada acara partai Demokrat, rapat, ataupun sekedar acara keluarga, bakso Sukowati selalu disajikan di rumah SBY. Kalau SBY itu RI-1, maka Sukowati adalah Bakso-1, “first bakso” negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Letak Bakso Sukowati persis di ujung jalan sempit menuju Puri Cikeas Indah. Awalnya adalah sebuah warung kecil. Namun, karena sekarang bakso Sukowati sudah masuk dalam pilihan kuliner elite politik, pemiliknya membangun restoran yang lebih besar dan layak, tak jauh dari warung lamanya. Sebuah indikator dari dunia politik kita, bahkan bakso pun bisa bertambah sukses dan makmur bila aktif di dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1746775&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=91102961462&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=91102961462&amp;amp;id=661707347"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/ShqxRbW3QnI/AAAAAAAAAKM/UScV8LQ6OCI/s1600-h/bakso+sukowati+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339775221160690290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 294px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/ShqxRbW3QnI/AAAAAAAAAKM/UScV8LQ6OCI/s320/bakso+sukowati+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi mari kita lupakan politik, fokuslah pada Bakso Sukowati. Di jejeran kulinerisme Indonesia, bakso adalah makanan sejuta umat. Sejak kita kecil hingga kita dewasa, hampir tidak ada warga negara Indonesia yang tidak pernah makan bakso. Oleh karenanya, tentu kita akan bertanya, apa yang istimewa dari Bakso Sukowati, selain kesukaan dari pak SBY? Dari hasil pencicipan yang mendalam, dan dengan beberapa studi perbandingan, saya menyimpulkan Bakso Sukowati ini memang bukan bakso biasa. Secara umum penampilan, Bakso Sukowati memang sama dengan bakso biasa, yang dibuat dari campuran daging sapi dan tepung. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kalau dicicipi perlahan dan penuh arti, kenikmatannya muncul dari balik lembutnya daging bakso. Bakso sendiri adalah makanan yang terkenal akan relatfitas rasanya. Tak ada bakso yang rasanya standar. Campuran cuka, kecap, saus, atau sambal dari kita akan sangat menentukan. Tapi, menurut Einstein kepada juru masaknya (dalam buku What Einstein told his Cooks), kaldu dan paduan bumbu dari daging bakso menjadi kunci. Di sinilah kelebihan Sukowati. Bakso Sukowati ini dibuat tanpa menggunakan boraks dan pengawet. Cobalah satu bakso, rasakan di langit-langit mulut anda. Rasa daging sapinya begitu lembut. Daging sapi diolah terlebih dahulu dengan bauran bumbu merica, garam, bawang merah, dan bawang putih goreng yang ditumis. Sesekali di dalam daging bakso tersisa butir bawang putih goreng. Hmmmm nikmat juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Soal kuah, kaldu tulang dan daging menjadi kunci kelezatan kuah bakso Sukowati. Dalam buku "Bone 101", kaldu tulang memang menambah cita rasa kuah sup atau bakso. Kuah Bakso Sukowati sungguh segar. Untuk bihun dan mie-nya, standar bakso. Namun mie kuningnya adalah buatan sendiri yang dibuat tanpa pengawet. Secara umum, Bakso Sukowati layak dicoba kita semua. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, kalau anda kebetulan lewat daerah Cikeas, mampirlah ke sana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nikmati terus baksonya, Lanjutkan !!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-5688589286000463130?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/5688589286000463130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=5688589286000463130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5688589286000463130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5688589286000463130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/05/mencicipi-bakso-nya-sby.html' title='Mencicipi Bakso-nya SBY'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Shqxua2Z5qI/AAAAAAAAAKU/wb6XZRrWg-Y/s72-c/bakso+sukowati+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1362700704676450987</id><published>2009-04-02T21:49:00.004+07:00</published><updated>2009-04-02T21:58:02.804+07:00</updated><title type='text'>Gardenia, Surga Kecil Tomohon</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTR70uIzLI/AAAAAAAAAI8/0UBLnbzUbbQ/s1600-h/gardenia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTR70uIzLI/AAAAAAAAAI8/0UBLnbzUbbQ/s200/gardenia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320107885526043826" /&gt;&lt;/a&gt; Dalam buku “10,000 places to see before you die”, mungkin nama Tomohon tak tercatat. Tapi bagi saya, ia adalah satu dari sekian titik kehidupan yang perlu dikunjungi. Tomohon adalah dataran tinggi di Provinsi Sulawesi Utara yang berjarak tempuh sekitar 30-45 menit dari kota Manado. Karena lokasinya di pegunungan, Tomohon juga terkenal sebagai kota bunga. Parade bunga adalah ritual tahunannya, seperti di Pasadena. Bunga berbagai rupa dan warna memeriahkan jalan-jalan di kota Tomohon. Mampirlah ke Gardenia, sebuah villa rumah yang sungguh asri dan penuh hati. Villa homestay yang terletak di tanah seluas 6 hektar ini berada antara kaki gunung Lokon dan gunung Mahabu. Pemandangannya luar biasa. Kebun bunganya beraneka warna. Bapak Leonard dan Ibu Bernadeth Ratulangi adalah pemilik villa tersebut. Villa ini menyediakan penginapan dalam bentuk bungalows yang dibuat dari kayu dengan arsitektur khas minahasa. Sembari duduk di beranda, ataupun mencicipi makanan di restoran, kita dapat menyaksikan pemandangan gunung Lokon dan Mahabu secara bersamaan. Cantik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTSIVMUWEI/AAAAAAAAAJE/YOFPMIAurY4/s1600-h/gardenia+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTSIVMUWEI/AAAAAAAAAJE/YOFPMIAurY4/s200/gardenia+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320108100400994370" /&gt;&lt;/a&gt;Bapak dan Ibu Ratulangi menerima secara personal setiap tamunya. Hari itu, saya diajak oleh beberapa Opa, Prof Adrian Lapian dan Mr Ambassador Kartadjoemena, hadir untuk merasakan kenikmatan masakan ibu Bernadeth. Mereka bicara dalam bahasa Belanda, menghisap pipa, dan menghirup segelas wine. Sementara saya, dalam kekaguman, menikmati sajian masakan tuan rumah. Ibu Bernadeth memang kadang memasak sendiri hidangan bagi para tamunya. Beliau dulu adalah lulusan sekolah perhotelan di Swiss dan menjadi salah satu “guru” dari tokoh kuliner William Wongso. Malam itu sajiannya adalah lumpia goreng, sayur bayam, salad kebun (maksudnya bahan diambil dari kebun), grilled meat, dan kue-kue jajanan manado. Sayur bayamnya minimalis, terdiri hanya dari kuah bening dan bayam. Tapi rasanya tak seminimal tampilannya. Kaldu kuahnya sangat khas. Grilled sea food, ayam, dan sliced beef, mengisi main course kami. Kalau jauh-jauh hari memberi kabar, ibu Bernadeth akan menyiapkan “cheese fondue” spesialisasinya yang lezatnya tak terkira. Rangkaian “menu degustation” ini, terasa nikmat di lidah. Inilah “home where the heart is”, atau "the food lover's home". Semua disajikan dari hati yang terdalam. Keindahan lanskapnya, kenikmatan sajiannya, keramahan pemiliknya, tak akan lekang dimakan waktu. Itulah Gardenia di kota Tomohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari, sempatkan juga mampir ke pasar “uji nyali” Tomohon. Itulah pasar tradisional yang menyajikan “Bizzare Foods”. Segala mahluk dijual dan dimakan di pasar itu (demi kesantunan, mohon maaf untuk tidak menampilkan foto karena khawatir mengganggu selera makan tuan dan nyonya sekalian). Kelelawar atau paniki adalah makanan tersohor di pasar ini. Banyak tersebar dan digantung-gantung. Lihat juga daging tikus pohon yang besar dan “katanya” lezat. Di tusuk sate satu demi satu. Daging tikus ini bisa disajikan dengan dipanggang atau digoreng. Ada juga daging ular, kucing, anjing, dan tentu, babi yang banyak bergelimpangan. Semua disajikan di pasar Tomohon. Secara berkelakar, seorang kawan yang ikut mengatakan bahwa Tomohon tak akan pernah punya kebun binatang. Karena tentu, semuanya akan lebih dulu disajikan di pasar. Menarik. Inilah festival bizzare food Tomohon. Di balik keindahan dan keasrian lanskap pegunungan, Tomohon menyimpan keunikan tersendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1362700704676450987?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1362700704676450987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1362700704676450987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1362700704676450987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1362700704676450987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/04/gardenia-surga-kecil-tomohon.html' title='Gardenia, Surga Kecil Tomohon'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTR70uIzLI/AAAAAAAAAI8/0UBLnbzUbbQ/s72-c/gardenia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-4857273341794678950</id><published>2009-04-02T21:46:00.004+07:00</published><updated>2009-04-02T21:59:49.334+07:00</updated><title type='text'>Katupe Padang Pasar Mayestik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTQI_F4uGI/AAAAAAAAAI0/Ow5H6_UaRCI/s1600-h/ketupat+sayur+padang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320105912625051746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTQI_F4uGI/AAAAAAAAAI0/Ow5H6_UaRCI/s200/ketupat+sayur+padang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Minggu lalu saya menemani istri belanja ke pasar Mayestik. Dan Pasar Mayestik sungguh majestic. Mampirlah ke sana kalau mau cari sarapan yang berbobot. Di pasar Mayestik ini, ada ketupat sayur padang yang dahsyat. Buat para penggemar ketupat sayur padang, atau "katupe" sayur, pasti sudah memahami cita rasa tak terlupakan dari sajian di pasar ini. Varian ketupat Padang memang unik. Kalau ketupat sayur betawi menggunakan sayur semur dengan berbagai jenisnya, dan kalau ketupat sayur Jawa menggunakan sayur opor atau labu siam, maka ketupat sayur padang tampil dengan guyuran kuah gulai cubada’ (nangka), dan kerap pula memakai sayur paku (pakis). Taburan krupuk warna pink es doger (warna disko dangdut) juga menjadi ciri dari ketupat sayur padang. Plus juga, deraian kripik singkong baladonya, membuat katupe sayur makin menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTSxH5LZyI/AAAAAAAAAJM/q_FJeEaBpns/s1600-h/ketupat+sayur+padang+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTSxH5LZyI/AAAAAAAAAJM/q_FJeEaBpns/s200/ketupat+sayur+padang+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320108801205692194" /&gt;&lt;/a&gt; Di pasar Mayestik, ketupat sayur padang berjalan melintasi zaman. Ia menjadi menu sarapan pagi berbagai generasi yang tak boleh dilewatkan kalau anda mampir ke sana. Ketupat Sayur Padang Uni Suwarni misalnya, sudah lebih dari 25 tahun berjualan di sana. Kadang di tenda, kadang diusir oleh Tramtib sehingga ia kerap berjualan di belakang mobilnya. Cicipi satu piring ketupatnya. Pilihlah kondimen ati dan limpa sebagai pendamping gulai cubada'. Wuiiiih, menggetarkan lidah. Ueeenaak tenan. Endang gulindang. Sip Markusip. Dan Top markotob. Kegurihan dari gulai cubada, berpadu dengan kelindan ati dan limpa, menjadikan katupe sayur padang Uni Suharti semakin lezaaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berkesempatan ke pasar Mayestik, atau menemani istri belanja, maka selain belanja mata, belanja katupe sayur adalah kenikmatan yang luar biasa. Sembari menunggu belanjaan beres, perut kenyang dan hati senang. Selamat menikmati Katupe Sayur.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-4857273341794678950?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/4857273341794678950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=4857273341794678950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4857273341794678950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/4857273341794678950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/04/katupe-padang-pasar-mayestik.html' title='Katupe Padang Pasar Mayestik'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SdTQI_F4uGI/AAAAAAAAAI0/Ow5H6_UaRCI/s72-c/ketupat+sayur+padang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-6229190276408446281</id><published>2009-03-15T23:43:00.003+07:00</published><updated>2009-03-15T23:45:44.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seribu Rasa'/><title type='text'>Berjuta Rasa di Seribu Rasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Sb0wREs5qCI/AAAAAAAAAIk/DRun0pJP1VI/s1600-h/seribu+rasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Sb0wREs5qCI/AAAAAAAAAIk/DRun0pJP1VI/s200/seribu+rasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313456205245032482" /&gt;&lt;/a&gt; Jatuh cinta berjuta rasanya. Ajaklah kekasih anda mencicipi Restoran Seribu Rasa. Rasa yang hanya Seribu akan berlipat menjadi Sejuta. Tak tepermanai. Begitu kira-kira kata Amel, assisten manajer operasional Resto Seribu Rasa yang meminta saya untuk mencicipi dan mengomentari hidangan di Seribu Rasa. Ya, inilah resto baru untuk kalangan pecinta makanan ibu kota. Letaknya di Jalan Agus Salim, pas di sebelahnya bebek bengil. Suasana yang ayem langsung menyergap saat kita memasuki Seribu Rasa. Resto ini didesain minimalis etnik dengan sentuhan Bali, Jawa, dan Sunda. Sangat Menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, anda bukan hanya merasakan kenikmatan kuliner, namun juga kenyamanan aura yang menenangkan. Dikelola bersama grup Penang Bistro, Seribu Rasa menjanjikan tempat makan yang terbaik bagi para sosialita ibu kota. Menunya? Masakan Nonya menjadi ciri khas Seribu Rasa. Inilah jenis makanan yang hanya ada satu-satunya di dunia. Nonya adalah menu akulturasi antara masakan Tionghoa dengan selera Nusantara. Di sekitar selat malaka, hingga Sumatra, masakan Nonya menjadi ciri khas. Campuran bumbu dan aliran masakan Tionghoa bercampur dengan gairah Melayu peranakan. Hemmm, layak dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Sb0whDjGlkI/AAAAAAAAAIs/oL8TY_oyZy0/s1600-h/seribu+rasa+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Sb0whDjGlkI/AAAAAAAAAIs/oL8TY_oyZy0/s200/seribu+rasa+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313456479813408322" /&gt;&lt;/a&gt; Seribu Rasa menyajikan deretan makanan yang bakal membuat anda berkelimpahan rasa. Mulai dari varian ikan, udang, sapi, ayam, dan sayuran, semua tersedia. Coba cicipi “Fried atau Steam Jurong Tamiang”. Ini adalah masakan Ikan Jurong yang dikukus atau goreng. Ikan Jurong adalah ikan yang cukup langka, berbentuk seperti ikan mas, namun dengan kandungan gizi yang lebih tinggi. Coba juga Ikan Bawal Goreng Saus Mangga. Rasa ikannya crispy dan saus mangganya lezaat. Pilihan udangnya juga beragam. Anda bisa pilih “Udang Api-Api Asap”. Petai setengah matang ditaburkan di antara udang dan tahu. Buat pecinta petai, lumayan juga menghibur karena bisa merasakan “kletusan” petai yang masih pas untuk digigit. Bagi anda yang suka sayur, silakan mencicipi Daun Singkong Tumbuk-nya yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian minumannya juga unik. Ada minuman yang disebut “Semilir Brastagi”. Ini adalah racikan juice berbagai macam buah seperti terong belanda, dan strawberry. Cicipi juga Sejuk Losari, yang merupakan racikan juice mentimun, lemon, apel, dan berbagai buah lainnya. Mau coba dessert? Coba d ketan durian malakanya. Durian diramu bersama ketan meninggalkan getar atau hawa duren yang tak boleh dilewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan ragam makanan di restoran ini memang pantas menjadikannya “Seribu Rasa”. Pastikan ajak teman yang tepat. Ingin hati berjuta rasa? Main-main deh ke Seribu Rasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-6229190276408446281?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/6229190276408446281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=6229190276408446281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/6229190276408446281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/6229190276408446281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2009/03/berjuta-rasa-di-seribu-rasa.html' title='Berjuta Rasa di Seribu Rasa'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Sb0wREs5qCI/AAAAAAAAAIk/DRun0pJP1VI/s72-c/seribu+rasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1938382438789932409</id><published>2008-09-08T12:54:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T13:26:01.809+07:00</updated><title type='text'>Don Giovanni</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tall, handsome and very, very dark. Don Giovanni has stolen kisses and broken hearts across the continent. And wouldn't you fall for a man who looks into your eyes and sings a melting Mozart serenade?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SMS-7dn9kFI/AAAAAAAAADw/Rn4Y3crYCqU/s1600-h/don+giovanni.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SMS-7dn9kFI/AAAAAAAAADw/Rn4Y3crYCqU/s200/don+giovanni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243525794939899986" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa tak kenal Don Giovanni? Tatapan matanya menenggelamkan setiap wanita. Rayuannya menebar megap megap romantis, dan senyumnya membakar api asmara. Setiap wanita yang ditemuinya, dijamin akan “termehe-mehe”. Don Giovanni adalah opera mahakarya Wolfgang Amadeus Mozart, yang pertama kali dimainkan pada tahun 1787 di Praha. Akhir bulan Agustus lalu, Don Giovanni kembali dimainkan di Sydney Opera House. Opera ini, yang merupakan gubahan dari kisah Don Juan, librettonya ditulis oleh Lorenzo Da Ponte. Dan malam itu, saya menjelajahi sebuah lakon spektakuler yang telah dimainkan lebih dari 200 tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SMS_FSYA9XI/AAAAAAAAAD4/Md7dTBrBHXU/s1600-h/dongiovanni_bg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SMS_FSYA9XI/AAAAAAAAAD4/Md7dTBrBHXU/s200/dongiovanni_bg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243525963718915442" /&gt;&lt;/a&gt; Don Giovanni adalah pria berkelas tinggi yang senang berfoya-foya dan menggoda wanita. Sebanyak 1003 wanita takluk padanya di Spanyol, 640 di Italia, 231 di Jerman, 100 di Prancis, dan 91 di Turki. (adegan ini diceritakan secara komedi dalam aria Leporello: "&lt;em&gt;Madamina, il catalogo è questo -- Non, ini katalognya&lt;/em&gt;."). Namun, Don Giovanni bukan bercerita tentang kesuksesan seorang Don Juan. Lakon ini lebih bercerita tentang akibat perbuatan Don Giovanni pada berbagai wanita. Don Giovanni harus menghadapi hubungan yang rumit dengan Donna Anna, Donna Elvira, dan  Zelrina. Ketiganya adalah korban cinta dan rayuan Don Giovanni. Donna Anna dirayu di kamarnya hingga secara tidak sengaja Don Giovanni membunuh ayah Donna Anna, Commandetore, karena memergokinya. Donna Elvira dijanjikan untuk dinikahi, namun ditinggal lari, dan Zelrina dirayu tepat di hari pernikahannya. Ketiga wanita itu menuntut pertanggungjawaban sekaligus ingin membalas dendam pada Don Giovanni. Kehidupan Don Giovanni, bersama dengan pembantunya Leporello, tak tenang karena dikejar-kejar kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Act II opera ini berujung pada sebuah kisah tentang upaya pertobatan. Donna Elvira mendatangi Don Giovanni, kebenciannya sudah hilang. Yang tersisa adalah rasa kasihan melihat Don Giovanni masih tetap melakukan aksi-aksi rayuan kemana-mana. Donna Elvira meminta Don Giovanni untuk bertobat. Don Giovanni menolaknya, baginya wanita dan arak adalah esensi dari kemuliaan hidup. &lt;em&gt;“They are more to me than the breath I take”,&lt;/em&gt; tegas Don Giovanni. Setelah itu, arwah Commendatore, ayah Donna Anna, muncul. (ia membawakan aria "&lt;em&gt;Don Giovanni! a cenar teco m'invitasti&lt;/em&gt; - Don Giovanni! Kamu telah mengundangku untuk makan denganmu"). Dia menyuruh Don Giovanni untuk bertobat dari kehidupan sesatnya, tetapi sekali lagi Don Giovanni menolak mentah-mentah. Arwah Commendatore pun akhirnya mengutuk dan menyeret Don Giovanni ke dalam tanah. Api neraka menyelimuti Giovanni sambil ditarik ke dalam. Itulah akhir dari Don Giovanni. Seorang filsuf Denmark, Soren Kierkegaard, mengangkat adegan penolakan bertobat Don Giovanni ini dalam sebuah perdebatan filsafat yang panjang dan menarik. Bahkan Kierkegaard menulis “&lt;em&gt;If you marry, you will regret it; if you do not marry, you will also regret it; if you marry or do not marry, you will regret both; whether you marry or do not marry, you will regret both.”&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1938382438789932409?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1938382438789932409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1938382438789932409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1938382438789932409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1938382438789932409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/don-giovanni.html' title='Don Giovanni'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SMS-7dn9kFI/AAAAAAAAADw/Rn4Y3crYCqU/s72-c/don+giovanni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-3699556300177772546</id><published>2008-09-04T21:41:00.000+07:00</published><updated>2008-09-04T22:00:36.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lucia di Lammermoor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opera'/><title type='text'>Lucia di Lammermoor</title><content type='html'>Bagi para pecinta opera, Lucia di Lammermoor adalah sebuah lakon yang masuk kategori &lt;em&gt;must see&lt;/em&gt;. Inilah sebuah &lt;em&gt;tragic opera&lt;/em&gt; (opera tragis) mahakarya dari komposer opera Gaetano Donizetti yang pertama kali dimainkan tahun 1836. Libretto-nya, atau narasi yang dituturkan dalam bahasa Italia, ditulis oleh Salvatore Cammarano. Lakon ini dipaparkan dengan sangat menawan di Sydney Opera House. Tata panggung, kostum, pencahayaan, akting, dan musik orkestra yang &lt;em&gt;grandeur &lt;/em&gt; ditampilkan dengan sangat indah dan menawan. Saya menerjang dingin dan hujan untuk kemudian mengantri demi menonton Lucia. Sebuah kisah klasik tentang cinta terlarang yang tragis dan lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL_3SU7TF4I/AAAAAAAAADg/f-ulmbbD-a4/s1600-h/lucia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL_3SU7TF4I/AAAAAAAAADg/f-ulmbbD-a4/s320/lucia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242180385509676930" /&gt;&lt;/a&gt; Lucia adalah sebuah tragedi. Berlatar belakang Ravenswood Castle di Scotland, Lucia di Lammeermoor dipaksa menikah dengan pria bukan pilihannya. Kakaknya, Enrico, menginginkan ia menikah dengan bangsawan Arturo. Namun Lucia telah mengikat janji dengan pria lain, Edgardo, yang pernah menyelamatkannya dari serangan banteng liar. Sayangnya, Edgardo adalah musuh dari keluarga Lammermoor. Mengetahui cintanya tak mendapat restu keluarga, Lucia dan Edgardo memadu janji pada sebuah malam. Mereka bertukar cincin dan bersumpah untuk tetap menjaga kesucian cinta mereka. Dikisahkan kemudian bahwa Edgardo pergi bertugas ke wilayah Perancis. Sepeninggal Edgardo, kakak Lucia, Enrico, membuat sebuah rencana jahat agar Lucia dapat menikah dengan  Arturo. Ia membuat surat cinta palsu dari Edgardo kepada Lucia yang mengatakan bahwa Edgardo telah menemukan wanita lain dan meminta Lucia melupakannya. Terpukul, sedih, dan merasa dikhianati, Lucia patah hati. Dalam kepatahhatiannya, Lucia dipaksa Enrico untuk menerima Arturo sebagai sang suami. Pesta besarpun diadakan oleh Enrico. Dikisahkan, Edgardo pulang dan mendatangi pesta pernikahan. Ia berang dan meminta kembali cincin Lucia. Edgardo mengutuk pernikahan, petir menyambar, Lucia pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL_3u957F3I/AAAAAAAAADo/p_HRLv8zzRo/s1600-h/lucidilammermoor_bg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL_3u957F3I/AAAAAAAAADo/p_HRLv8zzRo/s200/lucidilammermoor_bg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242180877546100594" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah itu, adalah adegan favorit saya. Di malam pertama pernikahan, Lucia yang patah hati, perlahan menjadi gila. Ia membunuh Arturo, dan membawakan aria (expresi melody) yang lirih memanggil-manggil Arturo. Emma Matthews, sang pemeran Lucia, membawakan &lt;em&gt;Act III aria &lt;/em&gt;dengan sungguh menyentuh. Gambaran ekspresi kepedihan jiwa Lucia, diiringi oleh tata  lampu dan musik, sungguh menggetarkan hati. Saat Lucia membawakan &lt;em&gt;&lt;em&gt;Act III aria, Il Dolce Suono (the sweet sound), &lt;/em&gt;&lt;/em&gt; suasana meremangkan buku kuduk dan merembeskan air mata. Saya yakin ada banyak keharuan mengembang di antara para penonton. Ujung kisah tragis ini sudah dapat diduga, Lucia mati merana karena cintanya. Edgardo, menyadari bahwa Lucia cinta sampai mati pada dirinya, berharap untuk menyatu dengan Lucia. Iapun menusuk dirinya dengan pisau, dan mati. Betapa cinta yang begitu indah dan penuh bunga asmara di sisi lain juga mengandung kepedihan. Cinta dapat membawa kegilaan. Memang, karena cinta itu sendiri adalah sejenis kegilaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-3699556300177772546?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/3699556300177772546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=3699556300177772546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3699556300177772546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/3699556300177772546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/lucia-di-lammermoor.html' title='Lucia di Lammermoor'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL_3SU7TF4I/AAAAAAAAADg/f-ulmbbD-a4/s72-c/lucia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-5658817762856674172</id><published>2008-09-03T17:12:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T17:20:18.219+07:00</updated><title type='text'>Bonds: Undie Amnesty</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL5jcjG5L9I/AAAAAAAAADQ/e8mux4pU8oY/s1600-h/IMG_5375.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL5jcjG5L9I/AAAAAAAAADQ/e8mux4pU8oY/s400/IMG_5375.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241736358417477586" /&gt;&lt;/a&gt; Lemparkan semua underwear lama anda, pakailah undie keluaran terbaru dari Bonds. Itulah bentuk promosi baru dari celana dalam pria di pusat kota Sydney. Bonds membagi-bagikan celana dalam pria di tengah keramaian. Gratis. Syaratnya? Anda harus memakai celana dalam langsung di tempat. Mereka menyediakan tenda kecil untuk mengganti celana dalam, serta plastik dan tempat sampah untuk membuang celana dalam lama anda. “Lupakan merek lain, beralihlah ke Bonds,” kira kira demikian pesan mereka. Buat kita-kita yang berkunjung ke Sydney lebih dari 5 hari, celana dalam memang bisa jadi urusan yang bikin repot. Oleh karenanya, promo celana dalam gratis nampaknya tak bisa dibiarkan lewat begitu saja. Saya, Hery, dan Imuspun ikut mengantri mengambil jatah gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kami ikut mengantri? Selain karena gratis, ada beberapa alasan. Pertama, Bonds adalah merek pakaian dalam pria terbesar di Australia. George Alan Bonds mendirikan emporium Bonds sejak tahun 1915. Merek Bonds sendiri didaftarkan pada tahun 1920. Sejak itu, Bonds adalah &lt;em&gt;landmark&lt;/em&gt; bagi pakaian dalam di Australia. Tentu saja kita ingin merasakan bagian yang itu. Kedua, para Bonds ladies, gadis-gadis pembagi celana dalam, sungguh ramah dan menggoda. Siapa tahan bila kita dirayu-rayu hanya untuk sekedar mengganti celana dalam. Kamipun luluh dan ikut mengantri. Memasuki tenda kecil buatan mereka, kami semua bertukar celana dalam. Sedikit &lt;em&gt;accident&lt;/em&gt; kecil terjadi saat pintu tenda saya robek dan tersibak sehingga terlihatlah posisi saya sedang mengganti celana. Massa cukup histeris, hingga para Bonds Ladies membantu untuk menenangkannya. Well, setelah memakai Bonds, saya bisa merasakan apa itu sensasi underwear Australia. Menarik dan layak dicoba. Adem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-5658817762856674172?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/5658817762856674172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=5658817762856674172' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5658817762856674172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/5658817762856674172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/bonds-undie-amnesty.html' title='Bonds: Undie Amnesty'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL5jcjG5L9I/AAAAAAAAADQ/e8mux4pU8oY/s72-c/IMG_5375.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-8178448016497303030</id><published>2008-09-02T18:59:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T19:07:43.320+07:00</updated><title type='text'>Peter Doyle@Quay</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0q7rYwIWI/AAAAAAAAADA/ZsjCG6QkxVA/s1600-h/lobster+doyle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0q7rYwIWI/AAAAAAAAADA/ZsjCG6QkxVA/s320/lobster+doyle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241392746076316002" /&gt;&lt;/a&gt; Peter Doyle adalah legenda dalam deretan nama chef terkenal di Australia. Keahliannya dalam menyajikan masakan, khususnya sea food meninggalkan kenangan yang tak terlupakan. Meninggal di tahun 2004, Peter Doyle lebih suka menyebut dirinya seorang nelayan. Ia memang mengawali karirnya sebagai nelayan sebelum akhirnya membangun emporium restoran dengan nama Peter Doyle di berbagai kota di Australia. Kunjungi the Rocks Sydney dan mampirlah ke Peter Doyle@the Quay untuk mencicipi legenda itu. Restoran premium yang memiliki lokasi &lt;em&gt;upclass &lt;/em&gt;sangat cantik ini menyajikan berbagai hidangan sea food dengan varian yang menggetarkan selera makan. Bukan hanya makanan, tapi juga pemandangan. Terletak di ujung circular quay, Peter Doyle menyajikan pemandangan yang spektakuler. Harbour Bridge dan Opera House mendampingi kita mencicipi sajian sea food yang nikmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0rXDFj22I/AAAAAAAAADI/EaIzoZw6fT0/s1600-h/iwanlobster.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0rXDFj22I/AAAAAAAAADI/EaIzoZw6fT0/s200/iwanlobster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241393216294738786" /&gt;&lt;/a&gt;Hery, Sekar, dan Imus adalah teman makan malam itu. Sekar memilih menu  &lt;em&gt;top end baramundi &lt;/em&gt;sebagai makanan utama. Ikan baramundi ini adalah sejenis ikan kakap putih yang terkenal di perairan Australia. Fish and chip Peter Doyle layak diacungi jempol. Penyajiannya yang apik dengan pengaturan bumbu yang menawan membuat makan fish and chip menjadi sebuah pengalaman tersendiri. Buat Hery dan saya, lobster terasa lebih menggoda. Cicipi &lt;em&gt;Whole Western Australia Lobster Mornay &lt;/em&gt;sebagai menu makan malam anda. Inilah ratu dari segala makanan laut. Lobster utuh disajikan cantik dengan taburan cream dan cheese panggang. Mendampinginya, terdapat pilihan kentang mash ataupun goreng, tomat, asparagus, dan sayuran. Lobster terbaik yang pernah ada, tekstur dagingnya begitu lembut dan menebarkan aroma lautan yang segar. Setiap kunyahan adalah orgasme. Setiap sendok adalah getar yang menikmatkan. Kesegaran lobsternya terasa manis di kuluman lidah kita. Tekstur lobster begitu lembut menari dalam kunyahan kita. Anda seolah merasakan samudra menari di langit-langit mulut. Rasa lobster itu bagai sebuah kenangan tak terlupakan seumur hidup. Memang Lobster di Peter Doyle ini  adalah lobster pilihan yang diambil langsung dari laut Australia. Hanya ada satu kelemahan dari makan di sini, itulah &lt;em&gt;so pricey the price&lt;/em&gt;. Untuk sepiring lobster dan minuman, anda harus merogoh kocek setidaknya 80-100 dollar Australia. Masih ingin mencicipi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-8178448016497303030?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/8178448016497303030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=8178448016497303030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8178448016497303030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8178448016497303030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/peter-doylequay.html' title='Peter Doyle@Quay'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0q7rYwIWI/AAAAAAAAADA/ZsjCG6QkxVA/s72-c/lobster+doyle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1232133735301893644</id><published>2008-09-02T18:47:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T18:57:54.779+07:00</updated><title type='text'>Monger : The Real Fish and Chips</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0pU89QupI/AAAAAAAAACw/4Fc1gTekYxM/s1600-h/della.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0pU89QupI/AAAAAAAAACw/4Fc1gTekYxM/s200/della.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241390981266324114" /&gt;&lt;/a&gt; Della, seorang sahabat yang menetap di Sydney, mengajak saya mengunjungi Manly dengan kapal Ferry. Katanya, di sana ada fish and chip yang enak dan &lt;em&gt;die die must try&lt;/em&gt;. Jarak Manly yang setengah jam perjalanan Ferry cukup membuat saya ragu menjalaninya. Di tengah udara dingin Sydney di bulan Agustus dan kondisi perut saya yang masuk angin, jalan-jalan naik Ferry tampak bukan sebuah ide yang ciamik. Untuk mencapai Manly, dibutuhkan waktu setengah jam perjalanan laut yang bisa jadi memabukkan. Namun, tugas suci mencari fish and chip yang enak, mengalahkan segala rasa khawatir yang ada. Perjalanan itupun kami coba. Berdiri di dek kapal, angin musim dingin memang menggigit tulang sampai ke ujungnya. Namun sesampai di Manly, rasa itu hilang karena kita disajikan sebuah pemandangan pantai nan cantik dengan deretan restoran sea food di sepanjang pantainya. Dan yang paling penting, kita akan mencicipi fish and chipnya yang terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0pd_RyPjI/AAAAAAAAAC4/dE6jbXUf4GA/s1600-h/fishmonger.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0pd_RyPjI/AAAAAAAAAC4/dE6jbXUf4GA/s320/fishmonger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241391136508100146" /&gt;&lt;/a&gt;Tersebutlah fishmonger, sebuah restoran fish and chip yang terkenal di daerah Manly. Memasuki fishmonger, kita langsung diajak merasakan suasana unik dari restoran ini. Resto yang terkenal dengan sebutan monger oleh penduduk lokal ini menyajikan &lt;em&gt;fresh and fast seafood &lt;/em&gt;dengan sensasi rasa Australia modern. Formula fish and chipnya sudah terkenal saat resto monger ini pertama kali dibuka di Byron Bay sekitar 6 tahun lalu.  Fish and chip tersedia dengan pilihan ikan segar yang disajikan &lt;em&gt;battered&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;grilled &lt;/em&gt;dengan potongan kentang goreng yang sungguh &lt;em&gt;generous&lt;/em&gt;. Fish and chipnya terpilih sebagai salah satu yang the best oleh &lt;em&gt;The Times London&lt;/em&gt;. Memang, mencicipi fish and chip sajian monger, sensasi uniklah yang kita rasakan. Selain fish and chip, kita juga bisa memilih varian menu lain seperti oyster dari Danau Wallis, rangkaian sajian cumi, BBQ baby octopus, maupun udang besar, dan calamari. Kami mencicipi BBQ Baby Octopus yang rasanya sungguh luar biasa. Kelembutan daging BBQ baby octopus ini sungguh menggetarkan lidah. Tidak seperti biasanya daging cumi yang bertekstur kenyal, baby octopus fishmonger justru lembut dan &lt;em&gt;easy to chew&lt;/em&gt;. Nikmat, sungguh nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan fishmonger sungguh ramah dan cepat. Dan yang paling unik adalah penyajian makanannya dalam kotak kayu yang manis. Hal ini membuat sensasi fish and chip monger menjadi berkesan rapi dan berkelas. Usai makan, kita mengelilingi pantai Manly sambil memandang senja yang mulai merekah. Garis merah di langit menandakan bahwa kita harus kembali menaiki ferry ke Sydney. Mengarungi setengah jam di atas gelombang laut. Namun, setelah mencicipi sensasi dari fishmonger, waktu seolah bukan masalah lagi. Fishmonger sungguh bernilai untuk dicoba, &lt;em&gt;worth to try&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1232133735301893644?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1232133735301893644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1232133735301893644' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1232133735301893644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1232133735301893644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/monger-real-fish-and-chips.html' title='Monger : The Real Fish and Chips'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SL0pU89QupI/AAAAAAAAACw/4Fc1gTekYxM/s72-c/della.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-547169588159657079</id><published>2008-09-02T10:41:00.001+07:00</published><updated>2012-01-15T21:45:24.607+07:00</updated><title type='text'>Secangkir Coklat Hangat dan Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLy5z4WIyII/AAAAAAAAACg/1GGe-QPIpsA/s1600-h/waffel+lindt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLy5z4WIyII/AAAAAAAAACg/1GGe-QPIpsA/s320/waffel+lindt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241268367302117506" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;"If you only see the Opera House, The Harbour Bridge, and The Lindt Chocolate Cafe, you’ll leave Sydney happy" &lt;/em&gt;.... dalam waktu kunjungan yang singkat ke Sydney ditambah hembusan udara musim dingin yang menggigit tulang, duduk santai menghirup coklat hangat adalah sebuah kenyamanan tersendiri. Kalau kamu mampir Sydney, dan hanya sempat melihat Opera House, Harbour Bridge, serta nongkrong di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lindt Chocolate Cafe&lt;/span&gt;, cukuplah itu semua. Kamu akan meninggalkan Sydney dengan bahagia. Lindt Choholate Cafe adalah surga bagi para penggemar coklat. Kita mungkin bisa mencicipi coklat Lindt di berbagai belahan dunia, bahkan di rumah sendiri. Tapi untuk merasakan suasana unik dan original dari Lindt Chocolate cafe, kita harus mendatangi Sydney. Hal ini karena cafe yang terletak di 53 Martin Place ini (cabang lainnya di cockle bay wharf) adalah Lindt cafe pertama di dunia, yang sengaja diciptakan sebagai surga bagi para penggemar coklat. Cafe ini ditata apik dengan dekorasi warna krim, coklat, dan hitam di beberapa sisi. Cafe ini juga menampilkan deretan koleksi coklat Lindt, cake, dan es krim yang disusun cantik dalam rak-rak yang tersebar di sudut-sudut kafe. Aroma coklat dan nuansa kelembutan langsung menyergap kala kita memasuki kafe ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLy6BVs3gfI/AAAAAAAAACo/r3GeEB0E9bE/s1600-h/coklat+hangat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLy6BVs3gfI/AAAAAAAAACo/r3GeEB0E9bE/s200/coklat+hangat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241268598520381938" /&gt;&lt;/a&gt; Lindt Cafe Sydney adalah kafe yang sibuk di setiap waktu. Untuk masuk ke sini saya perlu sedikit mengantri. Deretan pekerja lokal memenuhi kafe seolah mencari &lt;em&gt;sanctuary&lt;/em&gt; dari kepenatan hidup sehari hari. Saat masuk dan duduk di dalamnya, saya memilih Ice cream waffel sebagai makanan dan secangkir coklat hangat untuk mendampingi. Ice cream waffelnya sungguh luar biasa. Tampilan manis ice cream di atas Waffel disajikan dengan satu pot kecil coklat leleh hangat khas Lindt. Saya menuuang coklat leleh di atas waffel dan ice cream. Saat sata cicipi,  aroma coklat leleh sungguh penuh dan tumpah ruah memenuhi ruang mulut saya. Meleleh hangat meninggalkan sensasi unik di langit-langit mulut. Secangkir coklat hangat disajikan dalam dua pot terpisah, satu pot berisi susu putih hangat, satu pot berisi lagi lagi coklat leleh. Saya mencampur dan mengaduk keduanya, kemudian meminumnya. Aliran coklat hangat membasahi ruang mulut kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Lindt selama 160 tahun dalam membuat coklat membuat rasa coklat itu tinggal lama di mulut kita. Lihat, sentuh, dengar, hirup aromanya, dan cicipi, itulah lima rahasia merasakan coklat lindt. Pilih juga rangkaian jenis coklat untuk menemani hari kita. Sensasi dari coklat yang &lt;em&gt;melt-in-the-mouth &lt;/em&gt;ini bisa didapatkan dalam berbagai jenis seperti: dark and milk chocolate; hazelnut; coffee; caramel; pistachio; strawberry atau bahkan champagne dan hanya akan meninggalkan rasa yang ingin membawa saya untuk datang dan datang lagi. Dengan banyaknya aneka pilihan menu, kadang pengunjung kerap bingung memilih apa yang terbaik. Saran saya, stick pada pilihan coklat saja. Pilihan lain seperti kopi dan sandwich nampaknya kurang menarik, tidak recommended. Lagipula, what's the point duduk di Chocolate cafe kalau hanya memesan kopi hitam dan sandwich? Salam lelehan coklat dari Sydney.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-547169588159657079?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/547169588159657079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=547169588159657079' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/547169588159657079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/547169588159657079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/secangkir-coklat-hangat-dan-kebahagiaan.html' title='Secangkir Coklat Hangat dan Kebahagiaan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLy5z4WIyII/AAAAAAAAACg/1GGe-QPIpsA/s72-c/waffel+lindt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-278474320420182206</id><published>2008-09-02T08:37:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T09:02:50.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a380'/><title type='text'>Dalam Perut Sang Raksasa Berbisik (in the belly of a whispering giant)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLyeFR9NVWI/AAAAAAAAACQ/u0Ma1jgMNlk/s1600-h/Copy+of+IMG_5496.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLyeFR9NVWI/AAAAAAAAACQ/u0Ma1jgMNlk/s200/Copy+of+IMG_5496.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241237879909078370" /&gt;&lt;/a&gt; Julukan raksasa berbisik memang layak disandang oleh Airbus A380. Pesawat superjumbo bertingkat dua milik maskapai Singapore Airlines ini memang “nyaris tak terdengar suaranya”. Dalam perjalanan rute Kanguru (Singapore – Sidney - Singapore) saya terkagum-kagum oleh halusnya suara yang dihasilkan pesawat raksasa ini. Suara empat mesin Trent 900 buatan Rolls-Royce, Inggris, memang memberikan ketenangan bagi penumpang dalam penerbangan jarak jauh. Sayapun terpesona di dalam perut sang raksasa berbisik. Dengan semua kelebihan yang dimuat di berbagai media, A380 memang menerbitkan banyak rasa ingin tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLyeOf5cJBI/AAAAAAAAACY/1Kw5x1FQrPc/s1600-h/Copy+of+DSCF2659.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLyeOf5cJBI/AAAAAAAAACY/1Kw5x1FQrPc/s200/Copy+of+DSCF2659.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241238038270190610" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh karenanya, saat pertama memasuki pesawat ini, saya seolah diajak untuk merasakan sebuah pengalaman rasa, a sense of indulgence. Interior pesawat ditata dengan apik dan cantik sehingga menimbulkan kesan mewah pada setiap detilnya. Tata ruang, pencahayaan kabin, pemilihan warna, lebih memberikan kesan hotel mewah  ketimbang sebuah jet penumpang. Seperti apa siy terbang di kabin pesawat ini? Rasanya memang luar biasa. Anda harus mencicipi kelas terbarunya yang dinamakan suite class. Tempat duduk kelas ini dirancang oleh Jean-Jacques Coste, seorang perancang perahu pesiar (yacht) Perancis. Dan memang, duduk di kelas ini anda bagaikan seorang raja. Tempat duduknya bisa diubah menjadi ruang privat dengan kursi-kursi kulit dan dipan terpisah dengan kasur yang dibungkus kain berwarna krem rancangan Givenchy. Kalau anda membawa pasangan, batas pemisah bisa diangkat, dan ... hopla, anda bisa berbulan madu pada tempat tidur dobel di ketinggian 50,000 kaki.. Wooow eksotis bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hamparan sekitar tempat duduk kita, ada colokan untuk laptop dan USB yang memungkinkan kita bekerja atau menyiapkan bahan presentasi dengan program Office yang tersedia. Sayang, saat saya mencobanya, program Star Officenya membutuhkan waktu loading yang lama. Anyway, buat apa juga kerja di pesawat mewah seperti ini. Lihat saja layar TV LCD ukuran 23 inci yang menyediakan 100 film yang bisa dipilih untuk ditonton. Pilihan musik, game, learning, drama tv, bahkan opera, akan memberikan kita hiburan yang menyenangkan di sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol-ngobrol dengan pramugari SQ, yang entah bagaimana perutnya selalu rata, adalah juga sebuah pengalaman sendiri. Mereka begitu passionate menjelaskan cerita tentang pesawat ini. Bahwa selain kelas suite, A380 punya 60 kursi kelas bisnis di dek atas dan 399 kursi kelas ekonomi yang dibagi di bagian belakang dek atas dan dek bawah. Saya dan Hery, seorang penggila fotografer, menghabiskan sebagian waktu dari 7,5 jam perjalanan dengan  menyusuri perut A380, naik turun deck melalui tangga yang ada di buntut pesawat, dan tak lupa mengabadikan momen. Sungguh sebuah pengalaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-278474320420182206?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/278474320420182206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=278474320420182206' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/278474320420182206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/278474320420182206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/09/dalam-perut-sang-raksasa-berbisik-in.html' title='Dalam Perut Sang Raksasa Berbisik (in the belly of a whispering giant)'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SLyeFR9NVWI/AAAAAAAAACQ/u0Ma1jgMNlk/s72-c/Copy+of+IMG_5496.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-1718053213554507877</id><published>2008-07-27T22:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T10:35:05.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno'/><title type='text'>Bengkulu Kota Pembuangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1HA1iBgfI/AAAAAAAAACA/FSGNDs-N53o/s1600-h/bengkulu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1HA1iBgfI/AAAAAAAAACA/FSGNDs-N53o/s320/bengkulu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227912822142370290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Babakan Bengkulu adalah babakan sebuah ironi. Dari sebuah daerah penghasil lada yang besar hingga menjadi kota dimana pembangunan berjalan lambat. Kala kota-kota lain di Indonesia berusaha melesak maju dalam gerak zaman, Bengkulu masih berada di garis belakang pembangunan.  Beberapa waktu lalu, saya berada di Bengkulu untuk menapaki makna historis kota ini. Setelah rangkaian perjalanan menuju Desa Mukomuko untuk melihat kampung penduduk yang terkena gempa bumi, saya melintasi denyut kehidupan Bengkulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dunia berjalan lambat dan ogah-ogahan di Bengkulu. Posisi geografisnya yang terpencil membuat kondisi kota ini sangat tidak diuntungkan. Bengkulu terasing dari jalur lalu lintas perdagangan. Jalur darat, laut, dan udara masih sangat minimal. Penerbangan hanya ada ke Jakarta. Itu artinya, kalau kita hendak ke Palembang  harus melalui Jakarta terlebih dahulu. Padahal jarak Bengkulu-Palembang  tak ada sepertiga Bengkulu-Jakarta. Akibat keterasingan ini penduduk Bengkulu rata-rata inward looking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran Bengkulu dahulu menjadi tempat pembuangan para tokoh dan pejuang kemerdekaan. Abad ke 19 Sentot Alibasah, panglima tentara Diponegoro dalam perang Jawa (1825-1830), yang menyerah pada Belanda, dibuang ke Bengkulu dan meninggal dunia di sana. Abad ke 20 Ir Soekarno dibuang ke Bengkulu dari tahun 1938 hingga 1942. Saya berkesempatan mengunjungi rumah bekas pembuangan Soekarno di Anggut Atas, agak pinggiran kota waktu itu. Rumah itu kini dijadikan museum dan di sebelahnya dibangun sebuah gedung pertemuan yang cukup besar. Dahulu, bisa dibayangkan, rumah ini tersisih dari rumah tetangga lainnya. Hal ini dilakukan agar pihak penguasa Belanda lebih mudah melakukan pengawasan. Di rumah ini, Bung Karno bergabung dengan Muhammadiyah dan ia mengajar di sekolah Muhammadiyah. Di Bengkulu ini pula, Bung Karno mulai menjalin hubungan asmara dengan Fatmawati, yang kemudian menjadi istri ketiga, sesudah Utari dan Inggit. Selain mengajar, di Bengkulu Bung Karno juga membentuk sebuah  perkumpulan tonil. Beberapa kostum tonil masih ditampilkan di rumah tersebut. Rumah ini juga masih menyimpan rak buku dan kumpulan buku dari Bung Karno yang pada saat itu terkenal memiliki bibliotik paling besar di Bengkulu.&lt;br /&gt;Banyak kisah tentang Soekarno di kota ini. Warga Bengkulu juga menjadikan patahan sejarah tersebut sebagai sebuah kebanggaan kota. Bahwa Bengkulu pernah menjadi bagian penting dari pergerakan perjuangan kemerdekaan RI. Namun, hampir 70 tahun telah berlalu kemerdekaan itu, Bengkulu masih seperti yang dulu. Ia seperti terabaikan atau tersisihkan, ia hanya bagian dari cerita yang masih berada di garis belakang pembangunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-1718053213554507877?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/1718053213554507877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=1718053213554507877' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1718053213554507877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/1718053213554507877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2008/07/bengkulu-kota-pembuangan.html' title='Bengkulu Kota Pembuangan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1HA1iBgfI/AAAAAAAAACA/FSGNDs-N53o/s72-c/bengkulu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-8206974477055076640</id><published>2007-03-08T10:45:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T10:35:06.152+07:00</updated><title type='text'>Tokyo Redux</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Re-HpRg8ZCI/AAAAAAAAAAM/NFCjEj-dpeM/s1600-h/akihabara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5039395651196838946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="206" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Re-HpRg8ZCI/AAAAAAAAAAM/NFCjEj-dpeM/s320/akihabara.jpg" width="267" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tokyo bukanlah jenis kota yang saya suka, apalagi saat musim dingin tiba. Saat kita menelusuri jalan-jalan kota Tokyo, selalu muncul kesan yang sama. Desir angin menerpa wajah-wajah tegang penduduk Tokyo. Ciri khas pekerja keras. Tanpa ekspresi, tanda depresi. Bangunan gelas kaca menjulang tinggi tanpa senyum. Mobil-mobil mewah melaju angkuh tak tersentuh. Kamar hotel ukuran doll house-sized (ingat rumah2an boneka Barbie?) menambah ironi itu. Saat malam tiba, lampu terang benderang menerawang dengan pemandangan yang hampir sama. Pachinko parlors, hostess bar, yakitori joint, dan rumah-rumah pelacuran, bertebaran di sepanjang distrik, seperti yang terlihat di daerah Shinjuku, Roponggi, ataupun Ginza. Kalau diandaikan sebuah film, Tokyo adalah trailer film yang bergerak cepat. Jalanannya ribut. Klakson mobil berdentam. Orang-orang mudanya berpakaian aneh (rambut mereka dicat warna warni, celana jadi baju, baju jadi celana, biasa dikenal dengan gaya harajuku), acara TV-nya nyaris tak bisa dimengerti, penuh teriak tanpa arti. Film pornonya...oops... terburuk sedunia, orgy screaming-nya sungguh menyedihkan. Tanpa juntrungan (rasanya ini adalah the worst porn movie i've ever seen). Membuat film porno Jerman tampak lebih manusiawi (mohon maaf atas keterus terangan saya dalam mengamati khazanah film porno ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di balik semua itu. Dari perspektif seorang pecinta makanan, siapa yang peduli? Karena saya datang ke Tokyo untuk MAKAN. Yup, sekali lagi, untuk MAKAN. Ketika kita duduk di meja makan, tak ada yang lebih indah dan penuh seni daripada meja makan orang Jepang. Jadi, sejak hari pertama mengunjungi Tokyo, saya menjelajahi jalan-jalan kecil, berbagai stasiun, berbagai distrik, tak lain tak bukan, hanya untuk mencari makanan yang nikmat. Mungkin itulah misi yang diberikan Tuhan pada kunjungan kali ini ke Tokyo (Lord has ordered me a quest for a perfect meal –Anthony Bourdain, A Cook’s Tour, Bloomsbury 2002). Jadi, kalau anda mampir ke Tokyo dan “hanya” makan McDonald (maku dona duro – kata orang Jepang), anda termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kufur nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan pertama adalah menjelajahi warung Soba, Udon, dan Ramen. Warung-warung kaki lima yang menjual jenis makanan ini banyak terdapat di stasiun-stasiun metro kota Tokyo. Rasanya nikmat, kuahnya segar dan menghangatkan badan. Tepat sekali dicoba di musim dingin yang menusuk. Makanan selanjutnya yang layak coba juga adalah jenis rebus-rebusan, seperti Shabu-shabu (meski bukan makanan asli Jepang, tapi makanan ini cukup favorit). Di daerah Meguro ada satu restoran yang juga jadi favorit teman-teman Indonesia, namanya Oyanasai yang artinya sayur-sayuran. Perjalanan selanjutnya adalah mencicipi makanan seperti Unagidon (belut air tawar yang disajikan bersama nasi) dan Tendon (nasi putih dalam mangkok yang diletakkan satu, dua ekor tempura udang yang telah dicelupkan ke dalam kuah shoyu. Kuahnya disiram sedikit di atas nasi). Rasa daging belut ataupun tempuranya sungguh begitu lembut dan gurih di lidah. Akhirnya, anda belum sempurna dan belum sah rukunnya, kalau datang ke Tokyo tetapi belum mencicipi sushi ataupun sashimi. Jepang adalah sebuah kisah tentang ikan. It’s all about fish, fish, fish. Kalau anda suka ikan, maka anda akan cinta Jepang. Warung sashimi bertebaran di berbagai distrik di Jepang. Saya mencoba yang terenak di daerah Shinjuku. Ikannya segar dari kualitas terbaik yang pernah saya coba. Tuna, salmon, cumi-cumi, ada dalam bentuk terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian akan makanan enak di Tokyo adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Kelelahan berpindah-pindah kereta seakan menguap begitu mereguk dan mencecap cita rasa berbagai makanan tersebut. Sungguh menyentuh jiwa dan pikiran, dengan segenap otentisitasnya. Tepat kiranya tulisan Pramoedya Ananta Toer di tahun 1949 tentang makanan, yang mengambil metafor sepiring Gado-gado. Saya kutipkan sebagai penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Gado-gado, seperti djuga makanan lain, riwajat rasanja hanjalah antara bibir dan tenggorokan. Gado-gado ini djuga demikian pula adanja. Ia akan hilang setelah lepas dari pantjaindera. Tapi ia akan hidup sebagai awan berarak ditempurung langit dalam kenanganku.”&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-8206974477055076640?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/8206974477055076640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=8206974477055076640' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8206974477055076640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/8206974477055076640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2007/03/tokyo-redux.html' title='Tokyo Redux'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/Re-HpRg8ZCI/AAAAAAAAAAM/NFCjEj-dpeM/s72-c/akihabara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-116651668512315705</id><published>2006-12-19T15:18:00.000+07:00</published><updated>2006-12-19T15:24:45.746+07:00</updated><title type='text'>An Evening With Mr. Chairman</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7577/2358/1600/190414/bernanke.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7577/2358/200/717948/bernanke.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Dalam dekapan mentari senja, Ben Bernanke, Chairman Federal Reserve Amerika Serikat, menyempatkan diri untuk menikmati koleksi seni di National Gallery of Victoria, Melbourne. Kehadirannya di sana dalam rangka Sidang G-20 para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G-20. Saat itulah the moment of truth terjadi. Saya berpapasan dengannya. Figur Bernanke jauh berbeda dengan Alan Greenspan, chairman Fedres sebelumnya, yang lebih tertutup. Bernanke sangat humble dan mudah diajak bicara. Bahkan tentang arah kebijakan Fed Fund Rate sekalipun. Suatu hal yang tak mungkin kita tanyakan pada Greenspan (yg terkenal dengan ungkapannya, I'm not allowed to say that). Sore itu, bukan hanya soal Fed Rate yang dibicarakan, tapi juga soal lukisan. Very interesting, ujarnya saat melihat koleksi Indigenous Australian Art di sana. Di tengah kerumitan moneter dan keuangan dunia, Ben Bernanke juga seorang manusia. Yang punya cinta pada seni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-116651668512315705?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/116651668512315705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=116651668512315705' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116651668512315705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116651668512315705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/12/evening-with-mr-chairman.html' title='An Evening With Mr. Chairman'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-116401803004327589</id><published>2006-11-20T17:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T17:20:30.483+07:00</updated><title type='text'>Preman Blok M di Melbourne</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/Pak%20E%20MElbourne.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/Pak%20E%20MElbourne.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Siapa bilang preman ga punya masa depan? Pak E alias Sisco yang bernama asli Siswanto Wiropuspito adalah preman insyaf yang membangun kembali masa depannya. Mantan Pengamen Jalanan dan Preman Blok M di tahun 1996 itu, kini sukses mengelola Restoran Blok M di Melbourne, Australia. Nama Blok M dipilih untuk mengenang masa lalunya yang kelam. Kalo pas lagi mampir di Melbourne, silakan sambangi warungnya yang terletak di Commercial Road, Prahran.  Pak’E yang dulu bolak balik keluar penjara, pengedar narkoba, dan pencopet, menjalankan usaha restonya itu dengan bermodalkan semangat dan kerja keras. Selain memasak, ia juga kerap menghibur tamunya dengan menyanyikan lagu-lagu jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kita mampir ke sana, sederetan menu disajikan untuk menyambut kita. Menunyapun unik, lumayan buat menghibur kerinduan pada jajanan tanah air. Ada Gule Tikus Blok M, Nasi Goreng Wong Edan, Gudeg Mbah Maridjan, Ikan Bakar SMS (Sarana Menuju Selingkuh), Lontong ATM (Anak Tampang Mesum), Soto Gempa Bumi, dan minuman spesial Wedang Jahe Bakar. Secara resto orang Australia, memang resto milik Pak E ini keliatan lebih kumuh. Konon katanya, petugas Higienitas dari Departemen Kesehatan Australia memerintahkan restoran ini untuk ditutup karena tidak memenuhi prosedur higienitas mereka. Namun saat mereka mencicipi tongseng kambing olahan Pak E, mereka sungguh terpesona dengan rasanya yang begitu ’mak nyuus’ kalo kata Pak Bondan. Dan yang mengejutkan, petugas tersebut keesokan harinya mengajak keluarganya makan di situ. Bahkan, saat anaknya ulang tahun, acaranya dirayakan restoran milik Pak’E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak’E merasa bersyukur dengan kehidupannya sekarang. Selama sepekan resto ini menghasilkan lebih dari 7000 dollar Australia atau sekitar Rp49 juta. Resto ini juga menjadi langganan para pejabat, selebritis, dan tokoh-tokoh Indonesia apabila mereka sedang berkunjung ke Melbourne. Hal itu tampak dari foto-foto yang dipajang di seantero dinding restaurant. Jadi, benar kata orang bijak, jangan menyepelekan makanan. Lewat makanan, pak’E membangun kembali masa depannya......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-116401803004327589?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/116401803004327589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=116401803004327589' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116401803004327589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116401803004327589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/11/preman-blok-m-di-melbourne.html' title='Preman Blok M di Melbourne'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-116356272223467910</id><published>2006-11-15T10:45:00.000+07:00</published><updated>2006-11-15T10:52:02.703+07:00</updated><title type='text'>L'escargot D'Sunda</title><content type='html'>Pertautan budaya antara bangsa Indonesia dan Perancis sangatlah erat. Kalau kita baca buku sejarah, bangsa Indonesia secara tidak langsung pernah dijajah oleh Perancis pada tahun 1807-1811. Saat itu Louis Bonaparte, Saudara dari Napoleon Bonaparte, menugaskan Herman William Daendels sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Dari situlah terjadi akulturasi budaya baik sosial, bahasa, maupun kuliner, antara Perancis dan Indonesia. Akulturasi bahasa pun akhirnya terjadi. Banyak istilah Perancis yang sudah menjadi bahasa kita sehari hari. &lt;em&gt;Malin&lt;/em&gt; menjadi maling, &lt;em&gt;bivouac&lt;/em&gt; menjadi bivak, &lt;em&gt;chauffeur&lt;/em&gt; menjadi sopir, &lt;em&gt;cliché&lt;/em&gt; menjadi klise, &lt;em&gt;dos a dos&lt;/em&gt; menjadi sado, &lt;em&gt;intrique&lt;/em&gt; menjadi intrik, &lt;em&gt;adjudant&lt;/em&gt; menjadi ajudan, &lt;em&gt;appel &lt;/em&gt;menjadi apel, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/keong%20nenek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/keong%20nenek.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Bukan hanya bahasa, akulturasi juga terjadi di dunia kuliner. Konon kabarnya orang Perancis sering melihat orang-orang di pedesaan Jawa Barat makan tutut (sejenis keong sawah). Merekapun membawa kebiasaan itu ke Perancis, dan terkenallah makanan keong itu sebagai &lt;em&gt;l’escargot&lt;/em&gt; (ha ha.. namanya juga konon). Tapi yang menarik adalah kebiasaan makan keong juga menjadi keseharian dalam kehidupan kuliner bangsa kita. Di daerah Batu Ceper, ada sebuah restoran yang menyajikan keong sebagai appetizernya. Kalau tutut berasal dari sawah, keong nenek berasal dari laut. Cara makannya unik dan asyik. Bagian ujung belakang keong dibuang, kemudian dibersihkan, dimasak dengan bumbu dan saos tauco, dan dihidangkan. Cara makannya? Jangan ragu, karena untuk merasakan kenikmatan daging keong, anda harus menyeruput atau menghisapnya… slurp..slurp…slurp, muncullah daging kenyal-kenyal yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolesterol? Siapa bilang? Jangan khawatir. Hasil penelitian atas kandungan nutrisi keong menyebutkan bahwa keong kaya akan protein dan rendah lemak. Diperkirakan keong mengandung 15% protein, 2.4% lemak dan sekitar 80% air. Inilah yang membuat keong menjadi makanan alternative kesehatan. Selain itu keong juga kaya kandungan &lt;em&gt;essential fatty acids &lt;/em&gt;seperti &lt;em&gt;linoleic acids &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;linolenic acids&lt;/em&gt;. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% lemak di tubuh keong adalah &lt;em&gt;unsaturated fatty acids&lt;/em&gt;. Artinya lemak yang baik dan dibutuhkan tubuh. So, kenapa takut makan keong, sedot.. sedot.. sedot…slurp..slurp…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-116356272223467910?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/116356272223467910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=116356272223467910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116356272223467910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/116356272223467910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/11/lescargot-dsunda.html' title='L&apos;escargot D&apos;Sunda'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-115941872943319257</id><published>2006-09-28T11:35:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T10:35:06.281+07:00</updated><title type='text'>Bad Schauenburg</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1zp7vVI5I/AAAAAAAAACI/35opVmCyCWo/s1600-h/bad+schau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1zp7vVI5I/AAAAAAAAACI/35opVmCyCWo/s200/bad+schau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227961906695054226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca tulisan pak Bondan tentang "Menu Degustation", tapi baru berkesempatan mencicipinya beberapa waktu lalu. Menu Degustation adalah paket menu di restoran Perancis yang terdiri dari lima paket jenis makanan, dari hidangan pembuka sampai penutup. Menu ini saya coba di sebuah restoran kecil nan molek yang terletak pada salah satu bukit di pegunungan Jura, Basel, Switzerland. Namanya ”Bad Schauenburg”. Schultz, seorang teman yang kebetulan orang Swiss, secara iseng menemukan restoran ini dari internet. Keisengan rupanya membawa sebuah pengalaman yang luar biasa. ”Bad Schauenburg” artinya adalah tempat yang indah buat pemandian. Resto yang berbentuk rumah ini dibangun pada tahun 1867 dan kini masih menjaga bentuk aslinya. Makan di sana serasa berada dalam suasana Eropa 300 tahun lalu. Kini, lokasi pemandian sudah tiada lagi. &lt;em&gt;Bad Schauenburg&lt;/em&gt; hanya menyediakan pengalaman kulinari terbaik bagi pengunjungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resto ini memang resto buat para "gastronom", pecinta makanan. Mr. Haring, pemilik restorannya, menerima kami secara personal. Ia memang membatasi tamunya setiap hari. Ini bertujuan agar keluarganya dapat melayani para tamu secara personal. Mr. Haring juga mengganti menu setiap hari dan membatasi jumlah tamunya. Apa yang dihidangkan sangat spesial dan cita rasa masakan sangat prima serta dijaga. Saking dijaganya, di setiap meja ada larangan untuk merokok karena dapat merusak cita rasa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai resto Perancis, hidangan yang disajikan ”Bad Schauenburg” termasuk kategori &lt;em&gt;nouvelle cuisine&lt;/em&gt;. Porsinya kecil-kecil, dengan kualitas masakan yang prima, dan dihidangkan secara dekoratif. Memang jauh berbeda dengan menu di Warung Padang atau Kapau yang masif dan luar biasa dahsyat tampilannya. Jadi memang bukan kenyang tujuan utama makan di &lt;em&gt;Bad Schauenburg&lt;/em&gt;. Mr. Haring juga adalah seorang sommelier (pencicip anggur) yang ulung. Ia menawari kami beragam koleksi wine yang dimiliki termasuk kespesialan masing-masing. Tapi tidak ada diantara kita yang meminum wine. Schultz juga rupanya menghormati kita. Akhirnya kitapun diberikan minum campari &lt;em&gt;non alcohol &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;grapillone&lt;/em&gt; (yang rasanya mirip-mirip wine, tapi tidak mengandung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan diawali dengan soup tomat yang luar biasa enaknya, tertera di menu, &lt;em&gt;Totame Basilic et concombre&lt;/em&gt;. Saya belum pernah menemukan sop tomat seenak itu. Kemudian masuklah appetizer berupa udang dan salad yang rasanya lezat, serta &lt;em&gt;main course&lt;/em&gt; berupa ikan dilumuri saus krim keju dan disajikan dengan sayuran, makanan ini kalo ga salah dinamai &lt;em&gt;gambas poelees aux aromes mediteraneens&lt;/em&gt;, dan seterusnya. Yang menarik adalah hidangan pencuci mulutnya karena juga merupakan signature keistimewaan &lt;em&gt;Bad Schauenburg&lt;/em&gt;. Sarah, salah seorang putri Mr. Haring sendiri yang mengantarkan dan menunggu kita mencicipi. Dessertnya sungguh istimewa, dihidangkan dalam gelas es krim yang tinggi, di dalamnya terdapat beberapa lapisan. Paling bawah adalah cammpari, kemudian semacam cake, lapisan coklat, dan di atasnya satu scoop es krim. Sedapnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bad Schauenburg adalah pengalaman kuliner yang istimewa dan tak terlupakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-115941872943319257?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/115941872943319257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=115941872943319257' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115941872943319257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115941872943319257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/09/bad-schauenburg.html' title='Bad Schauenburg'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ngs5z560qBs/SI1zp7vVI5I/AAAAAAAAACI/35opVmCyCWo/s72-c/bad+schau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-115880036366870742</id><published>2006-09-21T07:56:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T08:00:50.256+07:00</updated><title type='text'>Traktiran Gaya Jepang</title><content type='html'>Kebiasaan menge-drop kartu nama setiap makan di restoran ternyata membuahkan hasil juga. Beberapa waktu lalu saya dikirimi voucher makan gratis oleh resto Miyama, di hotel Borobudur. Katanya sebagai pemenang undian business card. Ha ha ha, sudah berapa ribu kartu nama dicemplungin, ada juga yang memberi hasil. Agar kita tidak kufur nikmat, maka saya putuskan untuk menikmatinya. Meluncurlah saya dan istri menuju Resto Miyama untuk makan siang pekan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/1600/set%20lunch%20menu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/200/set%20lunch%20menu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Makan di resto Jepang sungguh memiliki keunikan tersendiri. Cara penyajian makanan Jepang selalu indah dan memikat. Dari tampilannya saja kita sudah jatuh cinta. Bagi orang Jepang, setiap perbuatan dalam hidup adalah persembahan untuk Dewa. Oleh karena itu, semua harus dilakukan sebaik-baiknya, sampai detil. Jangan asal-asalan. Termasuk dalam hal itu adalah soal penyajian makan. Indah dan ngegemesin. Saya paling bingung kalau harus memilih sekian banyak jenis makanan. Oleh karenanya, saya pilih yang simple, standard Japanese meal. Staple foods, yang terdiri dari lima makanan yang mengandung karbohidrat, terdiri dari main and side dishes. Makanan Jepang standar biasanya terdiri dari satu mangkok nasi, tsukemono (acar timun), semangkuk soup, dan variasi menu yang biasanya dikenal sebagai okazu, bisa ikan, kepiting, daging, sayuran, dll. Penyajiannya pun dibuat lengkap, mulai dari fried foods, steamed foods, dan grilled foods. Saya memesan Menu yang terdiri dari grilled salmon belly with teriyaki soup, deep fried chicken wing, kepiting tempura (tapi serius, ini alot bener pas dimakan), deep fried bean curd with crab meat sauce, dan soup miso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/1600/hot%20pot%20menu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/200/hot%20pot%20menu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Sementara istri saya tak pernah mau makan banyak-banyak. Demi suami yang disayangi katanya. Saya siy seneng aja. Akhirnya, dia pesan Kaisen Nabe, soup dalam claypot yang berisi seafood dan sayur-sayuran. Itupun musti di-share lagi sama saya. Sekali lagi, saya siy seneng aja. Menarik juga melihat segitu banyak kepiting, udang, cumi, scallop, ikan tuna, salmon dimasukkan dalam satu claypot. Sayurannya ada jamur, tofu, wortel, dan chinese cabbage. Kaisen Nabe ini adalah makanan yang dibuat khusus untuk musim dingin (winter dish). Rasanya hangat dan aromanya sangat mendegut ludah. Cocok dimakan di siang yang agak mendung. Sebagai penutup, kita memesan es mochi dan es krim green tea (macha). Rasanya enak banget. Kelembutan mochi serasa lumer di ruang dan dinding-dinding mulut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, total kerusakan mencapai sebesar Rp 338.000 (voucher makannya senilai Rp300.000). Jadi, kerusakan yang harus ditanggung sendiri sebesar Rp 38.000. Not a bad lunch for another weekend in our life. He he……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-115880036366870742?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/115880036366870742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=115880036366870742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115880036366870742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115880036366870742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/09/traktiran-gaya-jepang.html' title='Traktiran Gaya Jepang'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-115880019381102183</id><published>2006-09-21T07:55:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T07:56:34.513+07:00</updated><title type='text'>Simplisitas Sepotong Cakwe</title><content type='html'>Orang Romawi pernah berkata, “&lt;em&gt;Simplex veri sigillum&lt;/em&gt;”. Artinya, kesederhanaan adalah tanda kebenaran. Kata mutiara ini makruf di kalangan filosof. Memang, semakin ruwet suatu hal disampaikan, semakin curiga kita akan kebenarannya. Cakwe adalah perlambang kesederhanaan. Hanya dibuat dari tepung terigu, garam, air, serta sedikit ini sedikit itu, tapi rasanya.... endang gulindang bambang. Kalau ke Bandung, cobalah mampir ke Cakwe Lie Tjay Tat. Tempatnya di GOR Pajajaran. Beberapa waktu lalu saya sempat mampir dan mencicipi cakwe serta bubur kacang Hokkian. Bubur kacang tanahnya sedep bener, karena kacangnya empuk tetapi tidak hancur. Must Try. Sangat nikmat bila dimakan bersama Cakwe-nya yang sudah terkenal sejak tahun 1934. Mereka juga pernah memecahkan rekor dengan membuat Cakwe sepanjang 13 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sok atuh, jangan lupa kalo sarapan di Bandung mampir.... hehe.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-115880019381102183?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/115880019381102183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=115880019381102183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115880019381102183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/115880019381102183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/09/simplisitas-sepotong-cakwe.html' title='Simplisitas Sepotong Cakwe'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114966253632916792</id><published>2006-06-07T12:39:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T08:28:51.053+07:00</updated><title type='text'>Meresap ke Sumsum</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/1600/sup%20sumsum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6068/2482/200/sup%20sumsum.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Semarang ternyata tak hanya terkenal akan Bandengnya. Masakan khas semarangan lain yang juga kerap menjadi perbincangan adalah Gule Sum Sum. Ada juga yang menyebutnya Sup Sum-sum. Lezatnya, terasa sampai ke tulang sumsum. Pekan lalu saya dan kawan-kawan mencicipi Gule Sum Sum Warung Sate dan Gule 29 di jalan Sudirman, Semarang. Lokasinya di wilayah Oud Semarang, romantis dan memiliki sentuhan peradaban masa silam. Warungnya hanya berseberangan dengan Gereja Blenduk yang juga landmark dari kota Semarang. Gereja Blenduk adalah gereja prostestan tertua di Jawa Tengah yang dibangun pada tahun 1753. Kubahnya besar, dilapisi perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Nama Blenduk adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Menurut cerita teman-teman, gereja ini masih dipergunakan untuk beribadah setiap hari Minggu. Kalau kita melihat wilayah sekitar Gereja ini terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda. Kondisinya sebagian masih terawat namun sebagian lainnya terbengkalai begitu saja. Sungguh sebuah penjelajahan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, mencicipi sate dan gule di warung 29, bukan sekedar penjelajahan kuliner tetapi juga penjelajahan ke masa silam. Ke masa peradaban Eropa di abad 17. Pauline van Roosmalen dalam papernya "Expanding Grounds.The Roots of Spatial Planning in Indonesia" menulis bahwa meski secara resmi perencanaan kota-kota di Indonesia baru dimulai pada tahun 1901 (melalui UU Otoda waktu itu), pembangunan awal kota-kota di wilayah pantai telah dilaksanakan sejak abad ke -17. Batavia, Semarang, dan Surabaya adalah wilayah yang dibangun pada saat bersamaan. Jadi, mencicipi menu makanan di warung Sate dan Gule 29 adalah sebuah kewajiban moral dan spiritual. Penjelajahan ke sebuah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu yang wajib coba adalah Gule Sum Sum. Gule ini dibuat dari kaki kambing yang direbus bersama-sama ramuan tradisional antara lain sereh, kapulaga, dan kemiri. Rasanya segar didominasi rasa sereh. Aromanya membangkitkan selera makan. Kuahnya "gurih" dan tidak menggunakan santan. Gule Sumsumnya sangat enak. Dimasak dengan cara yang tepat sehingga sumsumnya tidak hancur dan bisa di”seruput” langsung dari dalam tulangnya. Seruputan sumsum dari dalam tulang rasanya begitu ”juicy” dan betul-betul mendegut ludah. Selain Gule Sumsum, jangan lupa juga mencicipi Sate Buntel yang lembut, tender, dan sangat "succulent" rasa daging cincangnya. Begitu juga dengan sate kambingnya yang dipotong besar-besar tapi dagingnya tetap terjaga ke"empuk"annya. Di Jakarta sebenarnya sudah mulai banyak resto yang menjual Gule Sumsum kalau kita "hanya" sekedar mencari sensasi lidah. Namun kalau ingin petualangan lengkap, cobalah Gule Sumsum di Semarang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114966253632916792?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114966253632916792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114966253632916792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114966253632916792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114966253632916792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/06/meresap-ke-sumsum.html' title='Meresap ke Sumsum'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114950629990390636</id><published>2006-06-05T18:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-09T18:29:26.470+07:00</updated><title type='text'>Kelezatan Kuliner Semarang</title><content type='html'>Tak lengkap cerita Semarang kalau tidak bicara tentang Bandeng dan dunia kuliner lainnya. Kalau kita pulang dari Semarang, coba perhatikan bawaan atau oleh-oleh orang dari sana. Hampir kebanyakan pasti menenteng oleh-oleh Bandeng Presto atau duri lunak. Kenikmatan Bandeng telah terkenal sejak zaman Belanda dulu. Bahkan dahulu kabarnya, bandeng hanya boleh dimakan oleh para petinggi Belanda dan priyayi di Indonesia. Bandeng hidup di air payau dan rasanya sangat gurih tanpa perlu dimasak dengan menggunakan bumbu macam-macam. Cukup digoreng atau dibakar saja sudah lezat rasanya. Tapi belakangan ini muncul kreativitas dalam memasak bandeng. Salah satunya adalah yang ditampilkan di R.M Kampung Laut, Semarang. Rumah Makan Kampung Laut terletak di kawasan pertambakan. Bangunannya terbuka, diberi atap-atap rumbai, dan disediakan fasilitas pemancingan bagi para tamunya. Kita boleh memancing ikan bandeng sendiri sebelum dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu saya mencicipi hidangan andalan Kampung Laut, yaitu Bandeng Kropok, Bandeng Bumbu Bali, dan Bandeng Goreng Garing. Semuanya menggunakan bahan dasar yang sama, bandeng bakar dan bandeng goreng. Finishingnya saja yang berbeda-beda. Bandeng kropok disajikan dengan petis dan kecap manis serta cabe merah yang diulek kasar. Sementara Bandeng Bumbu Bali menggunakan cabe merah, tomat, dan kecap manis. Cara menyajikannya cukup unik dan menarik. Sebelum digoreng atau dibakar, badan bandeng disayat tipis-tipis. Hal ini dilakukan agar ketika digoreng atau dibakar, bagian daging yang dalam begitu cepat matang dan garing (crispy). Di samping itu, penampilannya jadi lebih cantik dengan sayatan-sayatan tipis dibalur bumbu-bumbu. Selain di Kampung Laut, menurut kawan-kawan, restoran yang menyajikan bandeng juga adalah Baron. Bedanya kalau baron lebih fokus pada bandeng, sementara Kampung Laut juga menyediakan berbagai hidangan sea food lainnya seperti cumi-cumi, kepiting lada hitam, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mencicipi Bandeng di Kampung Laut, bila kita ingin mendapatkan pengalaman kuliner khas Semarang, silakan mampir ke Restoran ”Pesta Keboen”. Restoran yang terletak di jalan Veteran no 29 Semarang ini menjual keunikan dari "masa lalu". Papan nama restoran ditulis dengan ejaan lama: Pesta Keboen. Tak hanya itu, semua hal di dalam restoran ini dari nama menu hingga papan pengumuman, ditulis dengan ejaan ala van Ophyusen. Saat kita datang dan duduk, para pelayan yang ramah akan menyuguhi kita dengan welcome drink dan camilan berupa es beras kencur dan kudapan keripik singkong sambil menunggu main course datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Keboen menyediakan berbagai macam masakan, baik yang bercitarasa Eropa maupun Jawa, bahkan ada nama menu yang kebelanda-beladaan padahal kenyataannya adalah makanan asli Indonesia. Menu andalan restoran ini adalah ayam asap yang dimasak dengan cara membakar batang tebu. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran itu membuat daging ayam berasa manis, dan aroma asap meresap hingga ke serat dagingnya. Menurut pegawai restoran, dibutuhkan waktu empat hari untuk memasak ayam asap. Selain itu, menu yang kita cicipi antara lain, burung dara goreng dan udang goreng saus tomat. Rasanya standar dan tidak istimewa. Tapi kalau ingin merasakan Semarang Tempo Doeloe, Pesta Kebon memang tempatnya. Datang ke sana, mencicipi makan malam bersama kekasih hati sungguh sebuah pengalaman yang perlu dicoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114950629990390636?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114950629990390636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114950629990390636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114950629990390636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114950629990390636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/06/kelezatan-kuliner-semarang.html' title='Kelezatan Kuliner Semarang'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114757181331228543</id><published>2006-05-14T08:44:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T08:57:11.093+07:00</updated><title type='text'>Lidah Menari Bersama Kepiting Kenari</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0064.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0064.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Pekan lalu saya mencoba kelezatan kepiting kenari di Ternate. Lezatnya memang luar biasa. Saya pikir para penggemar kepiting pasti sepakat bahwa tidak ada satu kepitingpun yang melebihi kelezatan kepiting kenari. Tak juga Singapore Chili Crab yang pernah saya bahas di forum ini beberapa waktu lalu. Namun di satu sisi, nomenklatur kepiting kenari dalam khazanah kuliner kita memang membingungkan. Dalam kesepakatan zoologis, kepiting ialah jenis-jenis ketam yang hidup di air, baik air laut maupun air tawar. Kepiting tidak mati tenggelam kalau kejeblos ke dalam air karena bernapas dengan insang seperti ikan. Kepiting hidup di dua alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepiting kenari tidak hidup di air. Justru ia telah menyesuaikan diri untuk hidup di darat. Kalau tercebur ke air, ia justru megap-megap dan mati tenggelam. Mungkin lebih cocok kalau ia disebut kelomang atau ketam. Kesalahan pemahaman kedua adalah bahwa kepiting kenari tidak pernah memakan kenari, tetapi kelapa. Namun karena di kawasan Maluku masyarakat telah mengenalnya dengan nama Kepiting Kenari, nama itu tetap dipakai hingga kini. Ketam kenari hidup di pantai dekat laut, tetapi kadang juga dapat ditemukan di daerah yang jauh (sampai 100 m di atas permukaan laut) ke arah pedalaman. Penyebarannya berkaitan dengan penyebaran tanaman kelapa. Mungkin karena binatang itu senang sekali makan buah kelapa. Walaupun sudah dilindungi oleh undang-undang yang melarang penangkapan mereka, masyarakat memperjualbelikan mereka sebagai santapan yang istimewa lezatnya. Hal ini tidak bertentangan dengan Undang-undang karena larangan menangkap dan memperjualbelikan kepiting kenari itu berlaku di kawasan suaka alam, seperti Togian di Sulawesi Utara. Ia tidak berlaku di daerah lain yang tidak dinyatakan sebagai kawasan suaka alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/kepiting%20kenari.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/kepiting%20kenari.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makanan utama kepiting kenari adalah buah kelapa, sampai ia sering disebut pencuri kelapa. Orang Inggris menyebutnya robber crab karena menganggap ketam itu mencuri kelapa pada malam hari, ketika pemilik pohon sedang tidur lelap. Ia memang mahir memanjat kelapa, dengan ujung kakinya yang runcing sebagai tangan pemeluk batang, sampai setinggi 20 m untuk memetik buah. Menurut cerita rakyat setempat, kalau sudah berhasil memetik buah kelapa, ia akan menjatuhkan buah itu ke tanah dan turun dulu untuk menguliti buah dengan capitnya yang luar biasa kuatnya. Sesudah dikuliti, buah akan dibawa lagi naik pohon, dan dari atas pohon buah itu dijatuhkan ke tanah agar pecah. Barulah ia turun lagi untuk makan buah yang sudah pecah. Ia tidak pernah makan buah di atas pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakan kepiting kenari adalah sebuah pengalaman kuliner yang mengasyikkan. Dagingnya begitu tebal dan generous. Berbeda dengan kepiting yang pada umumnya hanya berdaging di sekitar capitnya, kepiting kenari justru bertebaran daging di setiap bagian tubuhnya, terutama di dada. Hampir di setiap sudut tulangnya berisikan daging yang gurih dan lezat. Menurut juru masak, kepiting kenari ini harus diolah hidup-hidup. Sebab bila sudah mati, ia akan menjadi racun. Namun kondimen dalam makan kepiting kenari menurut saya belum pas, hanya kecap asin dan saus kecap, sehingga rasanya menjadi kurang optimal. Mungkin ke depan perlu dipikirkan saus yang cocok, misalnya chili crab atau saus padang. Dari sisi harga, Kepiting Kenari ini cukup mahal, mungkin karena langka. Di Ternate kemarin, harganya sekitar Rp 175.000,- - Rp 200.000,- seekor, tergantung besarnya ketam dan cara memasaknya. Tetapi karena merupakan hidangan istimewa, ia masih saja dapat dijumpai di berbagai restoran mahal di Manado, Balikpapan, Ternate, dan Jakarta. Jadi, tunggu apa lagi. Kalau ada kesempatan menyantap kepiting atau kelomang atau ketam, apapun namanya, kenapa tidak? Yuuuk…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114757181331228543?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114757181331228543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114757181331228543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114757181331228543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114757181331228543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/05/lidah-menari-bersama-kepiting-kenari.html' title='Lidah Menari Bersama Kepiting Kenari'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114613920266911163</id><published>2006-04-27T18:57:00.000+07:00</published><updated>2006-04-27T19:00:27.606+07:00</updated><title type='text'>Makan Kaledo di Palu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0337.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0337.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau kita mampir ke Palu, Sulawesi Tengah, coba tanyakan pada setiap orang di sana. “Apa makanan khas kota Palu?” Jawabannya selalu sama: Kaledo. Itu juga jawaban yang saya dapatkan saat mampir di sana. Kota Palu dapat ditempuh melalui penerbangan selama 45 menit dari Makassar. Lokasinya yang indah di teluk, memberikan Palu hamparan pemandangan yang menawan. Perpaduan antara keelokan teluk nan asri dan bukit-bukit hijau di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, kurang sempurna kunjungan kita ke Palu bila tidak mencicipi Sup Kaledo. Kedengarannya sangat eksotis bukan? Tapi Kaledo adalah akronim atau singkatan dari kaki lembu Donggala, atau Kaki Sapi dari Donggala. Donggala adalah Kabupaten terbesar kedua di Sulawesi Tengah setelah Kabupaten Morowali. Jadi, pada dasarnya, kaledo adalah sup kaki sapi. Sup ini disajikan secara eksotis, potongan daging masih menempel pada tulang-tulang kaki yang besar. Sup Kaledo termasuk ke dalam sup dengan varian kuah bening. Disajikan dan dimakan bersama dengan singkong rebus. Bahan dasar sup memang tulang kaki sapi yang dimasak dengan campuran asam jawa (tamarind) mentah dan cabe rawit hijau. Memasak Kaledo membutuhkan seni tersendiri. Pemilihan bumbu dan waktu memasak tulang sangat menentukan. Kemampuan memisahkan lemak dari kaldu juga sangat dibutuhkan. Bila ini gagal dilakukan, maka kuah kaldu akan terlalu banyak mengandung lemak (oily). Para penggemar makan tentu mengetahui bahwa kaki Sapi adalah bagian dari Sapi yang mengandung banyak lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin buat beberapa orang, apalagi yang vegetarian, tampilan Kaledo bisa menimbulkan trauma karena melihat potongan tulang kaki yang besar-besar. Tapi bagi mereka yang telah mencoba makanan ini, mulut kita akan segera meneteskan liur yang tak tertahankan, terutama saat kelembutan daging dan kaldu tulang yang begitu juicy meresap dalam rasa dan kuahnya yang asam pedas segar. Makan Kaledo adalah pengalaman yang dahsyat, bukan hanya karena kita sibuk menggerogoti daging empuk yang menempel di tulang, tapi juga menyeruput sumsum yang tersembunyi di dalam tulang kaki itu sendiri. Nikmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari Kaledo di Palu sangat mudah. Daerah Loly terkenal sebagai tempat makan Kaledo yang nikmat. Di jalan Diponegoro juga banyak terdapat warung Kaledo. Beberapa yang terkenal antara lain Kaledo Stereo, atau ada juga Kaledo Skop (mungkin plesetan dari Kaleidoskop). Atau bisa juga mencoba Warung Kaledo yang memiliki view bukit dan teluk Tomini, namanya Mutiara Indah, di jalan Translik Dupa. Kaledo adalah sebuah pengalaman kuliner di kota Palu. Memasaknya perlu ketrampilan. Tapi yang paling penting, memakannya perlu kecermatan, jangan banyak-banyak getooh maksudnya….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114613920266911163?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114613920266911163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114613920266911163' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114613920266911163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114613920266911163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/04/makan-kaledo-di-palu.html' title='Makan Kaledo di Palu'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114536907021079400</id><published>2006-04-18T21:02:00.000+07:00</published><updated>2006-07-06T15:05:47.723+07:00</updated><title type='text'>Dhow Dinner di Kuwait</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/dhow.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="208" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/dhow.jpg" width="230" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jauh sebelum menjadi negara kaya minyak seperti saat ini, Kuwait adalah negeri maritim. Pelabuhan Kuwait di awal abad 19 terkenal sebagai pelabuhan dagang. Kini, kekayaan sejarah maritim Kuwait tersebut, diabadikan di Museum Maritim yang terletak di kawasan Hotel Radison SAS, Kuwait. Selain memajang berbagai jenis kapal kayu dan peninggalan bersejarah, di sana juga dibangun kapal kayu (dhow) ukuran besar yang sangat impresive. Kapal ini tercatat sebagai kapal kayu terbesar di dunia menurut Guiness World Records. Kapal itu juga berfungsi sebagai restoran terapung yang mewah, yang dinamakan Al Hashemi II. Nama ini diambil dari keluarga nenek moyang pemilik hotel Radisson Kuwait, Husain Marafie. Kapal kayu Al Hashemi II dibangun di atas laut. Kayunya didatangkan dari Kamerun dan Pantai Gading yang terkenal dengan jenis kayunya yang khas. Kapal itu luar biasa besar. Tingginya sampai 50 meter, pakunya saja sudah seberat 80 ton. Total berat kapal adalah 2500 ton. Al Hashemi II terdiri dari dua deck. Deck atas digunakan untuk melihat view laut. Grand Ballroom yang megah terdapat di deck bawah. Ballroom ini berfungsi sebagai tempat menjamu makan para tamu. Ballroom tersebut bisa memuat tamu hingga lebih dari 1000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0270.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="149" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0270.jpg" width="216" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Menghadiri gala dinner di atas dhow sungguh mengesankan. Ratusan meja bundar tersebar dalam ballroom yang luas. Berbagai variasi menu pembuka khas Timur Tengah diatur di atas meja makan kita. Fuul, mutabar, dan houmos adalah tiga makanan pembuka standar di sana. Fuul adalah saus bubur yang dibuat dari kacang polong (chickpeas), bawang putih dan lemon, biasanya di tengahnya ada genangan minyak zaitun. Houmos adalah chickpeas masak yang dicampur dengan bawang putih dan lemon. Kesemuanya itu dimakan bersama dengan roti Arab, sesuai dengan selera kita. Kita bisa membuat Felafel, atau sandwich Timur Tengah dari berbagai pilihan hidangan pembuka itu. Ambil sepotong pita bread, isi dengan chickpeas, tomat, dan timun. Selain itu, ada juga menu lain yang sangat saya gemari, daun anggur yang dibumbu cuka, digulung dan di dalamnya ada semacam nasi dan daging. Hampir mirip dengan arem-arem bentuknya. Cuma rasanya agak kecut saja. Lain-lainnya, kebab, keebah, bertebaran bersama dengan menu pembuka lainnya. Hidangan pembuka di Timur Tengah sebenarnya sudah cukup buat mengisi perut kita. Tapi ternyata masih ada pilihan makanan pokok, antara lain kebab ayam, daging, dan sayur-sayuran. Gouzi yang merupakan kambing utuh panggang di atas nasi adalah menu andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0263.1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Mulanya memang membingungkan saat hendak mulai menyantap makanan yang begitu banyak. Darimana memulainya dan bagaimana memakannya. Itu pertanyaan dasar. Tapi menurut seorang kawan dari Kuwait, makanan timur tengah tak terlalu repot memakannya. Roti arab cukup disobek dan dicocol ke sausnya. Tak perlu menggunakan pisau. Sementara untuk menu utama, tak ada cara khusus. Memang ada di beberapa tempat yang makan menggunakan tangan, tapi tidak di acara resmi. Namun yang menarik adalah, meski masakan timur tengah banyak variasinya, jenisnya hanya itu-itu saja. Ini terbukti dari beberapa kali jamuan makan di sana, makan pagi, siang, malam, di berbagai tempat, menunya sama. Jadi kapanpun kita makan, menu-menu tadi tak akan banyak berubah. Tentu makanan tanah air masih lebih banyak tipenya. Jadi, meski makanan di Timur Tengah dahsyat, jangan lama-lama tinggal di sana. Karena esok dan keesokan harinya kita akan ketemu menu yang sama lagi hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114536907021079400?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114536907021079400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114536907021079400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114536907021079400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114536907021079400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/04/dhow-dinner-di-kuwait.html' title='Dhow Dinner di Kuwait'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114528531159838385</id><published>2006-04-17T21:39:00.000+07:00</published><updated>2006-04-18T16:33:37.916+07:00</updated><title type='text'>Destinasi Kuwait</title><content type='html'>Saat Saddam Hussein menginvasi Kuwait, dia pasti punya alasan yang kuat. Dan saya rasa memang benar. Kalau kita sempat melihat Kuwait, alasan itu terhampar nyata di sana. Di tengah debu gurun dan teriknya udara padang pasir, Kuwait adalah metropolis di tengah kekeringan. Gedung mewah, mall megah, dan bangunan modern mewarnai negeri itu. Kuwait kaya minyak. Mengeskpor minyak dan mengimpor segalanya. Meski mengimpor segalanya, dengan ekspor minyaknya, Kuwait masih mencatatkan surplus sebesar lebih dari USD 10 miliar di neraca perdagangannya. USD 6 miliar diinvestasikan lagi. Dan USD 4 miliar dibagi-bagikan pada penduduknya yang hanya berjumlah sekitar 2 juta orang. Setiap anak mendapatkan USD 60,000 saat menginjak usia 16 tahun. Mobil mewah dari berbagai merek berseliweran di jalan-jalan kota Kuwait. Lokasinya hanya sepelemparan batu dari perbatasan Irak yang sedang dirundung banyak masalah. Jadi, tak heran kalau bikin iri. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0273.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/DSCF0273.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa menyangka kalau Kuwait dulu, di abad 18, hanyalah sebuah perkampungan badui arab yang gersang. Mereka hidup di sekitar teluk arab dan bermatapencaharian sebagai nelayan. Kuwait terkenal sebagai bangsa maritim, nelayan, dan pembuat kapal kayu yang baik. Mereka berlayar ke Baghdad dan Damascus untuk berdagang. Kuwait kemudian terkenal sebagai pelabuhan dagang di teluk arab. Sisa-sisa kejayaan bangsa nelayan ini masih dapat dilihat kalau kita mengunjungi Museum Maritim Kuwait. Selain itu, menarik juga untuk jalan-jalan ke Kuwait Fish Market. Di pasar ikan ini, berbagai ikan dari teluk Arab dijejer dengan rapi. Ada ikan kerapu yang segede alaihim, ada hammour, dll. Kondisi Pasar Ikan Kuwait sangat rapi dan bersih, jauh berbeda dengan pasar Ikan Muara Karang. Bau ikan yang amis nyaris tidak tercium. Ikan juga adalah salah satu makanan favorit bagi masyarakat Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0277.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0277.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain ke Fish Market, kunjungan ke Kuwait belum lengkap apabila belum mengunjungi Kuwait Tower di daerah Sharq. Menara ini didirikan pada tahun 1979 oleh perusahaan Swedia. Keseluruhannya ada tiga menara. Yang tertinggi mencapai 187 m. Di menara tertinggi, selain ada observation deck yang bisa melihat kota Kuwait, di situ juga terdapat restaurant, coffe shop, and banquet room. Selain berkunjung ke Kuwait Tower, tempat lain yang dapat dikunjungi adalah The National Museum, yang menyimpan koleksi Seni Islam milik keluarga Al Sabah, penguasa Kuwait. Bisa juga kita mengunjungi Tareq Rajab Museum, juga menyimpan koleksi seni Islam. Kemudian ada Sadu House yang merupakan museum seni dan kerajinan dari masyarakat Badui Arab. Museum menunjukkan bagaimana peradaban suatu negara. Memang museum di Kuwait tak sebanyak di Tehran, atau mungkin di Baghdad, yang memiliki sejarah dan peradaban lebih lama dan besar. Tapi tak ada salahnya untuk dilihat. Kalau anda tidak mau dijuluki "wisatawan mall", cobalah kalau berkunjung ke beberapa tempat, kita mencicipi &lt;em&gt;heritage tour&lt;/em&gt;, ataupun &lt;em&gt;ecotour&lt;/em&gt;. Nah, kalo masih sempet, barulah &lt;em&gt;mall-tour &lt;/em&gt;hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114528531159838385?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114528531159838385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114528531159838385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114528531159838385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114528531159838385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/04/destinasi-kuwait.html' title='Destinasi Kuwait'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114439491696091976</id><published>2006-04-07T14:27:00.000+07:00</published><updated>2006-04-07T16:53:02.873+07:00</updated><title type='text'>Singapore Chili Crab</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0284.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0284.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap pergi ke Singapura, tawaran yang tak dapat ditolak adalah saat kita diajak mencicipi Singapore Chili Crab. Dahsyat, Sensual, dan "Penuh Dosa". Kebanyakan teman yang saya temui mengatakan bahwa kalau pergi ke Singapura, mereka agak konvensional, khususnya dalam memilih makanan. Rupanya saya juga begitu. Kepiting adalah unofficial "national dish" dari Singapura. Meski kita suka mengklaim bahwa kepiting Kendari, Balikpapan, ataupun Ternate jauh lebih enak, dengan lapang dada harus kita terima kenyataan bahwa Singapura lebih bisa menjual secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti negaranya sendiri hidangan kepiting dimulai dari sebuah cerita kecil. Pada tahun 1950, seorang juru masak terkenal waktu itu, Madam Cher Yam Tian, menciptakan sebuah resep dalam menyiapkan kepiting segar dari laut. Dia dan suaminya, Mr. Lim Choon Ngee, kemudian mendirikan sebuah kedai makanan yang menjual kepiting di tepi pantai. Mereka berjualan setiap hari, dari pagi hingga malam hari, ditemani sinar dari lampu kerosen. Itulah versi pertama dari Singapore Chilli Crab. Kedai Madam Cher itu terletak di daerah East Coast Seafood Centre yang kini terkenal. Di sana terdapat puluhan restoran yang menyajikan Chili Crab setiap malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0283.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0283.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyantap Kepiting di East Coast Seafood Centre sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Dengan saus yang generous terbuat dari cabe merah, saus tomat, telur, dan daun bawang, Chili Crab sangat sedap disantap dengan tangan telanjang. Jangan terlalu “jaim” kalau makan chilli crab. Gunakan gigi anda, sedot daging yang tersembunyi di sela-sela capit, pukul dan pecahkan bagian yang keras, sobek roti mantau untuk membersihkan saus yang menjalar di tangan. Semua itulah kerja keras dalam menyantap Chilli Crab! Selain saus chili, varian lain dari Kepiting Singapura adalah lada hitam atau Black Pepper Crab. Rasanya sama-sama jagoan. Jadi kalau belum puas mencoba chili crab, untuk menu lanjutan silakan pesan Black Pepper Crab. Tapi demi orang-orang yang mencintai anda, cicipilah secukupnya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114439491696091976?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114439491696091976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114439491696091976' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114439491696091976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114439491696091976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/04/singapore-chili-crab.html' title='Singapore Chili Crab'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114395233455835265</id><published>2006-04-02T11:09:00.000+07:00</published><updated>2006-04-27T19:04:08.220+07:00</updated><title type='text'>World-Class Gourmet Cuisine at 10,000 m</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0280.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0280.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Penerbangan antar negara, atau antar benua, adalah laku yang bisa membosankan. Tapi laku itu juga bisa menyenangkan kalau kita rajin mengamati berbagai hal selama perjalanan. Satu hal yang sering saya catat adalah sajian makan di pesawat (&lt;em&gt;inflight meals&lt;/em&gt;). Singapore Airlines masih menempati posisi jagoan untuk hal ini. Baru-baru ini SQ memiliki program baru berkaitan dengan menu penerbangan yang dinamakan “&lt;em&gt;Book The Cook&lt;/em&gt;”. Program ini memungkinkan para penumpang untuk memesan di muka, menu yang akan disajikan selama penerbangan. Singapore Airlines memiliki 8 juru masak handal dari berbagai negara untuk duduk sebagai &lt;em&gt;International Culinary Panel&lt;/em&gt;. Mereka bertugas mendesain dan menciptakan &lt;em&gt;inflight meals &lt;/em&gt;yang unik untuk disajikan di Singapore Airlines. Harapannya adalah agar penumpang dapat merasakan menu restoran kelas atas – di ketinggian 10,000 meter. Salah satu chef yang duduk dalam panel itu adalah Matthew Moran. Ia adalah chef terkenal di Australia dan pernah mendapat penghargaan dari &lt;em&gt;Sidney Morning Herald&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0281.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0281.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan Dubai – Singapore menjadi salah satu pembuktian kehebatan para ahli masak tersebut. &lt;em&gt;Appetizer&lt;/em&gt; yang disajikan adalah &lt;em&gt;“Prawn and Scallop in Balsamic and Fennel Salad”&lt;/em&gt;. Menurut saya rasanya cukup berbumbu dan lezat. Udangnya segar dan scallopnya terasa hidup dalam kuluman lidah. Untuk &lt;em&gt;main course&lt;/em&gt;-nya ada tiga pilihan, &lt;em&gt;grilled beef, marinated chicken&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;duck leg&lt;/em&gt;. Saya sengaja memilih &lt;em&gt;duck leg &lt;/em&gt;dengan alasan bahwa memasak bebek butuh penanganan khusus. Apabila bebek disajikan sempurna, maka menu lain biasanya mengikuti. Judul menunya “&lt;em&gt;Spiced Duck Leg in A Honey Citrus Sauce with Roasted Vegetables and Potatoes&lt;/em&gt;”. Sekali lagi menu ini patut “dipoedjikan”. Daging bebeknya empuk, bumbunya terasa sampai ke tulang-tulangnya. Dalam perjalanan lain, saya pernah mencoba juga “&lt;em&gt;Grilled beef with black peppercorn sauced, roasted vegetables, and gratin potatoes&lt;/em&gt;”. Kemudian yang juga mengesankan adalah sajian daging domba pada perjalanan Singapore – Jakarta. Namanya “&lt;em&gt;Seared Lamb in Shallot-Rosemary Gravy with Stewed Vegetables and Mashed Potatoes&lt;/em&gt;”. Sungguh sebuah upaya yang serius dari SQ untuk meningkatkan pelayanan mereka. Pelajaran yang saya lihat adalah bahwa keseriusan bukan dilihat dari hal-hal besar, tapi bagaimana kita melakukan hal-hal kecil dengan kesungguhan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya tak semua orang sependapat dengan saya soal menikmati &lt;em&gt;inflight meals &lt;/em&gt;selama penerbangan. Grace, wanita muda singapura manis yang duduk di sebelah saya, mengatakan bahwa yang penting selama penerbangan adalah selimut dan bantal. Ketika pesawat mulai terbang, tidurlah. &lt;em&gt;What do you expect at 10,000 m&lt;/em&gt;, katanya. Menu makanan jelas lebih enak di restoran. Pilihannya pun lebih banyak. Di satu sisi, saya sependapat dengan Grace. Tapi dalam perjalanan saat itu, Grace tampak lupa dengan kata-katanya. Ia tak terlihat tidur sama sekali. Sebaliknya, ia justru menikmati menu makanan, dan yang jelas menikmati pembicaraan dengan saya, mulai dari pekerjaan, film, dan yang terpenting…. ya makanan hehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114395233455835265?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114395233455835265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114395233455835265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114395233455835265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114395233455835265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/04/world-class-gourmet-cuisine-at-10000-m.html' title='World-Class Gourmet Cuisine at 10,000 m'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114233313970406986</id><published>2006-03-14T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-04-02T22:04:54.749+07:00</updated><title type='text'>Tambunsu yang tak dapat diperdebatkan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Degustibus non est disputandum&lt;/em&gt;, selera tak dapat diperdebatkan. Begitu kata seorang kawan yang pernah kuliah filsafat. Dalam berbicara soal makanan, kita akan terbawa ke dalam ruang yang bernama selera. Ruang itu bisa sangat subyektif. Salah satu contoh adalah kalau saya pergi ke Bukittinggi. Setelah perjalanan dua jam dari Padang, saya biasanya langsung mampir ke Pasar Ateh (Atas) untuk nongkrong di lepau Nasi Kapau Uni Lis. Meski istri saya orang Minang, setiap diajak ke sana ia selalu menolak dengan halus. Beda Selera katanya. Ini tentu tak boleh diperdebatkan. Tapi karena saya pecinta berat masakan padang, terpaksa saya duduk sendiri di hadapan Uni Lis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/kapau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/kapau.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suasana di Lepau Uni Lis sungguh luar biasa eksotis. Uni duduk dengan anggun di hadapan pasu-pasu yang berisi gulai beraneka masakan. Aromanya mendegut ludah. &lt;em&gt;Tools&lt;/em&gt; andalan yang digunakan oleh Uni adalah sudu tempurung bergagang panjang. Dengan itu, ia bisa menjangkau seluruh masakan yang ada di depannya. Cara menyendoknya saja sudah sangat eksotis, membuat kita tertegun sambil meneguk-neguk liur. Ada rendang yang kental lemak, ikan ame (emas) gulai, gulai paku (daun pakis) yang khas Minang, dan semur jengkol favorit mertua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/tambunsu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/tambunsu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling jagoan dan menjadi favorit saya adalah Tambunsu. Inilah makanan para raja, atau yang merasa raja. Tambunsu adalah gulai usus sapi. Ususnya dicuci dan dibersihkan kemudian diisi dengan tahu dan telor yang sudah digiling. Dahsyat rasanya. Puncak kenikmatan. Karena usus ini panjang dan melilit-lilit, uni menggunakan gunting besar untuk memotong ke dalam ukuran kecil. Dimakan bersama nasi hangat, daun singkong, dan gulai paku. Tambunsu adalah sebuah kenikmatan. Ia memang memerlukan pembiasaan, acquired taste. &lt;em&gt;Degustibus non debustandum&lt;/em&gt;, selera memang tak bisa diperdebatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114233313970406986?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114233313970406986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114233313970406986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114233313970406986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114233313970406986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/03/tambunsu-yang-tak-dapat-diperdebatkan.html' title='Tambunsu yang tak dapat diperdebatkan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114224721102385088</id><published>2006-03-13T17:10:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T08:32:03.203+07:00</updated><title type='text'>Memagut-magut Mangut di Yogya</title><content type='html'>Pekan lalu saya pergi ke Yogya. Sebuah kota yang punya banyak cerita. Bangsa kita sebenarnya beruntung memiliki Yogya atau Jogja. &lt;em&gt;League of Historic Cities &lt;/em&gt;di Kyoto, Jepang, pada tahun 1994 menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu dari 61 kota bersejarah di dunia. Kekuatan Yogya memang terletak pada &lt;em&gt;heritage&lt;/em&gt;. Sama seperti Bandung, Medan, dan Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0230.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/DSCF0230.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Tulisan kali ini bukan bercerita tentang &lt;em&gt;heritage&lt;/em&gt;, tapi tentang makanan. Bukan Gudeg, Soto, ataupun  Bakmi. Tapi tentang ikan air tawar. Di satu resto yang cukup terkenal yaitu “Moro Lejar”. Memang banyak tempat makan yang enak di Yogya. Satu hari tak akan pernah cukup untuk menuliskannya. Resto ini tepatnya adalah sebuah warung di desa Balangan, dari cangkringan terus naik ke atas, atau kalau dari Jogja sekitar 20 kilometer. Sepulang bermain golf di cangkringan, menyantap makan siang di morolejar bagai impian yang menyejukkan jiwa. Moro Lejar ditata artistik, dengan 33 gubuk yang tersebar di atas kolam ikan yang berkelok-kelok. Setiap gubuk terdiri atas 3-4 meja dan tidak ada kursinya, satu gubuk bisa menampung 6-15 orang. Gubuk-gubuk ini menjadi tempat yang cocok untuk menyegarkan diri. Yang jelas, iringan suara gemericik air menjadi alunan keindahan tersendiri. Mirip sebenarnya dengan beberapa tempat makan ikan a la Sunda di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0232.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0232.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Duduk lesehan, dikelilingi kolam-kolam dengan banyak ikan berenang ke sana ke mari, semilir angin, dan bunyi air yang mengalir deras, membuat kita terlena. Sebenarnya menu di Moro Lejar cukup beragam. Ada ikan gurame, ikan mas, lele, nila, wader, dan bawal. Kita pun bisa memilih apakah ikan tersebut mau dibakar, digoreng, dimasak mangut, dibuat asam pedas atau asam manis. Tapi Menu jagoan di sini yang wajib coba adalah ikan wader goreng. Ikan wader ini adalah ikan mas bayi. Ikan kecil ini digoreng begitu kering hingga bisa dimakan sampai ke tulang-tulangnya. Bukan cuma ikan wader yang bisa dimakan habis tak bersisa, ikan nila gorengnya pun renyah, gurih dan dapat dimakan seperti layaknya orang makan kerupuk. Dan, selain ikan ada juga teman makan nasi berupa sayur lodeh bayung, oseng-oseng lombok ijo dan terancam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0231.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0231.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; Menu wajib coba lainnya adalah Mangut lele. Gurih, asin. Lelenya terendam kuah yang sangat nikmat. Ketajaman bumbu yang meresap ke dalam daging ikan lele sangat terasa. Sepertinya lele sudah direndam dalam kuah cukup lama, walau sebenarnya tidak. Mangut lele juga diatur apik dalam mangkuk. Sebuah pengalaman kuliner yang layak coba kalau anda ke Yogya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114224721102385088?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114224721102385088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114224721102385088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114224721102385088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114224721102385088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/03/memagut-magut-mangut-di-yogya.html' title='Memagut-magut Mangut di Yogya'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114131168215176517</id><published>2006-03-02T21:53:00.000+07:00</published><updated>2006-03-03T15:09:51.540+07:00</updated><title type='text'>Dalam Gulungan Karpet Persia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/Rotation%20of%20DSCF0304.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/Rotation%20of%20DSCF0304.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar harga sebuah karpet mencapai 300.000 dolar AS sebuah? Atau sekitar Rp 3 milyar? Mulanya saya tak percaya. Tapi saat melihatnya, sayapun tertegun dan terpana. Sungguh sebuah harga yang fantastis untuk sebuah karpet. Persia (Iran) memang terkenal sebagai pembuat karpet kuno yang bagus. Umumnya, karpet-karpet ini memperlihatkan teknik tenunan Persia dan mengandung nilai seni yang tinggi dari abad ke-15. Karpet-karpet tersebut juga pada umumnya dikerjakan dengan tangan dan menggunakan teknik simpul. Kebanyakan ragam hias karpet bercirikan Islam. Misalnya ada bunga dan daun yang disusun dalam satu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/carpet.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/carpet.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pembuatan karpet di negeri Iran memang berusia panjang. Bahkan sampai hari ini, karpet masih menjadi bagian keseharian bangsa Iran. Rumah tanpa karpet bagi mereka bagai sebuah rumah tanpa jiwa. Untuk menjelajahi sejarah Karpet Persia ini adalah bagai menjelajahi jalur pertumbuhan budaya dari salah satu peradaban besar dunia yang pernah ada. Mulanya karpet hanya digunakan sebagai alas lantai untuk melindungi bangsa Persia yang nomaden. Tapi kini ia telah berubah fungsi. Bahkan menurut cerita kawan di Iran, orang Iran menginvestasikan kekayaannya dalam bentuk karpet, sama dengan uang dan saham. Di Tehran banyak kita jumpai bazaar karpet yang dikunjungi para investor. Hampir di semua tempat, istana, hotel, museum, rumah, semuanya dihiasi karpet. Iran adalah produsen karpet terbesar di dunia saat ini. Jauh lebih besar dibandingkan seluruh produksi dunia apabila digabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/carpet_museum.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/carpet_museum.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Apabila kita ingin melihat perjalanan panjang karpet Persia, silakan mengunjungi Iran Museum of Carpet. Museum ini dibangun pada tahun 1977 dan menyimpan berbagai koleksi karpet dari berbagai daerah di Iran. Lantai satu memuat berbagai koleksi karpet dari berbagai zaman. Sementara lantai dua digunakan untuk pameran-pameran. Karpet Iran dibagi ke dalam wilayah North East, South, Central, West, North West. Masing –masing memiliki keunikan tersendiri. Misalkan karpet di daerah North East yang memiliki ciri campuran antara Persia dan Turki. Ukuran karpetnya lebih kecil, warnanya natural, desainnya bunga atau tumbuhan. Sementara di daerah central, atau daerah Isfahan yang terkenal cantik, karpetnya berukuran besar, warnanya cenderung biru dan cerah, desainnya bunga, burung, dan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu indahnya jalinan karpet Persia membuat diri saya tenggelam dalam gulungannya. Andai bangsa kita punya satu produk unggulan yang dikenal sepanjang jaman....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114131168215176517?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114131168215176517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114131168215176517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114131168215176517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114131168215176517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/03/dalam-gulungan-karpet-persia.html' title='Dalam Gulungan Karpet Persia'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114120405620375662</id><published>2006-03-01T16:02:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T14:04:37.453+07:00</updated><title type='text'>Misteri Kecantikan Tehran</title><content type='html'>&lt;em&gt;Festival awan menggantungi lelehan salju, di puncak gunung Damavand.&lt;br /&gt;Suara merdu pemain harpa menyanyikan lagu-lagu cinta bangsa Persia.&lt;br /&gt;Kelindan karpet menggambarkan kisah asmara para pecinta.&lt;br /&gt;Menambah indah langit biru, menambah sendu birunya hati, menambah dalam kerinduan,&lt;br /&gt;yang sudah teramat sangat…. (Tehran 2005)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/Rotation%20of%20DSCF0303.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/Rotation%20of%20DSCF0303.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama Tehran, ibukota Iran, bukan bayangan kecantikan yang terlintas dalam pikiran. Tapi bayangan kota yang kumuh, lalu lintas yang kacau, sikap anti Amerika, aturan yang ketat, isu nuklir, dan lain-lainnya. Namun saat saya larut dalam irama syahdu kota Tehran, pandangan itu berubah. Tehran adalah kota yang menarik, meski lalu lintasnya separah Jakarta. Mungkin karena lirikan gadis-gadis cantik Persia yang mondar-mandir saat saya duduk-duduk di kafe Esteghlal Hotel. Mungkin karena alunan harpa para seniman kota yang mendayu-dayu. Mungkin karena pemandangan gunung Damavandnya yang indah dengan selimut salju di puncaknya. Mungkin karena cantiknya kelindan karpet Persia. Mungkin juga karena cuacanya yang nyaman. Nama Tehran sendiri berasal dari bahasa Persia Kuno “teh ran”, artinya “tempat yang hangat”. Selain kehangatan pandangan wanita Persia tadi, Tehran yang memiliki empat musim memang dikatakan hangat, baik pada musim panas, ataupun musim dingin yang seringkali bersalju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/khomeini%20foto.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Tehran atau Iran tak pernah bisa dilepaskan dari nama Ayatollah Khomeini. Perannya sangat besar dalam menjadikan Iran menjadi seperti saat ini. Ada perbedaan yang mencolok apabila kita ingin membandingkan Iran di bawah Ayatollah dan Irak di bawah Saddam Husein. Secara pribadi, Ayatollah adalah orang yang sederhana. Hal ini dapat dilihat di Museum Ayatollah Khomeini di daerah Jamaran, Tehran Utara. Ia yang memimpin Iran selama 10 tahun, di saat akhirnya hanya memiliki sepatu tua, jubah sederhana, sebuah kacamata, sebotol parfum, dan satu tongkat, di rumahnya yang sempit. Sebaliknya, di masa akhir Saddam Husein, ia meninggalkan istana dengan isinya yang mewah. Dan saat terjadi kerusuhan di Irak, banyak peninggalan bersejarah yang ikut dijarah. Barang antik, artefak kuno, hilang entah kemana. Tapi di Tehran, Ayatollah mengirimkan pasukan terbaiknya untuk menjaga peninggalan-peninggalan bersejarah, termasuk milik Shah Iran yang digulingkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/saadabad.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terbukti saat kawan dari KBRI Tehran (Bapak Iqbal dan Bapak Siradjuddin)mengajak untuk mengunjungi Museum Saadabad Palace. Museum seluas 410 hektar ini dahulu dihuni oleh Shah Iran beserta keluarganya. Di dalamnya terdapat 18 istana yang memuat berbagai kekayaan Shah Iran, mulai dari perhiasan, kendaraan mewah, karpet Persia, dan lainnya. Setelah Revolusi, Istana ini diubah fungsinya menjadi museum. Semua isi istana tersebut saat ini masih ada dan terawat dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain dari Tehran adalah ketertutupan ekonominya. Jangan harap melihat McDonalds, KFC, atau chain resto amerika disini. Sebagian besar restoran adalah versi lokal. Resto asing yang banyak di sini adalah restoran Perancis. Saya sempat mampir di salah satu restoran Prancis, namanya L’entrecote de Tehran. Menu makanannya sama dengan restoran perancis lainnya. Hanya rasanya yang tidak begitu mirip. Mungkin disesuaikan dengan lidah orang Iran. Resto itu juga tidak menyediakan wine, hanya ada bir Islam. Serupa dengan bir tapi non alkohol. Ketertutupan ekonomi Iran juga dapat dilihat dari tidak bisa digunakannya semua jenis kartu kredit internasional. Semua transaksi harus menggunakan kas. Transfer dana dari dan ke luar negeri melalui Bank juga tidak dapat dilakukan. Bank-bank di Iran hanya melayani transaksi lokal. Yang juga merepotkan, telepon seluler tak bisa digunakan. Iran hanya memiliki satu jaringan telpon seluler yang harganyapun sangat mahal. Kartu telpon saja harganya dapat mencapai Rp.10 juta. Akibatnya, tak banyak kita melihat orang menggunakan telpon seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari berbagai hal tersebut, Tehran tetap menyimpan misteri. Misteri yang hanya bisa dirasakan oleh mereka para petualang kehidupan, para pecinta, para kekasih, yang mendambakan cinta sejati …..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114120405620375662?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114120405620375662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114120405620375662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114120405620375662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114120405620375662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/03/misteri-kecantikan-tehran.html' title='Misteri Kecantikan Tehran'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114118532947739212</id><published>2006-03-01T10:49:00.000+07:00</published><updated>2006-03-03T16:38:07.263+07:00</updated><title type='text'>What is this world's delight?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/wilkom%20to%20dubai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/wilkom%20to%20dubai.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;What is this world’s delight?&lt;br /&gt;The lightning that mocks the night.&lt;br /&gt;Brief even as bright.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa di dunia ini yang nikmat?&lt;br /&gt;Malam dimainkan kilat.&lt;br /&gt;Terang tapi betapa singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Percy Shelley&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun kenikmatan dunia. Ia begitu singkat. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;All Good Things Must Come to an End&lt;/em&gt;, begitu tambahan dari DJ Naro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114118532947739212?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114118532947739212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114118532947739212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114118532947739212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114118532947739212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/what-is-this-worlds-delight.html' title='What is this world&apos;s delight?'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114113087599198698</id><published>2006-02-28T19:42:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T11:32:53.463+07:00</updated><title type='text'>Buah Tin, Buah Zaitun</title><content type='html'>Sebagian besar dari kita pernah mendengar nama buah Tin. Tuhan menyebutnya dalam Al Qur'an di surat At Tin. "Demi buah Tin dan Buah Zaitun...". Tapi seumur-umur, saya belum pernah melihat, apalagi merasakan yang namanya buah Tin. Kalo buah Zaitun, masih mudah untuk kita dapatkan di Jakarta. Tapi buah Tin? dimana ya yang jual? Mungkin ada yang bisa kasih saya info?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tehran, saya sempat mencicipi yang namanya buah Tin. Saat itu acara jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Reserve Bank of Iran (RBI) di klub privatnya yang luas dan eksotis di pinggiran kota Tehran. Bentuk buahnya seperti gabungan antara peach dan kurma. Yang disajikan saat itu adalah buah Tin yang sudah diolah, dibuat seperti manisan. Rasanya masam manis. Seperti kurma tetapi serat buahnya lebih kenyal. Khasiatnya, kata orang-orang Iran, luar biasa bagi kesehatan tubuh. Kalau kita ingin membawa buah Tin sebagai oleh-oleh, hampir semua toko buah di Tehran menjual buah Tin yang sudah dikeringkan. Seperti kurma di Arab, buah Tin begitu mudah didapatkan di Tehran. Selain buah Tin, oleh-oleh yang paling sering dibawa dari Tehran adalah Kacang Pistachio. Iran terkenal sebagai penghasil Pistachio terenak sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0284.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0284.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal makanan, menu makanan Iran hampir mirip dengan menu makanan di Timur Tengah. Saat saya  menghadiri makan malam, menu utamanya seperti Gouzi, tapi jenis kambingnya lebih besar. Satu kambing utuh diletakkan atas meja lengkap dengan, maaf, biji2nya. Kambing ini dipanggang dan disajikan di atas nasi. Selain itu ada ikan hammour,  saya kurang jelas namanya, yang besarnya hampir sama dengan kambing itu sendiri. Ikan ini juga disajikan utuh di atas meja, lengkap dengan bumbu-bumbunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling saya sukai dari jamuan itu justru makanan khas Iran. Misalnya nasi yang dimasak pake zaferoni, semacam kunyit gitu, sehingga warnanya kuning. Terus ada kebab dll. Satu lagi ciri khas dari jamuan makan di Iran. Baik pagi, siang, malam, semuanya sama. Kita selalu disajikan yoghurt satu gelas besar. Rasa yoghurtnya luar biasa masam. Tapi orang Iran begitu menikmatinya. Ini sih susu kambing kayaknya. Saya tak pernah sanggup menghabiskan segelas yoghurt. Paling hanya sekedarnya saja, cuma icip-icip. Dan sebagai penutupnya, orang Iran suka sekali memeras buah lemon, menampungnya di sendok, dan meminum perasannya langsung. Katanya siy sehat, bisa melunturkan lemak, atau kolesterol. Logis menurut saya, sebab piring kotor yang berlemak juga mudah dibersihkan dengan Mama Lemon... hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114113087599198698?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114113087599198698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114113087599198698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113087599198698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113087599198698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/buah-tin-buah-zaitun.html' title='Buah Tin, Buah Zaitun'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114113055061254534</id><published>2006-02-28T19:40:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T11:31:26.103+07:00</updated><title type='text'>Umm Ali - Ibunya Ali?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0130.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0130.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada satu makanan pencuci mulut yang khas dan selalu disajikan di setiap jamuan makan di Timur Tengah. Namanya Umm Ali. Ini adalah salah satu dessert yang saya nilai wajib coba kalau lagi mampir di Timur Tengah. Padanan Umm Ali di negeri lain adalah puding roti. Dessert ini terbuat dari roti, santan, susu, gula, kismis, pistachio, dan kacang-kacangan lainnya. Rasanya lezat dan segar dicoba pada ujung jamuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dinamakan Umm Ali? Seorang kawan bercerita tentang kisah-kisah di belakangnya. Ada yang bercerita bahwa suatu malam Ali kelaparan dan meminta makan. Ibunya tak punya apa-apa. Iapun terpaksa memasak dengan bumbu seadanya pada saat itu, yaitu roti, susu, dan gula. Hingga saat ini hidangan yang dibuat Ibunya Ali dikenal dengan nama Umm Ali. Ada lagi kisah Sultan Ottoman Turki yang berhenti di sebuah desa dan meminta warga desa itu untuk memasak makanan terbaik. Tak ada yang mampu membuatkan makanan itu. Juru masak terkenal di desa itu adalah Ibunya Ali. Ialah yang memasakkan makanan itu sehingga kemudian makanan itu dikenal dengan nama Umm Ali. Ada lagi beberapa kisah lainnya. Tapi sebenarnya bukan kisah yang penting, tapi kelezatan dari Umm Ali itu sendiri....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114113055061254534?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114113055061254534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114113055061254534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113055061254534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113055061254534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/umm-ali-ibunya-ali.html' title='Umm Ali - Ibunya Ali?'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114113038487325031</id><published>2006-02-28T19:36:00.000+07:00</published><updated>2006-02-28T19:39:44.876+07:00</updated><title type='text'>Serabi Terenak Sedunia</title><content type='html'>Nenek saya tinggal di Solo. Sejak kecil, setiap saya ke Solo, saya tak pernah melewatkan Serabi Notosuman. PERNAH coba serabi  legendaris Notosuman? Ini adalah serabi terenak sedunia. Percaya deh. Kalo ke Solo, ini salah satu dari things to try, die die must try. Lebaran 2005 lalu saya kembali merasakan kenikmatan Serabi ini. Kekhasan dari serabi Notosuman adalah cenuk bersantan di tengah serabinya yang terasa lebih gurih dibanding serabi lainnya di muka bumi ini. Barangkali itulah kekhasan serabi Notosuman yang kini ditiru serabi di daerah lain. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/Image%2840%29.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/Image%2840%29.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ny Hoo Gieng Hok yang mengawali usaha itu sejak tahun 1923 di Jalan Veteran. Siapa sangka bahwa dulunya Ny Hok membuat serabi ini secara tidak sengaja karena rencana awalnya ingin membuat apem. Menurut Koran yang ditempel di dinding Notosuman (karena lama nunggu matengnya, saya baca-baca), ''Waktu itu nenek saya diminta membuat apem yang memiliki pinggiran. Jadilah serabi seperti ini, nggak seperti apem yang nggak memiliki pinggiran,'' ujar Ny Lidiawati, generasi ketiga yang kini meneruskan usaha serabi Notosuman. Kekhasan Serabi Notosuman ini sempat membuat Presiden Soekarno memborong untuk suatu acara di Istana, kemudian keluarga cendana apabila berkunjung ke Solo selalu memesan Serabi ini. Di Bank Indonesia bahkan ada cerita tentang Direktur Serabi. Konon, kalau sang Direktur ini ke Solo, para stafnya harus menyediakan serabi notosuman ini. Terkenallah ia dengan nama Direktur Serabi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114113038487325031?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114113038487325031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114113038487325031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113038487325031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113038487325031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/serabi-terenak-sedunia.html' title='Serabi Terenak Sedunia'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114113014019321929</id><published>2006-02-28T19:31:00.000+07:00</published><updated>2006-02-28T19:35:40.203+07:00</updated><title type='text'>Makan Kerbau di Pekalongan</title><content type='html'>Terinspirasi oleh acara Bango Nusantara-nya pak Bondan mengenai Tauto PPIP di Pekalongan, dalam perjalanan ke Solo beberapa waktu lalu, saya sengaja melewati kota Pekalongan saat makan siang. Tujuan saya cuma satu. Apalagi kalau bukan mencicipi Tauto PPIP Pekalongan di Jalan Dr Wahidin. Setelah berputar-putar dan bertanya ke beberapa orang, akhirnya saya menemukan juga warung tauto itu. Warungnya sangat sederhana, pake tenda, terbuka, dan di pinggir jalan besar lagi. Sebenarnya ada keraguan juga akan cita rasanya jika kita melihat lokasi warungnya. Tapi keinginan besar untuk mencicipi legenda itu memaksa saya memasuki tenda sederhana itu. Ternyata memang saya tidak salah. Rasanya mantap. So delicious. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/Image%2839%29.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/Image%2839%29.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula saya bingung dengan nama Tauto. Soto, Sroto, Coto, Sop, Tauto emang nomenklatur paling kacau yang sering saya dengar dalam kuliner Indonesia. Tauto sebenernya adalah Soto. Orang Pekalongan menyebutnya begitu karena Tauto berasal dari kata Tauco dan Soto. Tauto adalah varian soto dengan kuah semi kental dengan cita rasa tauco. Satu hal yang membuat khas Tauto ini adalah karena ia tidak menggunakan daging sapi atau ayam, tetapi daging Kerbau. Sama seperti beberapa jenis Soto Kudus di Kudusnya sono, daging Kerbau dipilih karena memiliki cita rasa yang khas. Ada juga sih sejarahnya dulu bahwa masyarakat menghormati dan memegang tradisi agama lain yang tidak menyembelih Sapi. Bagi para petualang lidah, tauto ini rasanya sedap nian..... Satu porsinya seharga: Rp.3000. mantap bukan??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114113014019321929?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114113014019321929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114113014019321929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113014019321929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114113014019321929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/makan-kerbau-di-pekalongan.html' title='Makan Kerbau di Pekalongan'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114103628468303024</id><published>2006-02-27T17:28:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T17:31:24.693+07:00</updated><title type='text'>Mencicipi Betutu di Bali</title><content type='html'>Salah satu favoritnya Elsya (seorang kawan, pecinta makanan sejati) setiap berkunjung ke Bali, adalah ayam betutu. Karena sering diajak, akhirnya ayam betutu itu juga menjadi favorit saya. Dalam leksikon kuliner Indonesia, betutu bisa diartikan lauk yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam selama satu malam. Tempat favorit kita kalau makan ayam betutu ada di daerah Renon. Garuda Food Centre namanya. Di Bali memang banyak bertebar restoran ayam betutu. Salah satu produsen betutu yang terkenal adalah desa Melinggih, kecamatan payangan kabupaten Gianyar. Tapi karena kita-kita cocok sama yang satu ini, jadi inilah tempat favorit kita. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/betutu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/betutu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam betutu ini dihidangkan bersama plecing kangkung dan sambal matah (mentah). Sambal ini dibuat dari cabe, bawang merah, daun sereh muda, dan kecombrang (bongkot kalo kata orang Bali). Semua diiris halus, terus diremuk (bukan diulek) ke dalam segumpal garam, Terakhir dituangi sedikit minyak jelantah. Keren kan hihi..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya kurang cocok sama menu ini. Pedesnya kayak setan. Hot like the Devil. Tapi begitu mencoba, setelah bulir-bulir keringat mengucur di dahi, tercapailah puncak kenikmatan dalam makan. Culinary orgasm, istilah kulinarianya. Ini adalah sebuah menu yang mampu membawa kita ke puncak ekstase. Nilai spiritual dari ayam betutu ini juga ada. Orang Bali tak pernah melepaskan makanan dari fungsinya sebagai alat kultural pemujaan pada sang Dewa. Oleh karenanya, keutuhan, kekayaan, dan keseriusan, menjadi penting dalam pemilihan bumbu dan penyajian makanan. Itulah yang membuat betutu ini begitu sempurnanya. Sebenarnya bukan hanya di Bali. Orang Jawa juga mengenal berbagai kawruh (pengetahuan) yang disangkutpautkan dengan makanan. Coba kita lihat pada acara tumpengan. Ada urap sayur yang kacang panjangnya ga boleh dipotong2. Terus tumpeng untuk wilujengan memiliki lauk pauk yang berbeda pada setiap event. Jenis nasinya juga beda-beda, ada nasi liwet, ada nasi kuning, tergantung pada event yang dirayakan. Ada juga yang disajikan dengan daging sapi yang berbumbu manis. Jadi dalam makanan kita, semuanya diberi makna. Dan setiap makna memberi harapan. Harapan akan kehidupan yang lebih baik. Makan betutu di Bali bukan sekedar makan, tapi juga sebuah ritual. Sebuah perjalanan menuju kenikmatan dimana kata tak pernah cukup untuk menjamahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114103628468303024?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114103628468303024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114103628468303024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114103628468303024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114103628468303024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/mencicipi-betutu-di-bali.html' title='Mencicipi Betutu di Bali'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23081573.post-114102315549513141</id><published>2006-02-27T13:38:00.000+07:00</published><updated>2006-04-30T20:26:08.430+07:00</updated><title type='text'>Gouzi nan eksotis</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/200/pas%20foto%20iwan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kesempatan mengunjungi Jeddah, Arab Saudi, saya diundang menghadiri jamuan makan. Menunya sungguh mendegut ludah. Sayapun kagum dan terpana. Saat itulah saya merasakan eksotisme Timur Tengah di meja makan. &lt;em&gt;Dans ton immensite&lt;/em&gt;, aku terpukau di hadapan kemahabesaranMu, begitu kata Voltaire. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0121.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0121.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makanan yang &lt;em&gt;Die die must try&lt;/em&gt;. Janganlah kita mati dulu sebelum mencicipi kenikmatan yang satu ini. Sangat eksotis. namanya Gouzi. Tertulis di menu adalah &lt;em&gt;stuffed baby lamb&lt;/em&gt;. Ini adalah anak domba muda yang dipanggang. Setelah matang, kecoklatan, mlekoh kulit dan lemaknya, domba ini bulet-bulet diletakkan di atas nasi yang dikukus bersama kacang, pistachio, kismis, cengkeh, dan rempah-rempah lainnya. Bagi beberapa orang, makanan ini akan memberi kesan traumatis karena kambing ini disajikan lengkap bersama kepalanya. Anthony Bourdain, pembawa acara a cook's tour, menulis bahwa kambing panggang seperti ini bagai mayat korban kebakaran yang hendak diautopsi. Oleh karenanya, kalau kata om Bondan Winarno,  Gouzi masuk ke dalam golongan makanan yang acquired taste, memerlukan pembiasaan dulu sebelum mereguk kenikmatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/DSCF0123.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/320/DSCF0123.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita sudah sampai mereguk kenikmatannya... Sangat sensasional. Dagingnya so tender, manis, dan fluffy, dengan aroma kambing yang subtil. Sebuah pengalaman spiritual kuliner mulai dari mengunyah sampai menelannya. Anda bakal menikmati setiap kunyahan, setiap gigitan, dan setiap regukan bumbunya. Orang Perancis akan mengatakan, &lt;em&gt;Pave d’agneau maroc, you’d love it, you’d come back for more&lt;/em&gt;. Keunggulan dari Gouzi ini adalah kelembutan dagingnya. Apabila kita pegang dengan kedua ujung jari kita, begitu terasa kelembutannya. Bahkan menurut juru masaknya, kita tak perlu menggunakan pisau untuk mengambil dagingnya. Cukup dengan sendok. Memang, saya merasakan sendiri kelembutan daging gouzi. Cukup menggunakan sendok untuk mengambil dan memilah-milah daging beserta lemak-lemaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik?? banyak loh di Jakarta resto yang menyediakan Gouzi ini..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23081573-114102315549513141?l=junantoherdiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/feeds/114102315549513141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23081573&amp;postID=114102315549513141' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114102315549513141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23081573/posts/default/114102315549513141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://junantoherdiawan.blogspot.com/2006/02/gouzi-nan-eksotis.html' title='Gouzi nan eksotis'/><author><name>Junanto Herdiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15109899320522667390</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7577/2358/1600/pas%20foto%20iwan.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
